Amazon MGM Studios batal rilis film biopik Sam Altman berjudul Artificial yang dibintangi Andrew Garfield

Amazon Batal Rilis Film Biopik Sam Altman Akibat Konflik Kepentingan

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
ā±ļø3 menit membaca
Bagikan:
  • Amazon MGM Studios batal rilis film biopik "Artificial" tentang Sam Altman saat produksi hampir selesai
  • Film beranggaran USD 40 juta ini dibintangi Andrew Garfield sebagai Sam Altman
  • Amazon memiliki investasi USD 50 miliar di OpenAI dan kesepakatan komputasi USD 38 miliar
  • Sam Altman adalah tamu di pernikahan Jeff Bezos, menunjukkan hubungan personal
  • Film menggambarkan Sam Altman secara negatif, khususnya momen "The Blip" November 2023
  • Google DeepMind investasi USD 75 juta ke A24 untuk alat AI, tanpa akses ke katalog film
  • Keputusan ini menunjukkan konflik kepentingan antara raksasa teknologi dan industri kreatif

Telset.id – Amazon melalui MGM Studios secara mendadak membatalkan perilisan film biopik berjudul ā€œArtificialā€ yang mengisahkan momen kontroversial di OpenAI, tepat saat produksi hampir rampung. Keputusan ini memicu kritik karena dianggap sebagai bentuk pembelaan terhadap Sam Altman, yang digambarkan secara negatif dalam film tersebut.

Film ā€œArtificialā€ disutradarai oleh sineas terkenal di balik Call Me by Your Name dan Challengers, serta dibintangi Andrew Garfield sebagai Sam Altman dan Monica Barbaro sebagai mantan CTO OpenAI, Mira Murati. Film dengan anggaran produksi sekitar USD 40 juta ini mengangkat kisah ā€œThe Blipā€, yaitu momen pada November 2023 ketika Sam Altman dipecat secara mendadak oleh dewan direksi OpenAI, lalu dipekerjakan kembali setelah sebagian besar karyawan perusahaan melakukan revolusi.

Amazon mengumumkan bahwa film tersebut ā€œakan lebih baik jika dirilis oleh studio lain.ā€ Keputusan ini langsung menuai sorotan karena Amazon memiliki investasi besar di OpenAI. Brian Barrett, Executive Editor WIRED, mengungkapkan bahwa Amazon memiliki investasi senilai USD 50 miliar di OpenAI. Selain itu, Amazon dan OpenAI baru-baru ini juga menandatangani kesepakatan komputasi senilai USD 38 miliar. Faktor personal juga turut berperan, di mana Sam Altman menjadi tamu di pernikahan Jeff Bezos tahun lalu.

ā€œIni benar-benar seperti hubungan yang personal, finansial, dan segala macamnya,ā€ ujar Brian Barrett dalam podcast Uncanny Valley milik WIRED. Zoe Schiffer, Director of Business and Industry WIRED, menambahkan bahwa film tersebut digambarkan sebagai ā€œThe Social Network versi era AIā€ dan sangat tidak memuji Sam Altman. ā€œThe Blip sendiri cukup tidak mengenakan bagi Sam Altman karena alasan para eksekutifnya berbalik melawannya adalah karena mereka menganggapnya duplikat, suka berbohong, dan mengatakan hal berbeda kepada orang berbeda,ā€ jelas Zoe.

Keputusan Amazon ini juga mencerminkan bagaimana industri film dan teknologi semakin terintegrasi. Amazon memiliki MGM Studios, sementara Paramount diakuisisi oleh keluarga Ellison (pendiri Oracle). ā€œSemua miliarder teknologi ini sekarang benar-benar terlibat dalam industri film, yang akan sangat menentukan film apa yang dibuat dan tidak,ā€ tambah Brian.

Di sisi lain, Google DeepMind mengumumkan investasi senilai USD 75 juta ke studio film A24 untuk mengembangkan alat AI. Meskipun ada kekhawatiran bahwa Google akan melatih modelnya menggunakan katalog A24, kesepakatan tersebut secara khusus tidak mencakup akses ke kekayaan intelektual A24. Alat AI yang dikembangkan difokuskan untuk membantu proses produksi film seperti storyboarding dan rotoscoping, bukan untuk menggantikan kreativitas manusia sepenuhnya.

Zoe Schiffer juga menyinggung bahwa OpenAI dan Anthropic saat ini sangat sensitif terhadap opini publik. ā€œMereka merasa bahwa AI semakin tidak populer. Sudah ada pembicaraan tentang Sam Altman yang akan dipecat lagi sebelum OpenAI go public tahun ini atau tahun depan,ā€ ungkapnya. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan AI semakin berusaha mengontrol narasi dan pemberitaan tentang mereka.

Sementara itu, Amazon juga menghadapi Investigasi Karyawan yang mendukung moratorium pembangunan data center. Beberapa karyawan Amazon mendesak Dewan Kota Seattle untuk mengatur pembangunan data center, menunjukkan bahwa bahkan orang-orang yang seharusnya diuntungkan dari industri ini mulai menolak.

Keputusan Amazon untuk membatalkan film ā€œArtificialā€ menjadi contoh nyata bagaimana konflik kepentingan antara raksasa teknologi dan industri kreatif dapat mempengaruhi konten yang diproduksi. Dengan semakin besarnya investasi perusahaan teknologi di Hollywood, pertanyaan tentang independensi kreatif dan kebebasan berekspresi semakin mengemuka.

[CONTENT_END]

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.