📑 Daftar Isi

CEO OpenAI Sam Altman tampil dengan nama "Ram Altman" di profil X saat membela pembelian RAM PC

Sam Altman Ganti Nama Jadi “Ram Altman” Bela Pembelian RAM PC

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Sam Altman mengganti nama di X jadi "Ram Altman" untuk membela posisinya soal pembelian RAM PC
  • Ia menegaskan ingin dunia memiliki pasokan memori melimpah dan telah lama mendorong peningkatan produksi memori
  • Pernyataan muncul setelah komentarnya di podcast Cheeky Pint soal DRAM dianggap keluar konteks
  • Pusat data AI menyerap pasokan RAM global sehingga memicu kelangkaan dan kenaikan harga
  • Intel memperkirakan kelangkaan hingga tahun depan, SK Hynix hingga 2030

Telset.id – CEO OpenAI Sam Altman mengganti nama tampilannya di X menjadi “Ram Altman” pada malam pemilihan, sebagai respons terhadap komentar seorang pengguna. Langkah ini ia ambil untuk membela posisinya soal pembelian RAM PC, setelah pernyataannya dalam sebuah podcast dianggap keluar dari konteks. Perubahan nama itu menjadi sorotan karena berlangsung di tengah kelangkaan RAM global yang memicu kenaikan harga perangkat teknologi.

Dalam unggahannya, Altman menegaskan bahwa ia memang ingin dunia memiliki pasokan memori yang melimpah. “i actually do want the world to have tons of memory and people to put as much as they want in their computers, and it is fucking annoying that this was taken out of context. i have been arguing for the world to ramp up memory production for a long time,” tulis Altman, seperti dikutip dari akun X miliknya. Ia juga membalas komentar pengguna lain dengan pernyataan, “i want you to have so much ram lets build more.”

Pernyataan tersebut muncul setelah Altman menjadi pembicara dalam podcast Cheeky Pint. Dalam sesi itu, ia menyebut bahwa memiliki sebagian pasokan DRAM dunia yang terbatas di komputer pribadi dan hanya terpakai lima persen waktu merupakan hal yang “quite terrible”. Komentar inilah yang kemudian memicu reaksi dan memaksa Altman menjelaskan ulang maksudnya melalui media sosial.

Kelangkaan RAM Global di Balik Pernyataan Altman

Pernyataan Altman tidak lepas dari kondisi pasokan RAM dunia saat ini. Pusat data AI disebut terus menyerap pasokan RAM global, sehingga memicu kelangkaan yang berujung pada kenaikan harga perangkat teknologi. Kondisi ini juga membuat banyak orang sulit mendapatkan RAM dalam jumlah besar seperti yang Altman katakan ia inginkan.

Altman sendiri sebelumnya sempat menyoroti persoalan alokasi DRAM global. Baca ulasan lengkapnya di artikel Alokasi DRAM Global untuk memahami konteks pernyataannya. Isu ini juga sempat ia singgung dalam pembahasan lain soal RAM di PC Rumah yang dianggap menjadi masalah bagi OpenAI.

Baca Juga:

Kelangkaan RAM ini diperkirakan tidak akan mereda dalam waktu dekat. Intel memperkirakan kondisi tersebut berlangsung setidaknya hingga tahun depan, sementara SK Hynix memprediksi kelangkaan bisa berlanjut hingga 2030. Proyeksi kedua perusahaan itu menunjukkan bahwa tekanan pada pasokan memori global masih akan terasa dalam beberapa tahun ke depan.

Di sisi lain, Altman juga sempat menjadi perbincangan karena pertemuannya dengan sejumlah eksekutif Samsung untuk membahas pasokan memori AI, sebagaimana dibahas dalam artikel Pasokan Memori AI. Langkah tersebut memperlihatkan betapa seriusnya perhatian OpenAI terhadap ketersediaan memori, sejalan dengan pernyataan Altman bahwa ia telah lama mendorong peningkatan produksi memori dunia.

Melalui perubahan nama menjadi “Ram Altman” dan rangkaian unggahannya, Altman berupaya meluruskan bahwa dukungannya terhadap pasokan memori melimpah bagi komputer pribadi tidak berubah. Pernyataan itu ia sampaikan langsung di X, merespons kekhawatiran publik yang muncul setelah komentarnya di podcast Cheeky Pint dianggap bertentangan dengan keinginan banyak pengguna untuk memiliki RAM lebih besar.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.