Telset.id – Warga Dowagiac, Michigan, Amerika Serikat, melayangkan gugatan terhadap sebuah data center yang diduga menghasilkan suara berdenging bernada tinggi (high-pitched whining sound) selama 24 jam penuh dalam dua tahun terakhir. Gugatan ini menyoroti dampak kebisingan yang mengganggu kehidupan sehari-hari warga sekitar.
Menurut laporan WXYZ, data center tersebut dimiliki oleh Alliance Cloud Services LLC, anak perusahaan dari Hyperscale Data. Bangunan yang dulunya merupakan kawasan industri ini berada di belakang deretan pohon pinus, tepat di seberang jalan dari rumah-rumah warga yang paling terdampak.
Lokasi ini mulai dikembangkan pada tahun 2018 dan kemudian berubah menjadi pusat penambangan cryptocurrency pada tahun 2021. Namun, perubahan drastis terjadi pada tahun 2024 ketika bangunan tersebut mulai memancarkan polusi suara tanpa henti.
Warga setempat menggambarkan suara bising itu seperti suara vacuum cleaner yang menyala terus-menerus di ruang tamu mereka. Menanggapi keluhan ini, perusahaan telah menawarkan untuk membeli rumah-rumah warga yang tidak puas.
“It sounds like someone set up a vacuum, like in your living room. And the vacuum is just… that thing needs to be cleaned… the filter is clogged up, so it’s a high-pitch whining. And they just left it on and walked out,” ujar Lindy Valenzuela, salah satu warga yang tinggal berseberangan dengan data center tersebut.
Billy Finn, warga lain yang juga tinggal di dekat lokasi, menambahkan, “You’ve seen movies and stuff where they have somebody in a cell torturing them with sound. And that’s basically what it is.” Pernyataan ini menggambarkan betapa parahnya dampak psikologis dari polusi suara yang mereka alami setiap hari.
Baca Juga:
Pemerintah kota Dowagiac baru-baru ini memberlakukan peraturan kebisingan industri dengan batas maksimal 65dB pada siang hari dan 55dB pada malam hari. Data center tersebut telah didenda karena melanggar aturan ini. Namun, Hyperscale Data menentang hasil pengukuran dan metodologi yang digunakan oleh pihak kota.
Perusahaan menyatakan bahwa mereka berencana untuk memperluas operasi di area tersebut. Akan tetapi, pihak kota mengklaim belum menerima pengajuan izin apapun terkait rencana ekspansi tersebut.
Dalam sebuah pertemuan dewan khusus, CEO Hyperscale Data, William Horne, secara langsung menyampaikan kepada warga bahwa situs tersebut akan beralih dari operasi cryptocurrency menuju komputasi AI dan robotika canggih. Perusahaan mengalokasikan dana sebesar $100 juta untuk mewujudkan transformasi ini.
Horne juga mengungkapkan bahwa perusahaannya telah membeli beberapa hektar properti di sekitarnya untuk digunakan sebagai buffer alami guna mengurangi kebisingan yang mempengaruhi warga. Selain itu, mereka melakukan berbagai upaya lain untuk menurunkan tingkat suara.
“If they still aren’t happy, and feel that their home isn’t enjoyable, then we’ll buy their property from them,” kata Horne. Namun, pernyataan ini tidak diterima dengan baik oleh warga yang terdampak.
Seorang warga mengatakan bahwa keluarganya telah tinggal di area tersebut selama hampir seratus tahun, dengan teman dan sistem pendukung yang sudah terbangun. Warga lain memiliki bayi berusia 17 bulan dan sedang mengandung anak kedua, sehingga pindah rumah menjadi pilihan yang sangat sulit, bahkan mustahil.
Karena itu, warga mempertanyakan kepada CEO mengapa perusahaan tidak segera menindaklanjuti keluhan yang sudah disampaikan sejak awal. Mereka menuduh perusahaan tidak menjadi tetangga yang baik.
Ini bukan pertama kalinya gugatan polusi suara diajukan terhadap data center di Amerika Serikat. Sebuah data center Microsoft di Wisconsin juga menghadapi gugatan class-action serupa dari warga yang tinggal dalam radius 1,5 mil dari fasilitas tersebut.
Sebuah organisasi nirlaba juga menyatakan bahwa getaran yang tidak terdengar, yang disebut infrasound, yang dipancarkan oleh situs industri ini dapat didengar dan dirasakan hingga ratusan kaki di area sekitarnya. Infrasound ini berpotensi memiliki efek kesehatan negatif bagi siapa pun yang merasakannya.
Kasus di Dowagiac ini menjadi contoh nyata bagaimana perkembangan infrastruktur teknologi, seperti data center untuk AI dan cryptocurrency, dapat menimbulkan konflik dengan masyarakat sekitar. Polusi suara yang dihasilkan bukan hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga berdampak pada kualitas hidup dan kesehatan mental warga.
Ke depannya, perselisihan antara warga dan Hyperscale Data ini diperkirakan akan menjadi preseden penting dalam pengaturan tata ruang dan operasional fasilitas teknologi. Bagaimana keseimbangan antara kemajuan industri dan hak-hak warga akan diuji melalui proses hukum ini.





Komentar
Belum ada komentar.