Telset.id – Tom Hanks, aktor legendaris yang telah menyuarai Woody dalam lima film Toy Story selama 30 tahun terakhir, mengungkapkan kekhawatirannya bahwa kecerdasan buatan atau AI akan menggantikan aktor manusia. Ia menyebut kemungkinan tersebut sebagai “a scary thought” atau pemikiran yang menakutkan.
Dalam wawancara terbaru dengan Entertainment Weekly, Hanks menyatakan bahwa waktu adalah sesuatu yang tak terkalahkan. Ia mempertanyakan apakah kita bisa merangkai versi dirinya dari data digital yang sudah ada.
“Time is undefeated,” kata Hanks. “The question would be whether or not we could cobble together some version of me. Every word we have ever recorded in time in Toy Story is on digital media somewhere, so they could put together anything they would want.”
Pernyataan ini muncul di tengah perdebatan sengit tentang penggunaan AI di industri film. Teknologi AI kini sudah digunakan untuk mereproduksi suara dan menyelesaikan penampilan aktor yang telah meninggal dunia. Bahkan, sudah ada film yang sepenuhnya dihasilkan oleh AI tanpa melibatkan aktor suara manusia.

Sebagian besar proyek hiburan yang menggunakan AI sejauh ini melibatkan partisipasi atau persetujuan dari para pemainnya sendiri. Namun, hal ini juga menunjukkan seberapa cepat teknologi tersebut telah matang. Apa yang dulu membutuhkan efek visual yang rumit kini bisa dicapai dengan model machine learning canggih yang dilatih dengan materi yang sudah ada selama bertahun-tahun.
Hanks sendiri pernah terlibat dalam produksi yang dibantu AI, yaitu dalam film Here. Film tersebut menggunakan AI untuk meremajakan penampilan Hanks dan lawan mainnya, Robin Wright, tanpa sepenuhnya bergantung pada efek visual tradisional.
Kekhawatiran Hanks tidak hanya terbatas pada kariernya sendiri. Ia sebelumnya juga menyatakan bahwa kekhawatiran terbesarnya adalah apakah penonton pada akhirnya akan berhenti peduli apakah sebuah penampilan berasal dari manusia atau tidak. Penonton mungkin tidak lagi percaya bahwa apa yang mereka lihat tidak diproduksi dengan AI.
Pertanyaan itu terasa lebih meresahkan daripada apakah Woody bisa kembali tanpa Hanks. Buzz Lightyear akhirnya bisa terbang, tapi masa depan akting manusia masih belum pasti.
Ada ironi dalam pernyataan Hanks. Toy Story yang pertama adalah revolusi teknologi yang dianggap sebagian orang sebagai ancaman bagi animasi tradisional yang digambar tangan. Tiga dekade kemudian, salah satu bintang yang membantu memulai revolusi itu kini melihat gelombang teknologi berikutnya dengan kewaspadaan yang bisa dipahami.
Kewaspadaan tidak berarti penolakan terhadap AI. Hanks dikenal sebagai bagian dari proyek-proyek yang menggunakan alat canggih seperti motion capture, pembuatan film digital, dan efek visual eksperimental sepanjang kariernya. Kekhawatirannya tampaknya lebih tentang apa yang hilang ketika teknologi mulai menggantikan orang-orang yang menjadi koneksi emosional penonton.
Baca Juga:
Meskipun setiap penggunaan AI dapat dibenarkan sebagai alat pembuatan film lainnya, masih ada pertanyaan yang lebih besar tentang di mana bantuan AI berakhir dan penggantian dimulai. Jawabannya mungkin akan bergantung pada apa yang diputuskan oleh penonton sebagai sesuatu yang berharga, bukan semata-mata pada kemampuan teknis.
Bintang film lebih dari sekadar kumpulan ekspresi wajah dan rekaman vokal. Menciptakan kembali penampilan yang diasosiasikan penonton dengan Woody, yang lebih dari sekadar “cukup baik”, akan menjadi tugas yang sangat berat. Nintendo Switch mungkin jadi kado favorit, tapi suara asli Woody tetap tak tergantikan.





Komentar
Belum ada komentar.