📑 Daftar Isi

Ilustrasi komik CEO OpenAI Sam Altman menawarkan pipa crack melambangkan strategi harga AI

Rugi OpenAI 2025 Tembus $39 Miliar, Harga Berlangganan Terancam Naik

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Kerugian bersih OpenAI melonjak dari $5 miliar (2024) menjadi $39 miliar (2025)
  • Lonjakan kerugian mendorong OpenAI beralih ke sistem penagihan berbasis token
  • CEO Sam Altman menyebut AI akan menjadi utilitas seperti listrik yang dibayar per pemakaian
  • Langganan ChatGPT Pro $200/bulan bisa membebani OpenAI hingga $14.000 jika digunakan maksimal
  • Seorang CFO perusahaan tak sengaja menghabiskan $500 juta untuk Claude dalam sebulan
  • Pengguna Reddit menyebut strategi OpenAI seperti pendekatan crack: gratis lalu naikkan harga
  • Perang harga AI justru bisa memaksa perusahaan menurunkan harga untuk tetap kompetitif

Telset.id – Kerugian bersih OpenAI pada tahun 2025 melonjak drastis menjadi USD 39 miliar, meningkat hampir delapan kali lipat dari kerugian USD 5 miliar di tahun sebelumnya. Lonjakan ini mendorong perusahaan pengembang ChatGPT tersebut untuk mempertimbangkan perubahan besar pada model bisnisnya, termasuk kemungkinan kenaikan harga berlangganan yang signifikan.

Angka kerugian fantastis ini terungkap dalam laporan keuangan audit yang diperoleh oleh AI skeptic Ed Zitron dan dibagikan kepada The Financial Times. Meskipun demikian, sumber yang mengetahui situasi tersebut mengatakan kepada FT bahwa sebagian besar kerugian tahun 2025 merupakan “biaya akuntansi non-tunai yang terkait dengan struktur perusahaan sebelumnya, bukan operasi bisnis intinya.” Namun, tekanan finansial yang dihadapi OpenAI tampaknya sudah tidak bisa disembunyikan lagi.

Setelah bertahun-tahun memberikan akses yang hampir tidak terbatas kepada pengguna dengan biaya bulanan tetap, OpenAI kini berada di persimpangan jalan. Perusahaan yang didirikan oleh Sam Altman ini, bersama dengan banyak pesaingnya, sedang memperdebatkan apakah akan menaikkan harga secara dramatis dengan beralih ke sistem penagihan berbasis token. Model ini akan membebani pengguna secara lebih langsung berdasarkan jumlah daya komputasi yang mereka konsumsi, bukan dengan langganan bulanan tanpa batas.

Saat ini, OpenAI menawarkan akses API pay-as-you-go dan langganan ChatGPT bulanan. Namun, masa pakai model langganan bulanan ini tampaknya semakin tidak pasti. Pada awal Juni 2026, CEO OpenAI Sam Altman menyatakan bahwa “kami melihat masa depan di mana kecerdasan adalah utilitas, seperti listrik atau air, dan orang membelinya dari kami berdasarkan meteran.” Pernyataan ini menandakan perubahan fundamental dalam strategi harga perusahaan.

Pendekatan “Crack” dalam Harga AI

Perilaku OpenAI ini mendapat kritik tajam dari komunitas pengguna. Seorang pengguna Reddit dengan sinis berkomentar bahwa OpenAI “telah mengambil pendekatan crack untuk AI — berikan secara gratis, buat mereka kecanduan, lalu naikkan harga.” Metafora ini dinilai sangat tepat menggambarkan strategi yang dijalankan oleh para pemain besar industri AI saat ini.

Biaya operasional di balik layanan AI memang sangat besar. Menurut laporan terbaru dari perusahaan riset SemiAnalysis, langganan ChatGPT Pro seharga USD 200 per bulan sebenarnya dapat membebani OpenAI hingga USD 14.000 jika digunakan secara maksimal oleh pengguna. Ketidakseimbangan antara biaya produksi dan harga langganan ini menjadi alasan utama mengapa model bisnis saat ini dianggap tidak berkelanjutan.

Tekanan finansial juga dirasakan oleh pengguna korporat. Menurut laporan Axios, seorang CFO dari sebuah perusahaan yang tidak disebutkan namanya secara tidak sengaja menghabiskan setengah miliar dolar untuk biaya penggunaan Claude (layanan AI dari Anthropic) hanya dalam satu bulan. Insiden ini menunjukkan betapa mahalnya biaya penggunaan AI pada tingkat enterprise.

Situasi ini mendorong beberapa CEO untuk mulai membalikkan keputusan adopsi AI di perusahaan mereka karena harga akses ke alat-alat tersebut terus melonjak di luar kendali. “Pada dasarnya, semua penyedia AI ini mensubsidi besar-besaran penggunaan token pada paket tarif tetap,” tulis pengguna Reddit lainnya. “Ini jelas tidak berkelanjutan.”

Meskipun harga API berbasis token terus melonjak, neraca keuangan perusahaan AI masih berada di zona merah. Mereka diperkirakan akan tetap dalam situasi sulit ini, terutama dengan adanya AI price war yang sedang berkembang. Perang harga ini justru dapat memaksa mereka untuk menurunkan — bukan menaikkan — harga agar tetap kompetitif.

Implikasi dari kondisi finansial OpenAI ini sangat jelas: pengguna harus bersiap menghadapi perubahan besar dalam cara mereka membayar layanan AI. Jika model berbasis token benar-benar diterapkan, biaya berlangganan bulanan yang selama ini dianggap murah bisa melonjak drastis, terutama bagi pengguna berat yang mengandalkan AI untuk pekerjaan sehari-hari.

Ilustrasi komik foto CEO OpenAI Sam Altman yang tampak menawarkan pipa crack kepada pemirsa

OpenAI saat ini tengah menghadapi berbagai tantangan hukum dan regulasi. Perusahaan ini juga baru saja menunjuk Thibault Sottiaux untuk memimpin pengembangan super app ChatGPT. Di sisi lain, gugatan baru dari orangtua seorang remaja yang bunuh diri juga menambah tekanan pada perusahaan. Semua faktor ini berkontribusi pada ketidakpastian masa depan model bisnis OpenAI.

Komentar

Belum ada komentar.