Ilustrasi peneliti AI sedang menganalisis molekul obat dengan bantuan komputer dan kecerdasan buatan

Peneliti OpenAI Mundur, Dirikan Startup AI untuk Penemuan Obat

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
ā±ļø5 menit membaca
Bagikan:
  • Miles Wang, peneliti OpenAI, keluar untuk mendirikan startup AI penemuan obat
  • Target pendanaan awal sekitar $200 juta dengan valuasi $2 miliar
  • Lightspeed disebut sebagai calon pemimpin putaran pendanaan
  • Startup akan fokus pada drug repurposing atau menemukan kegunaan baru untuk obat existing
  • Beberapa peneliti OpenAI lain diperkirakan akan bergabung
  • Persaingan ketat dengan Chai Discovery ($400 juta) dan Isomorphic Labs ($2,1 miliar)
  • Wang bergabung dengan OpenAI tahun 2024 setelah drop out dari Harvard
  • Tren investor kembali percaya pada pendiri muda tanpa gelar sarjana

Telset.id – Seorang peneliti OpenAI, Miles Wang, memutuskan keluar dari perusahaan pengembang ChatGPT tersebut untuk mendirikan startup baru yang berfokus pada pengembangan model kecerdasan buatan untuk penemuan obat. Kabar ini menandai gelombang baru minat investor terhadap aplikasi AI di bidang ilmu hayati.

Wang diketahui tengah dalam pembicaraan untuk mengumpulkan dana sekitar $200 juta dengan valuasi $2 miliar. Lightspeed disebut-sebut sebagai pemimpin putaran pendanaan tersebut, menurut sumber yang mengetahui rencana ini. Meskipun begitu, Wang membantah angka pendanaan dan deskripsi perusahaannya, namun tidak memberikan angka atau detail yang benar. Lightspeed sendiri belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar.

Startup baru ini diperkirakan akan mengembangkan model AI yang dapat membantu menemukan kegunaan baru untuk obat-obatan yang sudah ada, termasuk obat-obatan yang sebelumnya gagal dalam uji klinis. Pendekatan ini dinilai lebih efisien karena obat-obatan tersebut telah teruji keamanannya, sehingga waktu yang dibutuhkan untuk mencapai pendapatan bisa lebih singkat dibandingkan mengembangkan obat baru dari awal.

Beberapa peneliti OpenAI lainnya diperkirakan akan bergabung dengan perusahaan baru ini. Miles Wang sendiri bergabung dengan OpenAI pada tahun 2024 setelah drop out dari Harvard, di mana ia sedang menempuh gelar sarjana di bidang ilmu komputer. Selama di OpenAI, ia ikut menulis makalah penelitian, termasuk mengevaluasi bagaimana model AI dapat mengotomatisasi dan mempercepat penemuan ilmiah.

Kepergian Wang dari OpenAI terjadi di tengah meningkatnya persaingan di bidang AI untuk penemuan obat. Chai Discovery, sebuah startup yang baru berusia dua tahun, baru saja mengumumkan perolehan dana $400 juta dengan valuasi $3,8 miliar. Startup ini mengembangkan model AI yang dapat memprediksi interaksi molekuler untuk mengidentifikasi obat baru. Co-founder Chai Discovery, Josh Meier, juga merupakan mantan peneliti OpenAI.

Sementara itu, Isomorphic Labs, spinout dari Google DeepMind yang juga mengembangkan model AI untuk penemuan obat, berhasil mengumpulkan dana $2,1 miliar dalam putaran Seri B pada bulan Mei. Persaingan ketat ini menunjukkan bahwa investor semakin percaya pada potensi AI untuk membawa terobosan di bidang ilmu hayati.

Keputusan Miles Wang untuk mendirikan startup sendiri mencerminkan tren yang lebih luas di industri teknologi. Investor kembali merasa nyaman bertaruh pada pendiri muda yang belum menyelesaikan kuliah. Fenomena ini menunjukkan bahwa bakat dan ide inovatif seringkali lebih dihargai daripada gelar akademis formal, terutama di bidang yang sedang berkembang pesat seperti AI.

Pendanaan besar yang diperebutkan oleh startup-startup AI untuk penemuan obat juga menunjukkan keyakinan bahwa teknologi ini dapat mempercepat proses pengembangan obat secara signifikan. Metode tradisional untuk menemukan obat baru membutuhkan waktu bertahun-tahun dan biaya miliaran dolar. Dengan AI, proses identifikasi kandidat obat potensial dapat dipersingkat secara drastis.

Startup baru Wang diperkirakan akan fokus pada pengembangan model AI yang dapat menemukan kegunaan baru untuk obat-obatan yang sudah ada. Strategi ini dikenal sebagai drug repurposing, dan menawarkan jalur yang lebih cepat menuju komersialisasi. Karena obat-obatan tersebut telah lulus uji keamanan, risiko kegagalan di tahap awal pengembangan menjadi lebih rendah.

Selama ini, OpenAI dikenal sebagai pemimpin dalam pengembangan model AI generatif, termasuk ChatGPT. Namun, keputusan para penelitinya untuk keluar dan mendirikan startup di bidang lain menunjukkan bahwa aplikasi AI memiliki potensi yang jauh lebih luas. Bidang ilmu hayati, khususnya penemuan obat, menjadi salah satu area yang paling menjanjikan.

Keberhasilan Chai Discovery dan Isomorphic Labs dalam mengumpulkan dana besar menjadi bukti bahwa investor melihat potensi besar di sektor ini. Valuasi yang tinggi mencerminkan ekspektasi bahwa AI dapat mengubah cara kita menemukan dan mengembangkan obat-obatan baru. Hal ini juga memberikan tekanan pada startup baru Wang untuk dapat bersaing di pasar yang semakin kompetitif.

Meskipun Wang membantah detail pendanaan yang beredar, minat investor terhadap perusahaannya tetap menjadi indikator positif. Lightspeed, sebagai calon pemimpin putaran pendanaan, adalah salah satu firma modal ventura terkemuka yang memiliki rekam jejak investasi di perusahaan teknologi inovatif. Keterlibatan mereka bisa menjadi sinyal kepercayaan terhadap visi dan kemampuan tim Wang.

Perkembangan ini juga relevan bagi industri farmasi dan bioteknologi. Kolaborasi antara perusahaan AI dan perusahaan farmasi tradisional diperkirakan akan semakin meningkat. Model AI dapat membantu mengidentifikasi target obat baru, memprediksi efektivitas dan toksisitas, serta mengoptimalkan desain molekul. Hal ini dapat mempercepat pipeline pengembangan obat dan mengurangi biaya.

Sementara itu, OpenAI terus mengembangkan produk-produknya sendiri. Beberapa waktu lalu, perusahaan tersebut juga merekrut product manager untuk mengembangkan fitur keluarga. Langkah ini menunjukkan bahwa OpenAI tidak hanya fokus pada penelitian fundamental, tetapi juga pada pengembangan produk yang dapat digunakan oleh konsumen.

Namun, kepergian peneliti-peneliti kunci seperti Miles Wang bisa menjadi tantangan tersendiri bagi OpenAI. Persaingan untuk mendapatkan talenta AI terbaik sangat ketat, dan perusahaan harus mampu mempertahankan para penelitinya agar tidak pindah ke startup atau perusahaan lain. Di sisi lain, fenomena ini juga menunjukkan ekosistem AI yang sehat, di mana ide-ide baru dapat lahir dari para alumni perusahaan besar.

Bagi para pengamat industri, langkah Miles Wang adalah contoh bagaimana penelitian AI di perusahaan besar dapat melahirkan startup-startup baru yang inovatif. Pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh selama bekerja di OpenAI menjadi modal berharga untuk memulai usaha sendiri. Hal ini juga menunjukkan bahwa batas antara penelitian akademis dan aplikasi komersial semakin kabur.

Ke depannya, akan menarik untuk melihat bagaimana perkembangan startup baru Wang. Apakah mereka akan mampu bersaing dengan pemain mapan seperti Chai Discovery dan Isomorphic Labs? Atau akankah mereka menemukan ceruk pasar yang unik? Yang jelas, minat investor terhadap AI untuk penemuan obat masih sangat tinggi, dan peluang di bidang ini masih terbuka lebar.

Sementara itu, persaingan di industri AI semakin memanas. Apple bahkan menggugat OpenAI dengan tuduhan pencurian rahasia dagang hardware. Kasus ini menunjukkan betapa ketatnya persaingan antar perusahaan teknologi dalam merebut pasar AI. Setiap langkah strategis, termasuk rekrutmen dan pengembangan produk, menjadi sangat krusial.

Bagi para profesional di bidang farmasi dan bioteknologi, perkembangan ini menawarkan harapan baru. AI dapat menjadi alat yang ampuh untuk mempercepat penemuan obat dan mengurangi biaya pengembangan. Namun, tantangan tetap ada, termasuk kebutuhan akan data berkualitas tinggi dan validasi model AI secara ketat.

Startup baru Miles Wang masih dalam tahap awal, dan banyak detail yang belum diketahui. Namun, minat investor yang besar menunjukkan bahwa mereka yakin dengan potensi pendekatan yang ditawarkan. Dengan latar belakang Wang di OpenAI dan fokus pada drug repurposing, startup ini memiliki posisi yang unik untuk memberikan dampak di industri farmasi.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.