📑 Daftar Isi

Jensen Huang menerima panggilan telepon dari Presiden Trump di atas panggung All-In Summit

Trump Sebut Kekhawatiran AI Hoax, Jensen Huang Ambil Panggilan di Panggung

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Trump menelepon Jensen Huang saat Huang berada di atas panggung All-In Summit
  • Panggilan ditempatkan pada speakerphone di depan kerumunan besar
  • Trump menyebut kekhawatiran soal AI sebagai "hoax"
  • Trump menegaskan "robot tidak akan mengambil alih"
  • Panggilan terjadi setelah esai Dario Amodei soal perlambatan AI
  • Trump merespons esai tersebut melalui unggahan Truth Social
  • Huang merespons dengan pernyataan "semua orang menang dalam perlombaan AI di Amerika"
  • Trump menyinggung soal data center tanpa memberikan detail spesifik

Telset.id – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menelepon CEO Nvidia Jensen Huang saat Huang sedang berada di atas panggung All-In Summit yang digelar All-In Podcast pada Senin. Dalam panggilan tersebut, Trump menyebut kekhawatiran terkini soal perkembangan AI sebagai “hoax” dan menyatakan kepada kerumunan bahwa “robot tidak akan mengambil alih.”

Momen ini menjadi yang pertama bagi Huang menerima panggilan dari presiden di depan kerumunan besar. Huang tidak langsung mengangkat panggilan itu secara pribadi, melainkan menempatkan Trump pada speakerphone sehingga seluruh hadirin di acara tersebut dapat mendengar langsung pernyataan presiden. Panggilan ini menjadi salah satu sorotan utama dalam rangkaian peristiwa seputar AI pada pekan ini.

Panggilan tersebut bukan sekadar kejadian spontan. Huang memang dikenal memiliki keterkaitan dengan isu-isu besar seputar AI, termasuk ketika ia menyampaikan pandangannya soal Klaim Jensen Huang terkait AGI dan koneksinya ke GPT-6 Astra. Namun, pada momen di All-In Summit kali ini, Huang lebih banyak membiarkan Trump menyampaikan pandangannya sendiri di hadapan publik.

Panggilan dari Trump terjadi di tengah pekan yang sudah ramai dengan berita AI. Sebelumnya, CEO Anthropic Dario Amodei menerbitkan esai panjang bertajuk “We Must Pace the Frontier” pada akhir pekan. Dalam esai tersebut, Amodei berargumen untuk memperlambat pengembangan AI dan mendorong koordinasi antar pemerintah. Esai itu memicu banyak tanggapan dari para eksekutif AI, yang secara umum setuju dengan pandangan Amodei.

Trump justru memberikan respons berbeda. Melalui unggahan di Truth Social pada Senin, presiden menyampaikan pandangan yang berlawanan dengan gagasan memperlambat pengembangan AI. Sebagian dari isi unggahan tersebut kemudian ia ulangi kembali saat berbicara dalam acara yang sama ketika menelepon Huang. Sikap Trump ini menegaskan perbedaan arah antara pemerintah Amerika Serikat dan sebagian pelaku industri AI yang menginginkan perlambatan.

Panggilan Trump dan Isu Data Center

Dalam pernyataannya di atas panggung, Trump juga menyinggung soal data center. Ia mengklaim akan ada komunitas-komunitas yang “sekarat” tanpa keberadaan data center, namun kini justru menjadi “benar-benar kaya.” Klaim tersebut disampaikan Trump tanpa memberikan detail atau spesifikasi lebih lanjut mengenai komunitas mana yang ia maksud.

Huang sendiri tidak melakukan bantahan terhadap pernyataan Trump. Ia memilih merespons dengan pernyataan yang menyatukan berbagai pihak dalam persaingan AI. “Kami akan memastikan semua orang menang dalam perlombaan AI di Amerika. Setiap industri, setiap perusahaan, setiap negara bagian, setiap orang,” ujar Huang.

Selain itu, Huang juga menarik perhatian Trump dengan memberi tahu presiden bahwa ia sedang berbicara kepada “ribuan” orang. Pernyataan Huang tersebut menegaskan skala audiens yang menyaksikan langsung panggilan tersebut di All-In Summit.

Panggilan tersebut menjadi bagian dari rangkaian panjang keterlibatan Huang dalam perdebatan seputar AI. Sebelumnya, Huang juga pernah menyampaikan pandangan terkait Klaim Jensen Huang soal AGI yang sempat memicu perhatian publik. Selain itu, Huang juga pernah Bela Penggunaan Model AI China di AS, menunjukkan posisinya yang kerap berada di tengah isu-isu strategis industri AI.

Rangkaian peristiwa pekan ini memperlihatkan ketegangan yang muncul antara narasi pemerintah dan narasi sebagian pelaku industri. Di satu sisi, Amodei dan sejumlah eksekutif AI mendorong perlambatan serta koordinasi antar pemerintah. Di sisi lain, Trump secara terbuka menolak kekhawatiran tersebut dan menyebutnya sebagai “hoax.” Panggilan yang diterima Huang di atas panggung menjadi simbol dari perbedaan pandangan tersebut.

Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi lanjutan dari Nvidia maupun dari pihak Gedung Putih terkait panggilan tersebut. Rekaman lengkap pernyataan Trump dalam acara tersebut dapat didengar melalui unggahan di platform X. Panggilan itu sendiri menjadi salah satu momen yang paling banyak dibicarakan dalam rangkaian acara All-In Summit kali ini.

Bagi publik yang mengikuti perkembangan industri AI, kejadian ini menandakan bahwa perdebatan soal arah pengembangan AI tidak lagi hanya berlangsung di ruang-ruang konferensi atau forum teknis, tetapi juga masuk ke ranah politik secara langsung. Panggilan Trump kepada Huang di depan ribuan orang menunjukkan bahwa isu AI kini menjadi bagian dari percakapan publik yang lebih luas, melibatkan pemerintah, perusahaan teknologi, dan masyarakat umum.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.