Ilustrasi foto TV jadul yang menampilkan versi terdistorsi dari Roku City dengan efek visual AI yang aneh.

Roku Luncurkan Fairground AI, Saluran AI Slop 24 Jam Nonstop

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
ā±ļø3 menit membaca
Bagikan:
  • Roku meluncurkan saluran streaming baru bernama Fairground AI yang menayangkan konten AI 24 jam nonstop
  • Saluran ini pertama kali terdeteksi oleh Cord Cutters News dan menuai reaksi sinis dari pengguna media sosial
  • Konten yang ditayangkan dinilai berkualitas rendah dengan animasi laggy, dialog canggung, dan visual AI yang tidak wajar
  • Kreator di balik saluran ini adalah Colin Petrie-Norris Fairground yang menyebutnya sebagai saluran TV streaming beriklan pertama yang didedikasikan untuk konten AI
  • Konten dibuat oleh kreator dari media sosial termasuk Kelly Boesch, Kavan the Kid's Phantom X Studio, Ryan Phillips, Wonder Studios, dan Massive Studios
  • Saluran hanya terputus oleh iklan yang juga dibuat menggunakan AI
  • Petrie-Norris menjanjikan "jangkauan masif" namun belum mengungkapkan platform distribusi

Telset.id – Roku kembali menjadi sorotan setelah meluncurkan saluran streaming baru bernama ā€œFairground AIā€ yang menayangkan konten buatan kecerdasan buatan (AI) selama 24 jam nonstop. Saluran ini pertama kali terdeteksi oleh Cord Cutters News dan langsung menuai reaksi beragam dari pengguna, mulai dari guyonan sinis hingga kritik pedas terhadap kualitas konten yang ditayangkan.

Saluran ā€œFairground AIā€ hadir di antara deretan free channels yang ditawarkan platform Roku. Kehadirannya menandai langkah berani Roku dalam mengadopsi tren konten AI, meskipun kualitas tayangannya jauh dari kata memuaskan. Alih-alih menghadirkan hiburan berkualitas, saluran ini justru menampilkan apa yang oleh banyak pihak disebut sebagai ā€œAI slopā€ — istilah untuk konten AI berkualitas rendah yang dihasilkan tanpa pengawasan manusia yang memadai.

Berbagai klip yang beredar di media sosial menunjukkan betapa buruknya kualitas konten di saluran tersebut. Salah satu contohnya adalah film bergenre drama abad pertengahan dengan animasi yang laggy, dialog yang canggung dengan jeda tidak wajar, serta karakter yang tidak pernah berkedip saat berbicara. Bahkan, ada adegan di mana seorang prajurit menembakkan panah yang bergerak mundur ke arah senjata aneh hasil perpaduan antara crossbow dan senapan.

Seorang pengguna dengan akun Capital-O Opinions bahkan bercanda bahwa ā€œmasa depan hiburan telah tibaā€ sambil membagikan cuplikan dari saluran tersebut. Komentar lain menyebut bahwa AI akhirnya bisa ā€œmelepaskan potensi kreatif orang-orang yang tidak bisa menulis, tidak paham pacing atau transisi, dan tidak familiar dengan ekspresi wajah manusia.ā€ Ada pula yang menyindir dengan pertanyaan, ā€œSayangnya mereka tidak menggunakan prompt ā€˜dengan akting yang bagus’.ā€

Saat pertama kali menonton saluran ini, tim kami langsung disuguhi tayangan gurita kosmik raksasa yang menghancurkan pesawat luar angkasa, diselingi kehancuran kota fiksi ilmiah oleh gurita lain, sementara seorang ninja futuristik berlari menghindari kekacauan di tengah kerumunan manusia dan alien yang tampak aneh.

Ilustrasi foto TV jadul yang menampilkan versi terdistorsi dari Roku City.

Kreator di balik saluran ini adalah Colin Petrie-Norris Fairground, yang sebelumnya telah mengumumkan peluncuran salurannya pekan lalu. Ia menyebut Fairground AI sebagai saluran TV streaming beriklan pertama yang sepenuhnya didedikasikan untuk konten AI. Menurut laporan Variety, konten AI di saluran ini dibuat oleh kreator yang ditemukan Petrie-Norris melalui media sosial, termasuk Kelly Boesch, Kavan the Kid’s Phantom X Studio, sineas Ryan Phillips, Wonder Studios, dan Massive Studios.

Dalam wawancaranya dengan Variety, Petrie-Norris belum mengungkapkan platform apa saja yang akan mendistribusikan salurannya, namun ia menjanjikan ā€œjangkauan yang masif.ā€ Ia juga mengklaim bahwa konten yang ditayangkan akan berupa ā€œhal-hal indahā€ yang jauh dari kualitas AI slop yang biasa ditemui di media sosial, karena perhatian mereka terhadap detail cerita. Namun, bukti yang terkumpul dari tayangan langsung menunjukkan hal sebaliknya.

Meskipun kualitasnya dipertanyakan, kehadiran Fairground AI di Roku menjadi indikator kuat bahwa platform streaming mulai serius mengadopsi konten AI. Ini sejalan dengan berbagai perkembangan lain di ekosistem Roku, termasuk perubahan harga perangkat streaming yang sempat naik akibat lonjakan harga RAM global. Bagi pengguna yang penasaran dengan cara kerja platform ini, tersedia panduan lengkap tentang cara menghubungkan Roku ke Wi-Fi tanpa remote.

Menariknya, langkah Roku ini terjadi di tengah dinamika industri streaming yang semakin kompetitif. Sebelumnya, YouTube TV sempat bermasalah di perangkat Roku dengan performa yang sengaja diturunkan. Kini, dengan hadirnya saluran AI seperti Fairground AI, Roku justru membuka babak baru dalam konten streaming yang kontroversial.

Satu hal yang pasti, saluran ini hanya akan terputus oleh iklan yang juga dibuat menggunakan AI. Konsep ini lebih mirip alat penyiksaan ala film fiksi ilmiah daripada sumber hiburan yang sesungguhnya. Namun, bagi sebagian pengguna, kehadiran saluran ini menjadi bahan tertawaan sekaligus pengingat akan pentingnya kualitas konten di tengah gempuran teknologi AI yang semakin masif.

Dengan semua kontroversi yang mengelilinginya, Fairground AI tetap beroperasi dan menayangkan kontennya selama 24 jam tujuh hari seminggu. Apakah saluran ini akan bertahan lama atau hanya menjadi fenomena sesaat, hanya waktu yang bisa menjawab. Yang jelas, Roku telah membuka pintu bagi era baru konten streaming yang sepenuhnya dihasilkan oleh AI — dengan segala kekurangan dan kontroversinya.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.