Ilustrasi chip AI SambaNova SN50 dengan latar belakang sirkuit elektronik

SambaNova Kantongi Rp16 Triliun, Siap Saingi Raksasa Chip AI

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
ā±ļø4 menit membaca
Bagikan:
  • SambaNova Systems mengantongi pendanaan Seri F senilai USD 1 miliar (Rp 16 triliun) dengan valuasi USD 11 miliar
  • Pendanaan dipimpin General Atlantic, dengan partisipasi Intel, BlackRock, dan investor lainnya
  • JPMorgan Chase terpilih sebagai mitra infrastruktur inferensi menggunakan sistem SN40L dan SN50
  • Chip SN50 dijadwalkan mulai dikirim pada paruh kedua 2026 dengan SoftBank sebagai mitra pertama
  • Perusahaan fokus pada segmen inferensi premium untuk model AI dengan triliunan parameter
  • Dana akan digunakan untuk memperkuat rantai pasokan dan memenuhi lonjakan permintaan

Telset.id – SambaNova Systems, perusahaan chip AI asal Amerika Serikat, berhasil mengantongi pendanaan segar senilai USD 1 miliar atau sekitar Rp 16 triliun dalam putaran awal Seri F. Pendanaan ini dipimpin oleh General Atlantic dan menempatkan valuasi perusahaan menjadi USD 11 miliar, menandai langkah agresif startup ini untuk bersaing di pasar infrastruktur AI yang semakin kompetitif.

Pendanaan tersebut menjadi suntikan modal signifikan bagi SambaNova yang berbasis di Palo Alto, California. Rodrigo Liang, CEO dan Co-founder SambaNova, mengonfirmasi kepada TechCrunch bahwa masih akan ada lebih banyak investor yang bergabung dalam waktu dekat. ā€œDalam beberapa minggu ke depan, beberapa investor lagi akan masuk, dan penutupan kedua kemungkinan akan selesai,ā€ ujar Liang.

Putaran Seri F ini datang hanya sekitar lima bulan setelah SambaNova meluncurkan chip terbarunya, SN50, pada Februari 2026. Sebelumnya, perusahaan yang didirikan pada 2017 ini juga sukses menutup putaran Seri E senilai USD 350 juta pada Februari lalu. Kecepatan perusahaan dalam menggalang dana menunjukkan tingginya kepercayaan investor terhadap prospek bisnis chip AI.

## JPMorgan Chase Jadi Mitra Strategis

Salah satu pengumuman paling signifikan yang menyertai pendanaan ini adalah terpilihnya SambaNova sebagai ā€œmitra infrastruktur inferensiā€ oleh JPMorganChase. Sistem SN40L dan SN50 milik SambaNova akan digunakan untuk mendukung inferensi AI yang aman dan on-premises di bank terbesar di Amerika Serikat tersebut.

ā€œMemiliki JPMorgan Chase yang memutuskan menggunakan SambaNova untuk solusi inferensi mereka adalah masalah besar,ā€ kata Liang. Ia menambahkan bahwa langkah ini mengirimkan sinyal kuat ke industri perbankan bahwa sudah waktunya untuk tidak sepenuhnya bergantung pada layanan cloud. ā€œBank-bank ini menginginkan infrastruktur yang heterogen.ā€

Kemenangan dengan JPMorgan dipandang sebagai sinyal bagi pasar yang lebih luas. Liang menjelaskan bahwa bank-bank ā€œsekualitas JP Morganā€ kini mulai membangun infrastruktur privat dan aman mereka sendiri untuk menjalankan inferensi pada model-model paling sensitif. Langkah ini diperkirakan akan bergema di luar sektor perbankan.

## Fokus pada Inferensi Premium

SambaNova memposisikan diri sebagai pemain di segmen ā€œinferensi premiumā€ yang mampu menjalankan model-model AI terbesar dengan kecepatan tinggi. Model-model AI frontier saat ini memiliki parameter hingga triliunan, dan SambaNova mengklaim perusahaannya dibangun khusus untuk menangani skala tersebut.

Perusahaan ini mampu memasukkan model dengan multi-triliun parameter ke dalam satu rak server, yang membantu model tersebut berjalan dengan cepat. Keunggulan teknis inilah yang menjadi nilai jual utama SambaNova di tengah persaingan dengan raksasa seperti NVIDIA.

Liang mengidentifikasi tiga tipe pelanggan utama SambaNova. Pertama adalah sovereign cloud, di mana pemerintah mendanai mitra lokal untuk membangun cloud privat. Kedua adalah neocloud. Ketiga adalah perusahaan yang membangun infrastruktur untuk kebutuhan mereka sendiri. Selain JPMorgan, SambaNova juga mencatatkan Saudi Aramco, Intel, dan beberapa perusahaan Jepang sebagai pelanggannya.

## Hubungan dengan Intel dan Masa Depan

SambaNova memiliki hubungan yang semakin erat dengan Intel, yang merupakan investor sejak Seri C dan turut berpartisipasi dalam putaran pendanaan terbaru ini. Lima bulan lalu, startup berusia sembilan tahun ini mengumumkan kemitraan multi-tahun dengan Intel untuk mendukung pengembangan inferensi AI berbasis chip Xeon milik Intel.

Kedua perusahaan kini mengembangkan produk secara bersama-sama dan memasarkannya secara kolektif. ā€œItu memberi kami hubungan yang hebat dengan mereka yang memungkinkan kami memanfaatkan skala Intel dengan teknologi yang kami miliki,ā€ ujar Liang.

Meskipun sempat ada laporan pada Desember lalu bahwa SambaNova sempat menjalin pembicaraan akuisisi dengan Intel yang menilainya sekitar USD 1,6 miliar, Liang tidak memberikan komitmen soal independensi perusahaan. Ia mengatakan perusahaan terus menerima tawaran. ā€œKami selalu didekati,ā€ katanya. Pintu untuk akuisisi tetap terbuka, namun momentum dan pertumbuhan kemungkinan besar akan mendorong perusahaan menuju ā€œmenjadi publik di beberapa titik.ā€

## Strategi Pendanaan dan Permintaan Pasar

SambaNova akan menggunakan dana segar ini untuk memperluas bisnis dan memperkuat rantai pasokan. Liang menyebut adanya gelombang permintaan yang luar biasa. ā€œKami menggunakan modal itu untuk mengamankan rantai pasokan,ā€ jelasnya, menggambarkannya sebagai langkah penting untuk memenuhi pesanan dan membeli material yang dibutuhkan perusahaan untuk pengiriman selama 12 bulan ke depan.

Investor lain yang berpartisipasi dalam putaran ini termasuk Seligman Ventures, T. Rowe Price Associates, dan Capital Group. Investor baru dan lama lainnya juga ikut serta, termasuk A&E Investment, Assam Ventures, Battery Ventures, Cambium Capital, BlackRock, Kabila Capital, QFO Capital, Qatar Investment Authority (QIA), Vista Equity Partners, dan Volantis.

Chip SN50, yang diumumkan pada Februari 2026, dijadwalkan mulai dikirimkan ke pelanggan pada paruh kedua tahun 2026, dengan SoftBank sebagai mitra penerapan pertamanya. Sementara itu, chip generasi sebelumnya, SN40L, telah diluncurkan pada September 2023 dan tersedia di cloud sejak saat itu, serta on-premises mulai November 2023.

## Peluang di Pasar Perusahaan dan Pemerintah

Liang menekankan bahwa perusahaan dan pemerintah baru saja memulai perjalanan AI mereka. Sebagian besar pertumbuhan sejauh ini terkonsentrasi di kalangan pembuat model dan laboratorium frontier di industri teknologi. Kondisi ini meninggalkan ā€œsejumlah besar pendapatanā€ yang masih belum tergarap.

Dengan pendanaan baru dan kemitraan strategis, SambaNova berada di posisi yang kuat untuk menangkap peluang tersebut. Fokus pada inferensi on-premises untuk data sensitif menjadi daya tarik utama bagi institusi keuangan dan pemerintah yang membutuhkan keamanan dan kontrol penuh atas infrastruktur AI mereka.

Keberhasilan SambaNova menggalang dana di tengah persaingan chip AI yang semakin ketat menunjukkan bahwa investor masih melihat potensi besar di sektor ini. Pengembangan chip AI oleh berbagai pemain baru juga menambah dinamika pasar yang menarik untuk disimak.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.