5 Planet Pengganti Bumi yang Bisa Dihuni Manusia, Siap-siap Pindah!

Telset.id, Jakarta – Bumi sudah semakin tua dan penuh sesak dengan penghuninya, dan semakin tak nyaman untuk dihuni. Para ilmuwan menemukan beberapa planet pengganti Bumi yang layak dihuni manusia, seperti Planet Mars mirip Bumi, Proxima Centauri b, Kepler 186f, dan lainnya

Sejak lama para ilmuwan di berbagai negara sudah mulai melakukan pencari planet-planet baru yang memungkin bisa ditinggali manusia. Peneliti mencari planet pengganti Bumi yang berada di tata surya ataupun diluar tata surya.

Mereka mempelajari karakteristik planet-planet tersebut dan menganalisis apakah layak ditempati oleh manusia. Berhasilkah? Memang hingga kini belum ada satupun ilmuwan yang berani menyatakan ada planet lain di luar Bumi yang bisa jadi hunian baru bagi manusia.

Meski begitu, ada sejumlah planet yang diprediksi dapat jadi planet alternatif Bumi untuk ditinggali. Setidaknya ada 5 planet yang digadang-gadang memiliki karakteristik mirip dengan Bumi.

Nah, mau tahu planet apa saja itu? Bisa tak penasaran, kali ini Tim Telset.id akan memberikan daftar 5 planet pengganti Bumi yang bisa dihuni oleh manusia, berdasarkan laporan hasil penelitian para ilmuwan. Yuk disimak laporan menariknya sob!

Planet Mars

Planet Mars

Secara fisik Planet Mars memiliki diameter 6,7 ribu Km dan jarak dengan Matahari sejauh 230 juta km.  Mars adalah salah satu planet yang dianggap layak untuk dihuni oleh manusia. Hal ini karena terdapat kandungan air di planet merah tersebut.

Peneliti menemukan jika ada aliran air sepert sungai di Planet Mars mirip Bumi, namun sayang air hanya terlihat di musim panas saja. Para ilmuwan mengatakan Planet Mars mirip Bumi dan dianggap layak untuk dihuni. Para peneliti NASA telah melakukan eksperimen apakah tumbuhan dapat hidup di sana atau tidak.

NASA bekerja sama dengan International Potato Center di Peru pada tahun 2017. Badan Antariksa Amerika Serikat itu menanam kentang di sebuah kotak dengan tanah dan iklim di Planet Mars mirip Bumi. Hasilnya, tanaman kentang bisa tumbuh di sana.

{Baca juga: Ilmuwan Ceko Panen Sayuran dari Kebun di ‘Planet Mars’}

Walaupun belum ada yang berani tinggal di Mars, namun saat ini mulai adai pihak yang berani menawarkan wisata ke planet tersebut. Salah satu perusahaan tersebut adalah SpaceX. Pada September 2019 lalu, perusahaan milik Elon Musk itu meluncurkan iterasi terbaru bernama SpaceX Starship, dan rencananya roket tersebut akan meluncur. Roket Starship rencananya akan meluncur pada Maret 2020 mendatang.

Selain SpaceX, beberapa perusahaan teknologi lainnya juga memiliki ambisi yang sama, untuk memboyong wisatawan ke Planet Merah terserbut, seperti Blue Origin milik Amazon dan juga Virgin Atlantic.

Proxima Centauri b

Planet Proxima Centauri b atau Planet Proxima Centauri merupakan planet yang mengorbit di luar tata surya. Planet ini terletak sekitar 4,2 tahun cahaya atau 40 triliun km dari Bumi dan masuk dalam konstelasi Centaurus.

Planet ini ditemukan oleh European Southern Observatory (ESO) pada Agustus 2016. ESO kala itu juga menyelidiki apakah Proxima dapat dihuni oleh manusia atau tidak. Hasilnya peneliti menyimpulkan bahwa planet Proxima Centauri b layak dihuni oleh manusia.

{Baca juga: Astronom Temukan Planet Baru “Warm Jupiter”}

Alasannya, planet ini memiliki area yang luas dan air cair yang dapat mendukung organisme untuk hidup. Selain itu, planet ini memiliki lautan seperti di Bumi tetapi jumlah airnya lebih banyak. Sayangnya planet ini memiliki jarak yang jauh dari Bumi, sehingga sangat sulit untuk membawa manusia ke planet tersebut.

Kepler 186f

Kepler 186f

Tahun 2014 lalu, Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) menemukan Planet Kepler 186f. Planet ini berada di bintang katai M di konstelasi Cygnus yang berada pada jarak 492 tahun cahaya dari Bumi atau 4624,8 triliun km.

Planet ini menjadi salah satu planet yang layak untuk dihuni oleh manusia. Pertama dari ukurannya, Planet Kepler 186f memiliki ukuran 10% lebih besar dari Bumi. Selain itu, planet tersebut masuk dalam zona Goldilocks atau zona planet yang bisa dihuni karena berada cukup dekat dengan matahari tempat ia mengorbit.

{Baca juga: Satelit NASA Temukan Planet 9 di Sistem Tata Surya}

Karena Kepler-186F berada dalam zona Goldilocks, para ilmuwan sekarang sedang mencari tahu tentang bintang yang diorbit oleh planet ini. Jika bintang tersebut menyerupai Matahari, maka kemungkinan besar planet tersebut dapat dihuni oleh manusia.

Gliese 667Cc

Planet Pengganti Bumi

Planet Gliese 667Cc pertama kali ditemukan oleh European Southern Observatory’s (ESO) dengan menggunakan perangkat spektrograf pencari planet High Radial Velocity Planet Searcher (HARPS) pada November 2011.

Planet ini ukurannya 4,5 kali lebih besar dari Bumi dan berjarak sekitar 23,6 tahun cahaya atau 217 miliar km dari bumi. Para peneliti memprediksi jika Gliese 667Cc dapat dihuni oleh manusia karena kondisi atmosfer dan topografisnya mendekati kondisi Bumi.

HD 40307G

Planet Pengganti Bumi

Planet HD4037G ditemukan pada Oktober 2012 oleh peneliti dari Badan Antariksa Eropa ESO dengan perangkat spektrograf pencari planet High Radial Velocity Planet Searcher (HARPS). Planet ini berjarak 42 tahun  cahaya dan masuk dalam konstelasi Pictor selatan.

{Baca juga: Ilmuwan NASA Temukan Semburan Aneh di Planet Mars}

Peneliti pun memprediksi jika HD40307G layak ditempati manusia. Alasannya Planet HD4037G merupakan planet berbatu dengan kekuatan gravitasinya dua kali lebih kuat daripada di Bumi. Selain itu dengan mengorbit pada bintang bintang katai oranye kecil yang disebut HD 40307. Hasilnya planet ini seperti Bumi karena memiliki siang dan malam. [NM/HBS]

 

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Untuk Keamanan SIM Card, BRTI: Operator Bisa Pakai Biometrik

Telset.id, Jakarta - Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) menyarankan operator untuk menggunakan sensor pemindai atau biometrik untuk pendaftaran dan...

Teknologi Ini Bantu Nasib Korban Holocaust Tentara Nazi

Telset.id, Jakarta - Sebuah foto tua dan teknologi pengenal wajah modern membantu dua saudara asal Israel mengetahui bagaimana sang...

BRTI akan Panggil Operator Bahas SOP Pergantian SIM Card

Telset.id, Jakarta - Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) akan memanggil operator minggu depan. BRTI dan operator akan membahas terkait...

Kominfo Belum Jatuhi Sanksi ke Indosat Soal Kasus Ilham Bintang

Telset.id, Jakarta - Kasus Ilham Bintang menyeret Indosat Ooredoo. Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) telah memanggil Indosat dan menunggu...

Nilai Saham Tesla Meroket Lampaui Rp 1.365 Triliun

Telset.id, Jakarta - Tesla menjadi produsen mobil pertama asal AS dengan nilai saham mencapai USD 100 miliar atau Rp...
- Advertisement -