📑 Daftar Isi

Ilustrasi startup fusi nuklir Fusionality yang mengembangkan sistem kontrol reaktor fusi dengan pendanaan pre-seed

Startup Kontrol Fusi Nuklir Fusionality Kantongi Pendanaan Rp60 Miliar

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Fusionality, startup asal Lausanne, kantongi pendanaan pre-seed $3,7 juta (CHF 3 juta) dari Founderful dan Playfair
  • Didirikan oleh Federico Felici (CEO) dan Jonas Buchli (CTO) untuk mengembangkan sistem kontrol reaktor fusi
  • 80% sistem kontrol di setiap perusahaan fusi sama, menjadi peluang pasar bagi Fusionality
  • Fokus awal pada magnetic confinement, pendekatan menggunakan elektromagnet kuat
  • Tim saat ini berjumlah tujuh orang, akan kembangkan teknologi modular ala Lego
  • AI berperan penting di masa depan namun belum siap kontrol seluruh reaktor

Telset.id – Startup baru asal Lausanne, Fusionality, berhasil mengamankan pendanaan pre-seed senilai $3,7 juta (CHF 3 juta) untuk mengembangkan sistem kontrol bagi reaktor fusi nuklir. Pendanaan ini dipimpin oleh Founderful dan Playfair, menandai langkah awal perusahaan dalam mengisi celah pasar yang selama ini jarang tersentuh di industri energi fusi.

Fusionality didirikan oleh Federico Felici dan Jonas Buchli pada tahun ini. Felici menjabat sebagai CEO, sementara Buchli menjadi CTO. Keduanya melihat peluang besar setelah mendengar keluhan berulang dari perusahaan-perusahaan fusi tentang sulitnya mendapatkan komponen sistem kontrol yang sesuai dengan kebutuhan spesifik industri mereka.

“Kami ingin membeli banyak komponen untuk membuat sistem kontrol kami, tetapi tidak ada benar-benar yang menyediakannya — terutama tidak ada yang berbicara bahasa fusi,” ungkap Felici kepada TechCrunch. Pengalaman bertahun-tahun keduanya dalam mengembangkan cara baru untuk mengontrol perangkat fusi eksperimental menjadi modal utama berdirinya Fusionality.

Celah Pasar Sistem Kontrol Reaktor Fusi

Industri energi fusi tengah berkembang pesat dengan munculnya rantai pasokan baru. Beberapa startup seperti Kyoto Fusioneering fokus mengembangkan komponen untuk mengubah terobosan teknik menjadi listrik, sementara produsen lain memproduksi komponen presisi tinggi. Namun, sangat sedikit perusahaan yang mengkhususkan diri pada perangkat keras dan lunak untuk mengontrol reaktor fusi itu sendiri.

“Di seluruh industri, banyak perusahaan membuat sistem kontrol mereka sendiri dari awal,” kata Felici. “Tetapi sebenarnya, 80% dari sistem kontrol setiap perusahaan benar-benar sama.” Kondisi ini menjadi peluang besar bagi Fusionality untuk menawarkan solusi yang lebih efisien dan terstandarisasi.

Pembangkit listrik fusi menghasilkan listrik dengan memanfaatkan energi yang dilepaskan ketika dua atom menyatu, yang lebih mungkin terjadi dalam plasma bersuhu sangat tinggi. Namun, plasma bersifat fluktuatif, dan menjaga suhu, bentuk, serta tingkat bahan bakar yang tepat membutuhkan pengambilan keputusan dalam hitungan detik.

Sistem kontrol yang digunakan untuk menjaga kondisi tersebut memang kompleks untuk dikembangkan dan diterapkan, tetapi sebagian besar fisika dasarnya konsisten di berbagai desain reaktor. Fusionality berencana membangun sistem kontrol dan lingkungan simulasi yang kemudian dapat disesuaikan oleh startup dengan desain spesifik mereka.

Peran AI dan Fokus Awal Fusionality

Felici dan Buchli pertama kali bertemu saat mengajar AI untuk mengontrol tokamak eksperimental — perangkat berbentuk donat yang digunakan peneliti untuk mempelajari daya fusi. Felici bekerja di EPFL di Swiss yang memiliki tokamak, sementara Buchli bekerja di Google DeepMind. Belakangan, Felici pindah ke Google DeepMind untuk mengembangkan simulasi dan antarmuka machine learning bagi perangkat fusi.

Menurut Felici, AI akan “memainkan peran penting dalam sistem kontrol masa depan,” tetapi belum sepenuhnya siap menangani seluruh tantangan. “Saya bukan orang yang menganjurkan AI mengambil peran mengontrol seluruh reaktor fusi,” ujarnya. Saat ini, AI lebih cenderung “melengkapi, meningkatkan, atau mengoptimalkan” bagian-bagian sistem.

Untuk saat ini, Fusionality fokus pada cabang daya fusi yang dikenal sebagai magnetic confinement, pendekatan yang menggunakan elektromagnet kuat untuk menjaga bahan bakar fusi tetap cukup padat dan panas. Commonwealth Fusion Systems, Realta Fusion, Proxima Fusion, dan Type One Energy adalah contoh startup yang mengembangkan perangkat magnetic confinement. Nantinya, perusahaan akan mengembangkan sistem untuk pendekatan lain.

Pendanaan pre-seed ini akan membantu tim Fusionality yang saat ini berjumlah tujuh orang untuk mengembangkan “sejumlah teknologi yang dipilih secara ketat,” kata Felici, meskipun ia menolak menyebutkan secara spesifik. Ia menganalogikannya dengan blok Lego. “Kami mulai dengan beberapa blok ini, lalu kami membangun lebih banyak,” jelasnya. “Kami memiliki ambisi untuk melayani berbagai macam teknologi yang dibutuhkan untuk mengoperasikan reaktor fusi.”

Kehadiran Fusionality menunjukkan semakin matangnya ekosistem startup energi fusi, di mana perusahaan-perusahaan khusus mulai bermunculan untuk mendukung pengembangan teknologi ini. Dengan pendekatan yang lebih terstandarisasi, startup ini berpotensi mempercepat pengembangan reaktor fusi komersial di masa depan.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.