Ilustrasi seseorang menggunakan ChatGPT untuk membaca ringkasan berita di laptop

Pakai ChatGPT Jadi Kurator Berita, Akhiri Kebiasaan Doomscrolling

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
ā±ļø4 menit membaca
Bagikan:
  • ChatGPT bisa menggantikan kebiasaan doomscrolling dengan menjadi kurator berita pribadi
  • Prompt khusus meminta ChatGPT merangkum berita dalam 7 kategori: Cerita Terbesar, AI & Teknologi, Hiburan & Game, Buzz Internet, Hal yang Bisa Diabaikan, Pemenang & Pecundang, dan Melihat ke Depan
  • ChatGPT memfilter berita berdasarkan "sinyal tinggi" bukan "engagement tinggi"
  • Eksperimen dilakukan oleh jurnalis Tom's Guide pada Juli 2026
  • Hasilnya: pengguna mendapatkan informasi penting tanpa tenggelam dalam konten negatif
  • ChatGPT juga memberi peringatan tentang penipuan pre-order GTA 6 palsu
  • Metode ini menghemat waktu dan meningkatkan kualitas informasi yang diterima
  • Pengguna bisa menyesuaikan prompt dengan minat pribadi

Telset.id – Kebiasaan doomscrolling di media sosial setiap pagi terbukti merusak produktivitas dan kesehatan mental. Sebuah eksperimen menarik menunjukkan bahwa menggunakan ChatGPT sebagai kurator berita pribadi bisa menjadi solusi efektif untuk menghentikan kebiasaan tersebut.

Seorang jurnalis teknologi dari Tom’s Guide, Elton Jones, melakukan eksperimen dengan mengganti rutinitas paginya. Alih-alih langsung meraih ponsel dan menggulir linimasa X (Twitter) yang penuh dengan informasi negatif, ia memilih untuk membuka laptop dan menggunakan ChatGPT.

Tujuannya sederhana: mengejar ketertinggalan informasi selama 48 jam terakhir tanpa harus tenggelam dalam arus berita yang tidak penting. Hasilnya, ia tidak hanya mendapatkan informasi yang lebih relevan, tetapi juga berhasil meninggalkan kebiasaan doomscrolling untuk selamanya.

Eksperimen ini dilakukan pada Jumat, 10 Juli. Ia meminta ChatGPT untuk membuat prompt yang paling deskriptif agar bisa mendapatkan ringkasan berita terpenting. Dengan pengetahuan ChatGPT tentang hobi dan minatnya, chatbot tersebut menghasilkan struktur ringkasan berita yang sangat terorganisir.

Prompt yang digunakan meminta ChatGPT untuk bertindak sebagai kurator berita pribadi. Struktur yang diminta mencakup tujuh bagian utama: Cerita Terbesar, AI & Teknologi, Hiburan & Game, Buzz Internet, Hal yang Bisa Diabaikan, Pemenang & Pecundang, dan Melihat ke Depan. Bagian terakhir adalah ā€œRingkasan 60 Detikā€ yang berisi sepuluh poin penting.

ChatGPT berhasil melakukan tugasnya dengan sangat baik. Ia memfilter informasi berdasarkan ā€œsinyal tinggi dibandingkan engagement tinggiā€. Artinya, chatbot ini hanya menyajikan cerita yang paling mungkin masih relevan sebulan kemudian, bukan sekadar apa yang mendominasi media sosial saat itu.

Hasilnya, pengguna mendapatkan pembaruan tentang berbagai topik penting. Mulai dari ketegangan antara AS dan Iran, rencana peluncuran Google Pixel 11, hingga informasi tentang turnamen esports Fatal Fury: City of the Wolves di Esports World Cup yang bahkan tidak diketahui sebelumnya oleh sang jurnalis.

Bagian Internet Buzz juga sangat membantu. ChatGPT memberikan istilah pencarian spesifik yang bisa langsung dicari di mesin pencari atau Twitter. Hal ini memungkinkan pengguna untuk melakukan riset lebih lanjut secara mandiri dari sumber yang terpercaya.

Salah satu temuan paling berharga adalah peringatan tentang penipuan pre-order palsu untuk GTA 6. ChatGPT memberitahu bahwa banyak situs menawarkan akses awal ke game tersebut, padahal Rockstar Games tidak pernah melakukan hal serupa sebelumnya. Informasi ini mendorong pengguna untuk melakukan riset lebih dalam.

Bagian ā€œMelihat ke Depanā€ juga terbukti sangat berguna. ChatGPT memberikan informasi tentang acara-acara penting yang akan datang, seperti pengumuman Samsung Galaxy Unpacked dan detail strategi jangka panjang Xbox dari Microsoft. Ini membantu pengguna tetap terhubung dengan perkembangan industri tanpa harus terus-menerus memantau berita.

Eksperimen ini menghasilkan tiga kesimpulan penting. Pertama, doomscrolling di pagi hari sangat merugikan. Kedua, ChatGPT sangat efektif sebagai alat untuk membuat ringkasan berita cepat. Ketiga, laporan dari chatbot ini bisa menjadi landasan yang kuat untuk melakukan riset lebih lanjut, baik untuk kepentingan pribadi maupun profesional.

Keberhasilan eksperimen ini menunjukkan bahwa AI bisa menjadi alat yang ampuh untuk mengelola konsumsi informasi. Dengan pendekatan yang tepat, ChatGPT bisa membantu pengguna untuk tetap update tanpa harus terjebak dalam siklus berita negatif yang tidak produktif.

Bagi mereka yang ingin mencoba, kuncinya adalah menyesuaikan prompt dengan minat pribadi. Pengguna bisa mengganti topik-topik yang ada dalam prompt dengan subjek yang lebih relevan dengan kehidupan mereka. Dengan begitu, ChatGPT akan benar-benar berperan sebagai kurator berita pribadi yang efektif.

Metode ini juga membantu mengatasi masalah gangguan digital yang sering dialami banyak orang. Alih-alih membuang waktu berjam-jam untuk menggulir konten yang tidak berguna, pengguna bisa mendapatkan informasi penting hanya dalam beberapa menit.

Pendekatan ini tidak hanya menghemat waktu, tetapi juga meningkatkan kualitas informasi yang diterima. Dengan filter yang ketat, pengguna hanya akan mendapatkan berita yang benar-benar penting dan relevan, bukan sekadar konten viral yang tidak memiliki nilai jangka panjang.

Penggunaan ChatGPT sebagai kurator berita juga membuka peluang baru dalam cara kita mengonsumsi informasi. Ini adalah langkah maju dari model konsumsi berita pasif yang selama ini dominan, menuju pendekatan yang lebih aktif dan terkurasi.

Bagi para profesional yang sibuk, metode ini bisa menjadi solusi ideal untuk tetap update tanpa harus menghabiskan waktu berlebihan. Dengan ringkasan yang terstruktur dan fokus pada informasi penting, mereka bisa membuat keputusan yang lebih baik berdasarkan data yang akurat.

Eksperimen ini membuktikan bahwa AI bukan hanya alat untuk produktivitas, tetapi juga bisa menjadi mitra dalam menjaga kesehatan mental digital. Dengan memanfaatkan kemampuan kurasi AI, pengguna bisa mengendalikan konsumsi informasi mereka alih-alih dikendalikan oleh algoritma media sosial.

Pada akhirnya, kunci dari keberhasilan metode ini adalah kemauan untuk mengubah kebiasaan. Mengganti doomscrolling dengan sesi ringkasan berita berbasis AI membutuhkan disiplin, tetapi hasilnya sepadan dengan usaha yang dikeluarkan.

Dengan pendekatan yang tepat, ChatGPT bisa menjadi alat yang ampuh untuk mengelola arus informasi yang deras. Ini adalah contoh nyata bagaimana teknologi bisa digunakan untuk meningkatkan kualitas hidup, bukan justru memperburuknya.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.