Ilustrasi grafik saham dengan otak AI di tengah melambangkan perusahaan teknologi kecerdasan buatan

Survei: 69% Warga AS Dukung Saham AI untuk Dana Publik

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Survei Verasight Juni 2026 melibatkan 1.690 responden dewasa AS
  • 69% responden mendukung kebijakan Sanders mewajibkan transfer 50% saham AI ke dana publik
  • Dukungan turun tipis ke 64% saat nama Sanders disebut
  • 43% percaya regulasi AI dibuat untuk keuntungan perusahaan
  • 30% lebih percaya pemerintah federal dibanding OpenAI/Anthropic
  • Kebijakan akan beri cek $1.000/tahun dan dana kesehatan/ pendidikan
  • Industri AI masih dipandang lebih baik dari tembakau dan kasino

Telset.id – Sebuah survei terbaru mengungkapkan bahwa mayoritas warga Amerika Serikat mendukung kebijakan Senator Bernie Sanders yang mewajibkan perusahaan AI mentransfer 50% saham mereka ke dana publik. Temuan ini menunjukkan adanya tekanan publik yang kuat terhadap industri kecerdasan buatan untuk bertanggung jawab secara sosial.

Survei yang dilakukan oleh perusahaan riset nonpartisan Verasight pada Juni 2026 ini melibatkan 1.690 responden dewasa. Hasilnya, lebih dari dua pertiga atau 69% responden mendukung kebijakan tersebut. Angka dukungan ini hanya turun tipis menjadi 64% setelah responden mengetahui bahwa ide tersebut berasal dari Senator Bernie Sanders, seorang tokoh politik yang dikenal kontroversial.

“Temuan dari survei terbaru kami menunjukkan adanya konsensus bipartisan yang langka,” ujar Ben Leff, CEO dan Co-Founder Verasight. “Ada keinginan yang tidak dapat disangkal di antara warga Amerika dari kedua partai untuk pengawasan federal, transparansi absolut, dan akuntabilitas guna memastikan keamanan AI dan memungkinkan semua warga Amerika berpartisipasi dalam manfaat ekonomi dari AI.”

Kebijakan Senator Bernie Sanders memberikan masyarakat saham langsung di perusahaan AI terbesar di Amerika. Rencana ini mencakup pajak satu kali yang dibayarkan bukan dalam bentuk uang tunai, melainkan dalam bentuk saham. “Karena AI dibangun di atas pengetahuan kolektif umat manusia, kekayaan yang dihasilkannya harus bermanfaat bagi umat manusia,” kata Sanders saat mengumumkan rencananya di media sosial.

Menurut proposal Sanders, kebijakan ini akan memberikan cek tahunan sebesar $1.000 kepada warga negara AS, serta mendanai layanan kesehatan dan pendidikan. Survei juga menunjukkan ketidakpercayaan yang signifikan terhadap cara perusahaan AI beroperasi, dengan hampir setengah atau 43% responden percaya bahwa regulasi yang diusulkan oleh perusahaan AI dirancang untuk menguntungkan perusahaan-perusahaan tersebut.

Yang lebih mengejutkan, 30% responden lebih mempercayai pemerintah federal AS dibandingkan perusahaan seperti OpenAI dan Anthropic. Persepsi publik yang buruk terhadap industri AI ini menjadi tantangan serius bagi perusahaan-perusahaan teknologi besar.

Meskipun perusahaan AI semakin tidak populer, survei menunjukkan bahwa industri AI masih dipandang lebih baik dibandingkan industri tembakau dan kasino. Perasaan terhadap perusahaan AI juga lebih positif dibandingkan media sosial. Ini menunjukkan bahwa masih ada peluang bagi perusahaan seperti OpenAI, Google Gemini, Anthropic, dan Microsoft untuk memperbaiki citra mereka dengan menerima tanggung jawab sosial.

The Anthropic logo displayed on a screen with the flag of the United States in the background.

Ketidakpuasan publik terhadap dampak luas industri AI menjadi pendorong utama dukungan terhadap kebijakan dana publik ini. Masyarakat tampaknya nyaman menggunakan AI untuk menjawab pertanyaan, menyederhanakan proses, dan mempercepat tugas, namun mereka kurang nyaman dengan dampak industri yang lebih luas.

Dengan adanya tekanan publik yang kuat ini, perusahaan AI besar mungkin perlu mempertimbangkan langkah-langkah untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas mereka. Fitur Terbaru dalam regulasi AI bisa menjadi langkah awal yang penting.

Survei Verasight ini menjadi indikator kuat bahwa publik menginginkan perubahan fundamental dalam cara industri AI beroperasi. Dukungan bipartisan terhadap kebijakan Sanders menunjukkan bahwa isu ini melampaui batas-batas politik tradisional dan menjadi keprihatinan bersama.

Ke depannya, industri AI perlu menunjukkan komitmen nyata terhadap tanggung jawab sosial jika ingin mempertahankan kepercayaan publik. Kegagalan untuk melakukannya bisa berakibat pada regulasi yang lebih ketat dan tuntutan yang lebih besar dari masyarakat.

Para pengamat menilai bahwa hasil survei ini bisa menjadi momentum bagi pemerintah AS untuk lebih serius dalam mengatur industri AI. Dengan dukungan publik yang kuat, kebijakan seperti yang diusulkan Sanders mungkin akan mendapatkan perhatian lebih di tingkat legislatif.

Bagi perusahaan AI, tantangan terbesar saat ini adalah membangun kembali kepercayaan publik yang mulai terkikis. Kemudahan Perbaikan dalam hubungan antara industri dan masyarakat menjadi kunci untuk masa depan AI yang berkelanjutan.

Dengan lebih dari dua pertiga warga Amerika mendukung pembagian saham AI ke dana publik, tekanan terhadap perusahaan teknologi untuk berubah semakin besar. Ini bisa menjadi titik balik dalam hubungan antara industri AI dan masyarakat yang dilayaninya.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.