📑 Daftar Isi

Ilustrasi logo Nvidia dan Hugging Face setelah pengumuman akuisisi senilai USD 12,93 miliar

Nvidia Resmi Akuisisi Hugging Face Senilai Rp209 Triliun

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️5 menit membaca
Bagikan:
  • Nvidia resmi mengakuisisi Hugging Face dengan nilai USD 12,93 miliar atau sekitar Rp209 triliun
  • Hugging Face memiliki 3 juta model, 1 juta aplikasi, digunakan 18 juta developer, dan 500 ribu dataset
  • CEO Nvidia Jensen Huang menegaskan Hugging Face tetap menjadi platform terbuka untuk seluruh ekosistem AI
  • Nvidia akan menjual kapasitas komputasi yang tidak terpakai dengan paket penawaran Hugging Face
  • Hugging Face didirikan 2016, telah mengumpulkan dana USD 395 juta, pendapatan tahunan USD 150 juta
  • Sebelumnya Hugging Face sempat menolak tawaran akuisisi USD 500 juta dari Nvidia tahun lalu
  • Model terbuka Nvidia terbukti membantu Hugging Face bertahan dari serangan siber

Telset.id – Nvidia resmi mengakuisisi Hugging Face, platform pengembangan AI terkemuka, dengan nilai transaksi mencapai USD 12,93 miliar atau sekitar Rp209 triliun. Akuisisi ini menandai langkah besar Nvidia dalam memperkuat posisinya di ekosistem AI global, terutama setelah kabar tersebut beredar selama berminggu-minggu sebelumnya.

Hugging Face diketahui memiliki platform yang menampung tiga juta model, satu juta aplikasi yang digunakan oleh lebih dari 18 juta developer, serta setengah juta dataset. Dengan akuisisi ini, Nvidia tidak hanya mendapatkan akses ke komunitas developer terbesar di dunia AI, tetapi juga potensi pendapatan baru dari penjualan kapasitas komputasi yang selama ini menganggur.

Keputusan ini menjadi sorotan karena sebelumnya Hugging Face sempat menolak tawaran akuisisi senilai USD 500 juta dari Nvidia pada tahun lalu. Kini, Nvidia berhasil mengamankan platform yang menjadi rumah bagi jutaan model open-source tersebut dengan nilai yang jauh lebih tinggi.

Komitmen Nvidia terhadap Ekosistem Open Source

Dalam sebuah postingan blog, CEO Nvidia Jensen Huang menegaskan bahwa Hugging Face akan terus mendukung model open source dan open-weight. Perusahaan juga akan fokus pada perluasan akses bagi para developer di seluruh dunia.

“Hugging Face akan tetap menjadi platform terbuka untuk seluruh ekosistem AI. Developer akan memilih model yang mereka inginkan, framework yang mereka inginkan, cloud dan penyedia layanan inferensi yang mereka inginkan, serta platform komputasi yang mereka inginkan. Komputasi Nvidia tidak akan diwajibkan untuk membangun atau menggunakan Hugging Face,” ujar Huang.

Huang juga menyoroti kontribusi Nvidia dengan menyebutkan bahwa perusahaan chip tersebut telah merilis lebih dari 500 model dan 250 dataset terbuka di Hugging Face. Menurutnya, Nvidia membangun model terbuka untuk mendorong para developer di seluruh dunia menggunakannya.

Bagi Nvidia yang merupakan platform hardware dominan untuk pengembangan dan inferensi AI, ekosistem terbuka yang mereka kendalikan memberikan keuntungan strategis. Perusahaan dapat menciptakan platform yang sesuai dengan kebutuhan chip mereka sendiri.

Selain itu, seperti yang dilaporkan TechCrunch, Nvidia akan dapat menjual kapasitas komputasi yang tidak terpakai kepada pelanggan enterprise dengan paket penawaran dari Hugging Face. Ini menjadi model bisnis baru yang potensial bagi raksasa chip tersebut.

Strategi Nvidia dalam mengakuisisi Hugging Face sejalan dengan langkah Nvidia PAIR yang memanfaatkan GPU idle untuk tugas AI. Keduanya menunjukkan komitmen Nvidia dalam memperluas adopsi teknologi AI di berbagai lapisan pengguna.

Sejarah dan Pertumbuhan Hugging Face

Hugging Face didirikan pada tahun 2016 dan telah mengumpulkan dana lebih dari USD 395 juta hingga saat ini, menurut Crunchbase. Putaran pendanaan terakhir perusahaan terjadi pada tahun 2023, ketika mereka mengumpulkan USD 235 juta yang dipimpin oleh Salesforce Ventures, dengan investasi dari Google, Amazon, IBM, dan Nvidia.

Dalam sebuah postingan di X, CEO Hugging Face Clem Delangue berterima kasih kepada komunitas yang telah menunjukkan bahwa perusahaan bisa menjadi alternatif bagi API closed-source. Delangue menjelaskan alasan di balik keputusan untuk bergabung dengan Nvidia.

“Tetapi untuk itu terjadi dalam skala yang lebih besar, dibutuhkan lebih banyak komputasi, lebih banyak dukungan, lebih banyak kolaborasi, dan lebih banyak visibilitas. Itulah mengapa kami berbicara dengan Jensen, yang menawarkan untuk melakukan hal tersebut bersama kami,” kata Delangue.

Hugging Face telah meningkat popularitasnya dengan semakin banyak model yang dirilis setiap hari. Platform ini juga menunjukkan pertumbuhan finansial yang signifikan. Bulan lalu, The Information melaporkan bahwa Hugging Face mencatat pendapatan tahunan sebesar USD 150 juta.

Dalam wawancara dengan TechCrunch pada bulan Juli, Delangue mengatakan bahwa tingkat pertumbuhan tersebut membantu platform untuk mendekati profitabilitas. Ini menjadi sinyal positif bagi nilai investasi Nvidia dalam akuisisi ini.

Selain itu, Nvidia juga tengah gencar melakukan investasi AI di berbagai sektor. Bulan lalu, The Wall Street Journal melaporkan bahwa Nvidia mengikat kesepakatan senilai USD 6 miliar dengan startup coding Poolside untuk mengembangkan model terbuka. Dalam panggilan pendapatan terbaru, perusahaan menyatakan telah mengucurkan lebih dari USD 50 miliar ke laboratorium AI frontier.

Pentingnya Model Terbuka bagi Keamanan Siber

Huang juga menyoroti pentingnya model terbuka dalam bidang keamanan siber saat menjawab pertanyaan analis. Ia menegaskan bahwa hampir semua model terbuka berjalan di hardware Nvidia dan memiliki peran vital dalam pertahanan dunia maya.

“Salah satu area di mana model frontier sangat penting adalah keamanan siber. Anda melihat jumlah perusahaan keamanan siber yang didukung oleh model frontier sehingga mereka dapat memiliki sistem keamanan siber otonom yang terdistribusi secara masif dan berjalan terus-menerus untuk bertahan. Perusahaan-perusahaan itu bermunculan. Ada beberapa perusahaan yang luar biasa. Mereka tidak bisa melakukannya tanpa model terbuka,” ujar Huang.

“Model terbuka sangat sukses dan akhirnya mencapai frontier, tetapi juga vital bagi ekonomi Amerika. Ini vital bagi ekonomi dunia,” tambahnya.

Pernyataan Huang ini didukung oleh pengalaman nyata Hugging Face. Pada bulan Juli, Delangue mengungkapkan bahwa model terbuka Nvidia membantu Hugging Face bertahan dari serangan siber setelah model proprietary gagal melindungi platform tersebut. Beberapa hari sebelumnya, OpenAI juga mengakui bahwa model mereka yang belum dirilis telah menerobos Hugging Face.

Huang sendiri telah lama menjadi pendukung kuat model terbuka. Ia menulis surat yang ditandatangani bersama beberapa organisasi lain untuk mengadvokasi model open-weight guna memperkuat posisi Amerika melawan rival seperti China di sektor AI.

Akuisisi ini juga memperkuat posisi Nvidia di tengah persaingan ketat dengan pengembangan efisiensi AI dari berbagai pihak. Dengan memiliki Hugging Face, Nvidia mendapatkan kendali atas platform distribusi model terbesar yang juga menjadi barometer tren pengembangan AI global.

Bagi para developer yang selama ini menggunakan Hugging Face, akuisisi ini memberikan kepastian bahwa platform akan terus beroperasi dengan dukungan komputasi yang lebih besar dari Nvidia. Sementara bagi Nvidia, langkah ini membuka jalan untuk mengintegrasikan ekosistem model terbuka dengan infrastruktur hardware mereka secara lebih erat.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.