📑 Daftar Isi

Latient Pod di stasiun charging EV dengan GPU Nvidia

Xeal Pasang 100.000 GPU Nvidia di Stasiun Charging EV

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Xeal bangun jaringan edge inference pakai kapasitas idle charging EV
  • Target deploy lebih dari 100.000 GPU Nvidia di 1.600+ lokasi
  • Latient Pods menampung hingga 48 GPU Hopper atau Blackwell Ultra
  • Klaim latensi di bawah 20ms lewat jaringan Metro Edge
  • Pod pertama beroperasi online akhir tahun ini

Telset.id – Perusahaan pengisian daya kendaraan listrik (EV) asal Amerika Serikat, Xeal, berencana memanfaatkan kapasitas idle di jaringan stasiun charging miliknya untuk membangun apa yang disebut sebagai “jaringan komputasi edge inference pertama di dunia”. Langkah ini menempatkan infrastruktur charging EV sebagai fondasi baru bagi komputasi AI, bukan sekadar tempat mengisi baterai.

Xeal menyebut pihaknya telah memiliki lebih dari 1.600 lokasi dengan kapasitas listrik terpasang dan berizin sebesar 200MW. Dari basis infrastruktur tersebut, Xeal menargetkan untuk “men-deploy lebih dari 100.000 GPU NVIDIA” di sejumlah titik stasiun charging yang tersebar di kawasan metropolitan Amerika Serikat.

Untuk merealisasikan rencana itu, Xeal mengembangkan perangkat bernama Latient Pods. Setiap pod dapat menampung hingga 48 GPU Nvidia Hopper atau Blackwell Ultra. Dengan target pembelian 100.000 GPU Nvidia, maka sejumlah lokasi diperkirakan akan memiliki lebih dari satu pod, atau Xeal berencana memperluas jaringan stasiun chargingnya hingga mendekati total 2.100 lokasi.

Latient Pods Manfaatkan Kapasitas Charging yang Menganggur

Nikhil Bharadwaj, co-founder sekaligus CEO Xeal, menjelaskan bahwa Latient Pods dapat menyediakan kapasitas komputasi inferensi saat ini, bahkan ketika pusat data baru masih dalam tahap pembangunan. Menurutnya, Latient menjadi cara tercepat untuk menghadirkan komputasi baru secara online dengan memanfaatkan kapasitas energi yang sudah berizin dan terhubung ke jaringan listrik, namun belum terpakai.

Bharadwaj menegaskan bahwa kapasitas tersebut berada tepat di lokasi yang dibutuhkan untuk latensi ultra-rendah, dan tidak memerlukan sambungan air. Ia menyoroti bahwa koneksi ke jaringan listrik (grid interconnect) menjadi salah satu hambatan tersulit bagi pihak-pihak yang ingin menghadirkan komputasi baru secara online. Sementara itu, stasiun charging EV milik Xeal diklaim “biasanya beroperasi di bawah 10 persen dari kapasitas yang diizinkan”.

Dari sisi desain, Latient Pod dalam gambar render Xeal tampak mirip dengan kabinet fiber broadband yang biasa ditemui di jalanan. Pod ini mengandalkan kapasitas charging EV yang idle, dilengkapi pendingin mandiri tanpa sambungan air, serta beroperasi senyap di bawah 65 dB—setara dengan suara mesin cuci.

A Latient Pod at an EV charging station

Sejumlah fitur lain yang disematkan pada Latient Pods antara lain kemampuan bertahan di luar ruangan berkat enclosure NEMA 4, waktu instalasi yang hanya hitungan jam hingga siap beroperasi, serta opsi sewa tetap atau pendapatan tambahan bagi pemilik lokasi. Xeal mengklaim pod ini dapat menambah nilai properti hingga 1 juta dolar AS dengan investasi yang minim atau bahkan tanpa investasi. Seluruh tagihan listrik disebut ditanggung sebagai pass-through tenant, dan berpotensi menghadirkan penghematan bagi pelanggan charging EV.

Dari sisi nilai aset, 48 GPU Blackwell diperkirakan bernilai sekitar 2.000.000 dolar AS berdasarkan angka tahun 2024, sehingga nilainya diprediksi jauh lebih tinggi saat ini. Hal ini memunculkan pertanyaan soal keamanan, mengingat stasiun charging EV sebelumnya pernah menjadi sasaran pencurian kabel tembaga.

Metro Edge dan Target Operasional Pod Pertama

Xeal mengklaim bahwa penempatan pod di sekitar kawasan metropolitan, yang diberi nama Metro Edge, menawarkan latensi di bawah 20ms. Angka ini disebut jauh lebih cepat dibandingkan inferensi yang dijalankan di pusat data yang berjarak jauh. Dengan begitu, jaringan Latient Pods berpotensi menghadirkan pemrosesan AI yang lebih dekat ke pengguna sekaligus memanfaatkan infrastruktur yang telah dibangun.

Penilaian positif juga datang dari perwakilan Nvidia. Menurutnya, jaringan Latient Pods yang akan datang merupakan cara inovatif untuk membawa inferensi berlatensi rendah lebih dekat ke pengguna, sekaligus memanfaatkan infrastruktur yang sudah terbangun dengan lebih baik.

Nvidia

Rencana Xeal ini juga bersinggungan dengan tren komputasi terdistribusi yang tengah berkembang di industri. Sebelumnya, pendekatan serupa pernah dibahas dalam konteks lain, seperti pemanfaatan aset kendaraan listrik yang tidak terpakai untuk kebutuhan inferensi.

Meski demikian, penerapan Latient Pods tidak lepas dari tantangan keamanan. Stasiun charging EV sebelumnya dilaporkan menjadi sasaran pencurian kabel karena nilai tembaga dari kabel besar yang digunakan di lokasi tersebut. Dengan nilai GPU yang sangat tinggi di dalam setiap pod, kebutuhan akan sistem keamanan yang memadai menjadi pertimbangan penting.

Xeal menyatakan bahwa Latient Pod pertama akan beroperasi secara online pada akhir tahun ini. Dengan kapasitas charging yang belum termanfaatkan secara maksimal, rencana ini menjadi salah satu contoh bagaimana infrastruktur energi yang sudah ada dapat dialihfungsikan untuk mendukung kebutuhan komputasi AI yang terus tumbuh.

Bagi pelaku industri, langkah Xeal menunjukkan bahwa nilai dari jaringan charging EV tidak lagi terbatas pada layanan pengisian daya. Kapasitas listrik, lokasi strategis di kawasan metropolitan, serta perizinan yang sudah ada menjadi aset yang dapat dimonetisasi untuk keperluan lain, termasuk komputasi terdistribusi. Perkembangan ini juga menjadi sinyal bahwa persaingan menghadirkan kapasitas komputasi AI tidak hanya berlangsung di ranah pusat data, tetapi mulai merambah ke infrastruktur yang sudah tertanam di tengah masyarakat.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.