Air di Mars Menghilang Lebih Cepat dari Prediksi Ilmuwan

Air Mars

Telset.id, Jakarta – Air di Mars menghilang lebih cepat dari yang diperkirakan oleh para ilmuwan. Sinar matahari selama musim hangat, dan badai planet merah mengubah molekul menjadi hidrogen dan oksigen, lalu menguap karena gravitasi Mars yang lemah.

Para ilmuwan luar angkasa pun terpaksa garuk-garuk kepala melihat fakta tersebut. Seperti dikutip Telset.id dari New York Post, Selasa (14/01/2020), mereka mengaku telah melihat penemuan yang benar-benar belum pernah terjadi sebelumnya.

Selama ini, para ilmuwan menganggap Mars adalah rumah bagi banyak air yang mengalir. Namun, penemuan via probe Trace Gas Orbiter yang dikirim ke planet merah di atas kapal misi ExoMars dan dilakukan oleh Badan Antariksa Eropa berbeda.

{Baca juga: 5 Planet Pengganti Bumi yang Bisa Dihuni Manusia, Siap-siap Pindah!}

Franck Montmessin dari tim Perancis mengatakan, pengukuran menunjukkan bahwa kantong atmosfer besar, bahkan dalam keadaan jenuh, yang mengandung uap air 10 kali hingga 100 kali lebih banyak seharusnya secara teori diizinkan oleh suhu.

“Oleh karena itu, atmosfer secara teratur jenuh dalam uap air, yang memungkinkan lebih banyak air untuk mencapai atmosfer atas, di mana sinar ultraviolet matahari memisahkannya menjadi atom,” jelas Montmessin terkait pengukuran air di Mars.

{Baca juga: Manusia Selama Ini Salah Gambarkan Kehidupan “Aneh” Alien}

Montmessin menyimpulkan, Mars pernah memiliki siklus hidrologi aktif, seperti yang ditunjukkan oleh fitur geologis di permukaannya.

Namun, Mars tidak lagi memiliki jumlah air yang dibutuhkan untuk menghasilkan jejak geologis seperti itu.

“Air di atmosfer adalah komponen yang dapat diabaikan dari total persediaan air di Mars. Kendati demikian, Mars mengatur pembuangan air dari waktu ke waktu,” ujar Montmessin seperti dipublikasikan dalam jurnal Science, baru-baru ini. (SN/MF)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here