📑 Daftar Isi

Kapal drone SeaShark 600 dan SeaShark 800 buatan Thunder Tiger beroperasi di lepas pantai Taiwan

Hivemind Sukses Uji Misi Swarming Perdana di Laut Taiwan

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Hivemind dari Shield AI sukses memimpin misi swarming pertama di laut terbuka
  • Uji coba dilakukan di lepas pantai Pingtung, Taiwan bersama Thunder Tiger
  • Dua kapal drone SeaShark 600 dan SeaShark 800 beroperasi di bawah satu sistem AI
  • Hivemind membangun jalur real-time menggunakan radar, kamera, dan sinyal pelacakan kapal
  • Sistem berhasil mengidentifikasi objek dan mengoordinasikan respons armada secara mandiri
  • Shield AI dan Thunder Tiger berencana ekspansi sensor, swarm, dan penempatan laut terbuka
  • Kolaborasi bertujuan memperkuat postur pertahanan Taiwan dan dukung operasi militer AS

Telset.id – Sistem kecerdasan buatan (AI) bernama Hivemind berhasil memimpin misi swarming pertama di laut terbuka. Uji coba yang dilakukan oleh Shield AI ini menandai kemajuan signifikan dalam teknologi drone otonom untuk operasi maritim.

Dalam latihan yang digelar di lepas pantai Pingtung, Taiwan, Hivemind mengambil kendali atas dua tipe kapal tak berawak buatan Thunder Tiger. Latihan ini dirancang untuk menguji apakah satu sistem AI mampu mengelola beberapa kapal drone yang bertindak sebagai satu unit terkoordinasi.

Dua model kapal yang digunakan adalah SeaShark 600 dan SeaShark 800. Keduanya menjalankan tugas pengintaian di bawah arahan Hivemind. Yang menarik, sistem ini tidak mengikuti rute yang sudah ditentukan sebelumnya. Hivemind membangun jalurnya sendiri secara real-time menggunakan data dari radar, kamera, dan sinyal pelacakan kapal di area tersebut.

Sistem ini berhasil menemukan zona pencarian secara mandiri, mengidentifikasi objek yang layak diselidiki, lalu mengorganisir respons armada berdasarkan temuan tersebut. Setelah objek ditemukan, kapal-kapal itu bekerja sama untuk memandu kapal lain agar menjauh dari area yang dipantau.

Thunder Tiger SeaShark 600

Uji coba ini merupakan pertama kalinya Hivemind menyelesaikan latihan swarming di atas air. Teknologi ini sebelumnya lebih dikenal untuk operasi otonom pada platform militer lainnya. Keberhasilan ini memperluas domain operasi Hivemind dari udara ke laut.

Nathan Michael, chief technology officer di Shield AI, menyatakan bahwa Hivemind terus membuktikan kemampuan otonomi misi yang sesungguhnya dapat diskalakan lintas domain, platform, dan aset fungsional. Menurutnya, hal ini membuka kemampuan baru untuk intelijen terdistribusi dan misi keamanan maritim.

“As we continue working with Thunder Tiger to expand the scale and sophistication of autonomous maritime teams, these systems will fundamentally reshape maritime surveillance operations and strengthen deterrence through resilient, intelligent operations,” ujar Nathan Michael.

Kedua perusahaan mulai berkolaborasi melalui perjanjian strategis yang bertujuan mengintegrasikan perangkat lunak otonomi Hivemind pada sistem tak berawak maritim dan udara. Kolaborasi ini menjadi dasar bagi pengembangan armada kapal drone yang lebih canggih.

Rencana Ekspansi Misi Maritim

Shield AI dan Thunder Tiger berencana memperluas kerja sama dengan mengintegrasikan sensor tambahan dan meningkatkan kemampuan swarm terkoordinasi pada platform maritim otonom. Kedua perusahaan juga berniat melakukan penempatan di laut terbuka untuk mendukung aplikasi militer Amerika Serikat dan sekutunya di masa depan.

Menurut Thunder Tiger, latihan terbaru ini juga menguji bagaimana armada kapal permukaan tak berawak dapat meningkatkan kesadaran maritim dengan mendeteksi, mengklasifikasi, dan mengidentifikasi kontak selama operasi keamanan. Ini adalah langkah penting untuk memahami potensi penuh dari kapal drone dalam pengawasan wilayah perairan.

Gene Su, board director and general manager Thunder Tiger Corp, menyampaikan bahwa dengan mengintegrasikan AI pilots ke dalam portofolio mereka, perusahaan dapat memungkinkan tim jaringan yang terdistribusi untuk berkoordinasi secara dinamis. Hal ini membantu membangun pemahaman yang lebih lengkap tentang lingkungan maritim sambil membantu operator merespons dengan kecepatan, skala, dan efektivitas yang lebih besar.

“This demonstration marks an important step … and we expect our partnership with Shield AI to continue delivering increasingly sophisticated autonomous systems that strengthen Taiwan’s defense posture,” kata Gene Su.

Demonstrasi ini menambah upaya berkelanjutan untuk memajukan operasi maritim otonom menggunakan kapal permukaan tak berawak yang terkoordinasi. Kegiatan di masa depan kemungkinan akan berfokus pada integrasi sensor tambahan, perluasan kemampuan swarm, dan penempatan di laut terbuka.

Keberhasilan uji coba ini menunjukkan bahwa teknologi drone otonom terus berkembang pesat. Kemampuan Hivemind untuk mengoordinasikan beberapa kapal secara real-time membuka peluang baru dalam operasi pengawasan maritim yang lebih efisien dan responsif.

Bagi industri pertahanan, perkembangan ini menandai pergeseran dari kendali jarak jauh menuju otonomi penuh yang dapat diandalkan di lingkungan laut yang dinamis. Sistem seperti Hivemind dapat mengurangi ketergantungan pada operator manusia dan meningkatkan cakupan pengawasan secara signifikan.

Shield AI dan Thunder Tiger menegaskan komitmen mereka untuk terus mengembangkan sistem otonom yang semakin canggih. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat postur pertahanan Taiwan sekaligus memberikan kontribusi bagi operasi militer sekutu di kawasan Indo-Pasifik.

Uji coba di Pingtung ini menjadi bukti nyata bahwa teknologi swarming maritim bukan lagi sekadar konsep. Dengan dukungan AI seperti Hivemind, armada kapal drone dapat beroperasi secara mandiri, berkoordinasi, dan merespons ancaman dengan cara yang sebelumnya sulit dibayangkan.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.