Halaman App Store untuk aplikasi Suno di layar iPhone.

Sony Music dan UMG Gugat Suno, Klaim Model v6 Langgar Hak Cipta

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Sony Music dan UMG menggugat Suno karena model v6 diduga dilatih dengan musik tanpa lisensi
  • Gugatan menyoroti pengakuan Suno bahwa v6 dilatih dari interaksi pengguna
  • Potensi pelanggaran mencapai 60.202 sound recording dengan denda hingga US$9 miliar
  • Suno membantah dan menegaskan v6 dilatih dengan konten berlisensi dari mitra
  • Suno mengakhiri dukungan model lama bersamaan dengan peluncuran v6

Telset.id – Sony Music Entertainment dan Universal Music Group (UMG) menggugat kembali AI music generator Suno karena model v6 terbarunya diduga melanggar hak cipta. Gugatan ini menantang narasi yang selama ini dibangun Suno bahwa model terbarunya telah dilatih dengan materi berlisensi.

Menurut laporan Variety, Sony Music dan UMG menilai Suno menggunakan cara memutar untuk melatih model v6 pada musik tanpa lisensi. Gugatan yang diperoleh Music Business Worldwide itu menyoroti pengakuan publik Suno bahwa model v6 juga dilatih menggunakan “interaksi” pengguna dengan layanan Suno. Bagi kedua label, interaksi tersebut berarti keluaran dan sinyal preferensi yang berasal dari model sebelumnya yang dibangun Suno dengan menyalin rekaman milik para penggugat tanpa otorisasi.

Dengan pemahaman itu, Sony Music dan UMG mengklaim Suno berpotensi melanggar hak cipta atas setidaknya 60.202 sound recording. Angka tersebut membuat Suno berpotensi menanggung ganti rugi hingga US$9 miliar berdasarkan hukum hak cipta Amerika Serikat, ditambah hingga US$2.500 untuk setiap kali Suno menghindari teknologi anti-unduh YouTube untuk mengambil lagu. Gugatan baru ini melanjutkan sengketa sebelumnya antara Sony Music, UMG, dan WMG terhadap Suno, serta peretasan data Suno pada Juli 2026 yang mengungkap bahwa perusahaan AI itu mengambil jutaan lagu dan lirik dari platform seperti YouTube Music, Deezer, dan Genius untuk melatih model-model sebelumnya.

Gugatan ini muncul di tengah upaya Suno merapikan citranya. Model v6 adalah model pertama Suno yang dirilis setelah menandatangani kesepakatan lisensi dengan Warner Music Group dan BMG. Suno juga menyebut telah meluncurkan v6 bersama WMG, BMG, dan Believe. Meski demikian, Sony Music dan UMG tetap mempersoalkan pengakuan bahwa model tersebut turut dilatih dari interaksi komunitas pengguna.

Dalam pernyataannya kepada Engadget, Suno menolak seluruh tuduhan tersebut. Perusahaan menegaskan bahwa klaim Sony Music dan UMG tetap cacat secara fakta maupun hukum, sekaligus menegaskan kembali bahwa Suno hadir agar lebih banyak orang dapat membuat musik baru.

“Selama dua tahun terakhir, kami memperkuat tujuan ini, meluncurkan v6 bersama WMG, BMG, dan Believe,” ujar Suno. “v6 dilatih pada konten berlisensi dari mitra kami, interaksi termasuk kreasi dan sinyal preferensi dari komunitas kami, serta pembelajaran yang terakumulasi dari tim kami. Kami bersemangat menyambut masa depan di mana AI dan industri musik terus saling memperkuat dan membangun pengalaman produk yang sepenuhnya baru bagi artis, penggemar, dan komunitas musik yang lebih luas.”

Di masa lalu, Suno membenarkan praktik pengambilan musik untuk melatih AI sebagai bagian dari doktrin fair use. Namun, bersamaan dengan peluncuran model v6, Suno mengakhiri dukungan untuk model-model lamanya. Langkah itu setidaknya menunjukkan bahwa Suno menilai menawarkan produk yang dilatih dengan materi berlisensi lebih dapat diterima oleh para kritikus.

The App Store page for Suno on an iPhone.

Sejumlah pengamat industri menilai langkah Sony Music dan UMG ini menjadi ujian penting bagi model bisnis AI musik yang menggabungkan lisensi resmi dengan pembelajaran dari interaksi pengguna. Sebelumnya, persoalan serupa juga menyeret nama besar Sony dalam sengketa lain, seperti yang terlihat pada PlayStation Pulse dan game digital PlayStation.

Jika hakim terpengaruh oleh pemahaman perusahaan rekaman tentang cara Suno melatih modelnya, upaya Suno beralih ke materi berlisensi mungkin tidak cukup untuk menghindari tanggung jawab hukum. Gugatan ini menempatkan masa depan model v6 dan strategi lisensi Suno dalam posisi yang belum pasti.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.