📑 Daftar Isi

Wajah Mark Zuckerberg dengan pola lingkaran merah dan oranye seperti sel mikroskopis

Zuckerberg Suntik Rp8 Triliun untuk Model AI Sel Manusia

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:

Telset.id – Mark Zuckerberg menggelontorkan dana hingga US$500 juta atau sekitar Rp8 triliun untuk mengembangkan model kecerdasan buatan (AI) yang mampu memprediksi perilaku sel manusia. Investasi besar-besaran ini dilakukan melalui Chan Zuckerberg Biohub, yayasan riset kesehatan yang ia dirikan bersama istrinya, Priscilla Chan.

Proyek ambisius tersebut berlangsung dalam jangka waktu lima tahun. Tujuan utamanya adalah menciptakan model prediktif sel manusia yang kelak dapat membantu para peneliti medis dan biolog memahami interaksi sel pada tingkat seluruh organisme. Biohub menyatakan misi jangka panjangnya adalah “menyembuhkan dan mencegah segala penyakit melalui biologi bertenaga AI, riset perbatasan, dan teknologi mutakhir.”

Dari total dana US$500 juta, sebanyak US$400 juta akan dialokasikan untuk pengembangan AI internal Biohub. Sisanya sebesar US$100 juta akan diberikan kepada peneliti pihak ketiga yang menjalankan proyek-proyek terkait. Langkah ini merupakan bagian dari strategi filantropi yang sebelumnya juga ditempuh oleh miliarder lain seperti Bill Gates dan Warren Buffett.

“Untuk membangun kecerdasan buatan yang dapat secara akurat merepresentasikan kompleksitas penuh biologi dan mempercepat riset ilmiah, kami membutuhkan data dalam jumlah yang jauh lebih besar dari yang ada saat ini,” ujar Kepala Sains Biohub Alex Rives dalam sebuah pengumuman. “Kami membutuhkan teknologi baru untuk mengamati sel, dari tingkat molekuler hingga jaringan, dan dalam konteks kesehatan serta penyakit.”

Investasi AI Kesehatan di Tengah Kontroversi Pajak

Pengumuman investasi ini muncul di tengah sorotan terhadap praktik perpajakan Meta, perusahaan induk Facebook yang dipimpin Zuckerberg. Menurut laporan Institute on Taxation and Economic Policy, Meta membayar tarif pajak pendapatan federal terendah dalam sejarah pada 2025, yaitu hanya sekitar 3,5 persen dari total pendapatannya.

Angka tersebut jauh di bawah tarif pajak korporasi federal yang sebesar 21 persen. Ironisnya, Meta justru mencatat tahun terbaiknya dengan meraup laba sebesar US$79 miliar sepanjang 2025. Selisih antara tarif yang dibayarkan dengan tarif seharusnya mencapai US$13,7 miliar.

Dana sebesar itu, menurut pengamat, seharusnya bisa dialokasikan untuk berbagai program publik. Mulai dari riset medis hingga program asuransi kesehatan federal dan layanan nutrisi bagi warga Amerika berpenghasilan rendah.

Meski demikian, Zuckerberg memilih jalur filantropi melalui Chan Zuckerberg Biohub. Pendekatan ini mengingatkan pada langkah Bill Gates yang mendirikan Bill & Melinda Gates Foundation untuk menyalurkan kekayaannya ke riset kesehatan global.

Potensi dan Tantangan Model AI Sel Manusia

Jika berhasil, model AI sel manusia ini berpotensi membuka terobosan luar biasa dalam biosains. Secara teoretis, teknologi ini bisa membantu manusia memahami penyakit mematikan dan pada akhirnya membuatnya menjadi masa lalu. Namun, pernyataan setinggi itu masih perlu dibuktikan dengan hasil riset konkret.

Tantangan utama yang dihadapi Biohub adalah ketersediaan data. Seperti diakui Alex Rives, data biologis yang ada saat ini masih jauh dari cukup untuk melatih AI yang mampu merepresentasikan kompleksitas biologi secara utuh. Biohub perlu mengembangkan teknologi observasi baru untuk mengamati sel dari tingkat molekuler hingga jaringan.

Proyek ini juga menarik perhatian karena keterkaitannya dengan riset genetika dan transhumanisme. Beberapa pengamat mengaitkan langkah ini dengan obsesi terhadap modifikasi genetik yang sempat menjadi sorotan dalam kasus Jeffrey Epstein. Namun, Biohub sendiri belum mengomentari keterkaitan tersebut.

Dalam perkembangannya, riset sel buatan juga dilakukan di berbagai negara. Salah satunya adalah proyek ayam lab terrealistis yang dikembangkan ilmuwan Jepang. Semua ini menunjukkan bahwa riset biologi berbasis laboratorium semakin menjadi tren global.

Ke depan, model AI sel manusia buatan Biohub diharapkan bisa menjadi fondasi bagi berbagai teknologi masa depan di bidang kesehatan. Namun, perjalanan masih panjang dan hasilnya belum bisa dipastikan dalam waktu dekat.

Satu hal yang pasti: Zuckerberg telah memilih jalur ambisius untuk membelanjakan kekayaannya. Apakah investasi ini akan membuahkan hasil sesuai klaimnya, hanya waktu yang bisa menjawab.