Telset.id – OpenAI tidak hanya berhenti pada satu perangkat. Presiden OpenAI, Greg Brockman, mengonfirmasi bahwa perusahaan sedang membangun seluruh keluarga perangkat AI, bukan sekadar satu produk seperti smart speaker. Langkah ini menandai ambisi besar OpenAI untuk mengubah cara manusia berinteraksi dengan komputer, dari mengetik menjadi berbicara.
Dalam wawancara dengan Joana Stern di kanal YouTube-nya, Brockman menanggapi rumor tentang perangkat AI speaker pintar. Ia tidak mengonfirmasi atau membantah secara spesifik. Sebaliknya, ia menyatakan, “kami sedang membangun keluarga perangkat,” dan menekankan bahwa fokusnya bukan pada satu produk tunggal, melainkan pada memberikan nilai dari waktu ke waktu.
Ketika ditanya mengenai tanggal peluncuran, Brockman masih misterius. Ia hanya mengatakan, “kamu harus mengharapkannya segera.” Pernyataan ini memicu spekulasi bahwa OpenAI akan segera merilis lebih dari satu perangkat keras dalam waktu dekat.
Baca Juga:
Pertanyaan mengenai potensi penundaan akibat gugatan Apple pun tak terhindarkan. OpenAI dilaporkan bekerja sama dengan mantan kepala desain Apple, Jony Ive, untuk mengembangkan perangkat ini. Apple telah menggugat OpenAI atas dugaan pencurian rahasia dagang.
Brockman enggan memberikan detail karena kasus tersebut masih dalam proses litigasi aktif. Namun, ia menegaskan bahwa OpenAI tidak khawatir. “Kami fokus pada pengembangan dan teknologi kami sendiri,” ujarnya. “Kami tidak tertarik pada rahasia dagang perusahaan lain. Kami cukup inovatif.”
Pernyataan ini menunjukkan keyakinan OpenAI bahwa inovasi internal mereka jauh lebih berharga daripada perselisihan hukum eksternal. AI OpenAI terus bergerak maju tanpa terganggu.
Mengapa OpenAI yakin kita akan berhenti mengetik? Brockman menjelaskan bahwa berbicara akan segera menggantikan mengetik untuk sebagian besar aktivitas kita dengan perangkat. Ia menyebut interaksi suara sebagai cara yang jauh lebih alami untuk berkomunikasi dengan mesin.
Ia bahkan menyinggung masker “beak” kedap suara yang digunakan beberapa pekerja kantoran. Masker ini memungkinkan mereka berbicara dengan komputer tanpa mengganggu orang di sekitar. Brockman sendiri tidak menggunakannya, tetapi mengakui bahwa hal itu “menunjukkan di mana ada kecocokan produk-pasar,” meskipun terlihat sedikit konyol.

Dalam hal kepercayaan, Brockman mengatakan OpenAI berinvestasi dalam teknologi yang menawarkan jaminan yang dapat diverifikasi dan diaudit. Hal ini memastikan hanya AI yang meninjau data pribadi pengguna. Langkah ini diharapkan dapat meredakan kekhawatiran tentang seberapa pribadi mode obrolan sementara ChatGPT sebenarnya.
Keluarga perangkat AI dari OpenAI ini menjanjikan perubahan besar dalam cara kita menggunakan teknologi sehari-hari. Dengan fokus pada interaksi suara yang alami dan privasi yang terjamin, OpenAI ingin membawa pengalaman AI ke level berikutnya.
Bagi pengguna yang sudah familiar dengan keamanan siber, kabar ini menjadi angin segar. OpenAI berkomitmen untuk membangun perangkat yang tidak hanya canggih, tetapi juga aman dan terpercaya.
Dengan rencana ambisius ini, OpenAI siap mengubah lanskap teknologi konsumen. Bukan lagi sekadar speaker pintar, melainkan ekosistem perangkat AI yang siap menemani aktivitas sehari-hari.





Komentar
Belum ada komentar.