Ilustrasi US Army dan teknologi AI dengan latar belakang peta digital

US Army Kembali Batasi Token AI Usai Jatah Setahun Habis Sebulan

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • US Army terpaksa membatasi token AI setelah jatah setahun habis hanya dalam sebulan
  • Pada Mei 2026, token tak terbatas diberikan, namun habis pada pertengahan Juni 2026
  • Paket tahunan Ask Sage berisi 100 juta token untuk 200.000 token per karyawan per bulan
  • Departemen Pertahanan AS menggunakan 20 miliar token AI per hari selama Operasi Epic Fury di Iran
  • Ketersediaan token setelah Oktober 2026 masih belum pasti
  • Kasus ini menjadi contoh dampak biaya dari dorongan AI yang agresif tanpa perencanaan matang

Telset.id – US Army terpaksa kembali membatasi penggunaan token AI setelah jatah setahun penuh habis hanya dalam waktu satu bulan. Kasus ini menunjukkan bahwa bahkan lembaga pemerintah paling besar sekalipun tidak mampu mengendalikan biaya AI yang tidak terduga dan terus meningkat.

Pada Mei 2026, Angkatan Darat Amerika Serikat mengumumkan akan memberikan token tak terbatas kepada para penggunanya. Namun, pada pertengahan Juni, kumpulan token tersebut sudah habis. Sebuah email internal yang diverifikasi oleh Wired mengonfirmasi bahwa batasan penggunaan kini harus diberlakukan kembali, dengan penggunaan token diperbarui pada level saat ini untuk sementara waktu.

Ketersediaan token setelah Oktober 2026 masih belum pasti, karena Angkatan Darat kemungkinan besar khawatir dengan biaya yang terus meningkat. “Rupanya seluruh Angkatan Darat menghabiskan seluruh jatah token setahun hanya untuk satu layanan,” kata seorang karyawan yang tidak disebutkan namanya kepada Wired.

Untuk lebih jelasnya, Wired melaporkan bahwa paket tahunan perusahaan untuk Ask Sage, platform AI pilihan Angkatan Darat, berisi 100 juta token – cukup untuk sekitar 200.000 token per karyawan per bulan. Pengguna yang menghabiskan alokasi awal mereka secara otomatis diberikan tambahan token, sehingga batasan tersebut menjadi hampir tidak berguna.

Sebagai perbandingan, Departemen Pertahanan AS dilaporkan menggunakan 20 miliar token AI per hari selama Operasi Epic Fury di Iran yang berlangsung selama 38 hari. Angka ini menunjukkan betapa besarnya konsumsi token yang bisa terjadi dalam operasi militer berskala besar.

Secara lebih luas, para pekerja telah didorong secara aktif untuk menggunakan AI generatif di berbagai peran mereka agar Angkatan Darat bisa mengetahui secara pasti di mana teknologi tersebut dapat meningkatkan produktivitas secara serius. Dorongan agresif ini ternyata tidak mempertimbangkan dampak biaya yang mungkin timbul.

Kasus ini menjadi contoh sempurna bagaimana dorongan AI yang agresif mungkin tidak selalu mempertimbangkan dampak biaya. Dengan banyak vendor AI kini beralih ke model berbasis konsumsi atau output yang tidak dapat diprediksi, alih-alih langganan per kursi tetap, menjadi semakin sulit untuk memprediksi dan mengalokasikan anggaran.

Meskipun tidak terkait langsung dengan isu teknologi militer, fenomena antusiasme pengguna yang melampaui ekspektasi juga terlihat di berbagai platform lain. Salah satu contohnya adalah antusiasme penggemar K-Pop yang luar biasa, seperti yang terlihat pada Video Dynamite BTS yang berhasil menembus 500 juta views.

Konsumsi token yang melonjak drastis ini menjadi pelajaran berharga bagi institusi lain yang berencana mengadopsi AI secara masif. Perencanaan anggaran yang matang dan pemahaman mendalam tentang pola penggunaan menjadi kunci agar adopsi AI tidak menjadi beban finansial yang tidak terkendali.

Fenomena tokenmaxxing, di mana pekerja menggunakan token AI secara berlebihan untuk mencapai target penggunaan, juga menjadi perhatian. Hal ini menunjukkan bahwa insentif yang salah dalam penggunaan AI dapat menyebabkan pemborosan sumber daya yang signifikan.

Ke depannya, Angkatan Darat AS harus mengevaluasi kembali strategi adopsi AI mereka agar lebih berkelanjutan secara finansial. Pelajaran dari kasus ini relevan tidak hanya bagi institusi militer, tetapi juga bagi perusahaan dan organisasi lain yang ingin memanfaatkan kekuatan AI tanpa harus menghadapi konsekuensi biaya yang tidak terduga.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.