Telset.id – Rabbit, perusahaan di balik perangkat R1, meluncurkan sistem operasi AI agen mandiri bernama OS3 yang bisa digunakan tanpa perangkat kerasnya. Sistem ini berjalan di cloud, tetapi beroperasi secara lokal di perangkat Windows, Mac, dan Linux. Langkah ini menandai pergeseran strategi Rabbit dari perangkat keras ke perangkat lunak, setelah sebelumnya menghentikan produksi R1.
Melansir laporan Wired, pendiri Rabbit Jesse Lyu menyatakan bahwa startup ini telah berhenti memproduksi perangkat R1. Meski begitu, Rabbit tidak meninggalkan perangkat keras AI sepenuhnya. Perusahaan kini berfokus pada perangkat “cyberdeck” untuk vibe-coding yang akan menjalankan OS3 dan diluncurkan dalam “beberapa bulan” ke depan. Bagi pengguna yang sudah memiliki R1, perangkat tersebut tetap dapat mengakses OS3.
OS3 disebut sebagai “agentic operating system” yang mampu menentukan sendiri perangkat, file, aplikasi, dan model AI yang dibutuhkan untuk menyelesaikan sebuah tugas. Pengguna dapat menambahkan hingga lima perangkat ke satu akun, beserta model AI pilihan mereka. Akses ke OS3 juga tersedia melalui situs desktop khusus, aplikasi pesan seperti Telegram atau iMessage, serta perangkat R1. Sebelumnya, Rabbit R1 sempat dikabarkan akan menggunakan model AI dari Perplexity, menunjukkan arah integrasi AI yang semakin dalam.
Privasi dan Model Bisnis Baru Rabbit
Rabbit mengklaim bahwa sistem OS3 tidak akan menyimpan, menyalin, menggunakan, atau menjual data pengguna. Namun, perusahaan mencatat bahwa obrolan dan memori yang berasal dari interaksi tersebut tetap disimpan di server mereka. Penyedia AI lain yang terhubung dengan OS3 juga akan menangani data pengguna sesuai aturan privasi masing-masing. Klaim ini menjadi penting di tengah meningkatnya kekhawatiran akan keamanan data, seperti yang juga dibahas dalam daftar perangkat anti-surveillance terbaik dari DEF CON 2026.
Keputusan Rabbit untuk menghentikan produksi R1 dan beralih ke OS3 menunjukkan bahwa perusahaan lebih memilih model perangkat lunak yang dapat diskalakan. Dengan OS3, pengguna tidak perlu membeli perangkat khusus untuk merasakan agen AI Rabbit. Cukup dengan akun dan perangkat yang sudah ada, OS3 dapat dijalankan di berbagai sistem operasi desktop. Ini membuka peluang adopsi yang lebih luas dibandingkan perangkat keras R1 yang dinilai kurang memuaskan.
Baca Juga:
Meski berhenti memproduksi R1, Rabbit tetap mengembangkan perangkat keras baru. Cyberdeck yang akan datang disebut cocok untuk vibe-coding, yaitu pendekatan pemrograman yang lebih mengandalkan intuisi dan alur kerja kreatif. Perangkat ini akan menjalankan OS3 saat diluncurkan. Kabar ini sekaligus menjawab spekulasi tentang masa depan Rabbit di pasar perangkat keras AI yang semakin kompetitif.
Industri perangkat lunak dan AI terus bergerak cepat. Perdebatan tentang masa depan coding, misalnya, sempat mencuat setelah klaim seorang developer Microsoft yang memicu diskusi luas. Rabbit OS3 hadir di tengah tren tersebut, menawarkan agen AI yang tidak terikat pada satu perangkat keras. Dengan pendekatan ini, Rabbit berharap dapat menjangkau lebih banyak pengguna dan memperkuat posisinya di ekosistem AI.
Untuk saat ini, belum ada informasi resmi mengenai harga atau ketersediaan global OS3. Rabbit hanya menyebut bahwa cyberdeck akan diluncurkan dalam beberapa bulan. Pengguna yang tertarik dapat memantau situs desktop OS3 atau aplikasi pesan yang terhubung. Perkembangan ini akan menjadi indikator apakah strategi perangkat lunak Rabbit berhasil setelah R1.
[ META_DESCRIPTION]
Rabbit meluncurkan OS3, sistem operasi AI agen yang berjalan di cloud dan perangkat Windows, Mac, Linux. R1 dihentikan, fokus ke cyberdeck.





Komentar
Belum ada komentar.