📑 Daftar Isi

CEO Nvidia Jensen Huang saat memaparkan strategi lisensi software AI US$2.000 per GPU per tahun

Nvidia Patok Lisensi Software AI US$2.000 per GPU per Tahun

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Nvidia patok lisensi software AI sekitar US$2.000 per GPU per tahun
  • Jensen Huang sebut angka ini di GTC Berlin pada 22 Oktober
  • Potensi pendapatan US$50 miliar dalam lima tahun dari lima juta lisensi
  • AI Enterprise sebelumnya dipasarkan US$4.500 per GPU per tahun
  • Nvidia belum ungkap cakupan software dan waktu berlaku tarif
  • OpenShell dan Sentry jadi lapisan keamanan AI agent
  • Anthropic dan Salesforce mulai mengadopsi kontrol serupa

Telset.id – Nvidia mematok biaya lisensi software AI sekitar US$2.000 per GPU per tahun. Angka yang disebut CEO Jensen Huang itu membuka potensi pendapatan hingga US$50 miliar dalam lima tahun, jika skenario lima juta lisensi berbayar terwujud. Biaya ini muncul saat Nvidia memperluas bisnis infrastruktur AI yang mencakup chip, software, dan keamanan AI agent.

Huang menyampaikan angka tersebut di GTC Berlin pada 22 Oktober. Menurutnya, lisensi software akan menjadi bagian yang semakin besar dari bisnis perusahaan. “Software licensing will become increasingly a major part of our company’s business. The way that we license will be…for example, it’s about $2,000 per GPU per year to run all the software that Nvidia provides that runs agents on these AI factories,” ujarnya seperti dikutip dari video pernyataan tersebut.

Hitungannya cepat membesar. Dengan US$2.000 per GPU setiap tahun, Nvidia akan meraup US$10 miliar per tahun bila lima juta GPU tercakup lisensi berbayar. Dalam lima tahun, angkanya mencapai US$50 miliar, dengan catatan pelanggan terus memperpanjang langganan. Skenario ini pertama kali diuraikan oleh FourWeekMBA.

Nvidia V100 PCIe GPUs

Angka US$2.000 Masih Menyisakan Pertanyaan

Namun ada sejumlah catatan. Nvidia belum mengungkap berapa banyak GPU yang bisa tercakup dalam tarif US$2.000 tersebut, atau apakah angka itu merupakan harga standarnya. Perusahaan juga belum menjelaskan software mana yang dicakup lisensi itu, atau apakah ada tumpang tindih antarproduk.

Distingsi ini penting karena Nvidia sudah lebih dulu mengenakan biaya untuk software enterprise. Platform AI Enterprise mereka dipasarkan seharga US$4.500 per GPU untuk langganan satu tahun. Angka US$2.000 yang disebut Huang memang lebih rendah, tetapi Nvidia belum mengonfirmasi bahwa kedua harga itu mencakup produk atau ketentuan lisensi yang sama. Karena itu, angka tersebut tidak boleh dianggap sebagai pemotongan harga yang sudah pasti.

Perdebatan soal lisensi ini berlangsung saat Nvidia mengembangkan lebih banyak infrastruktur yang dibutuhkan untuk men-deploy dan mengelola AI agent di lingkungan enterprise. Sistem semacam ini dapat menggunakan tools, mengakses data, dan mengeksekusi tugas, sehingga menimbulkan tantangan baru soal keamanan dan manajemen bagi perusahaan yang menjalankannya dalam skala besar.

OpenShell dan Sentry Jadi Lapisan Keamanan

Pada 21 Oktober, Nvidia mengumumkan OpenShell Reference Architecture. Sistem ini menggabungkan infrastruktur komputasi Vera Rubin, CPU Vera, dan data processing unit (DPU) BlueField-4 yang menjalankan Nvidia Sentry. OpenShell menyediakan runtime aman untuk AI agent dengan menetapkan batas atas tindakan mereka serta akses terhadap tools dan sumber daya.

Sentry memantau aktivitas agent secara independen dan dapat mengarantina agent yang mencoba melewati batas tersebut, menurut Nvidia. Arsitektur ini dirancang untuk membawa kontrol keamanan ke lapisan infrastruktur, bukan sekadar mengandalkan pengaman yang tertanam di model AI atau aplikasi. Sebelumnya, Nvidia telah memperkenalkan Open Agent Safety Platform pada September. Referensi arsitektur yang lebih baru ini membangun upaya tersebut dan memperluasnya ke infrastruktur enterprise serta sistem edge.

Perusahaan lain juga mulai mengadopsi kontrol serupa. Anthropic mengintegrasikan OpenShell dan hardware BlueField dengan Claude Managed Agents agar bisnis punya kendali lebih besar atas apa yang bisa diakses AI agent mereka di dalam execution sandbox. Salesforce mengembangkan Slack Admin Bridge untuk OpenShell yang memungkinkan administrator meninjau permintaan akses agent, menyetujui atau menolak izin, serta memantau aktivitas langsung di Slack.

Nvidia logo

Harga software yang diusulkan sejalan dengan argumen Huang bahwa Nvidia kini lebih dari sekadar pemasok GPU. Perusahaan telah berekspansi ke networking, sistem, software enterprise, dan infrastruktur yang dirancang untuk menjalankan beban kerja AI. Dalam podcast BG2Pod baru-baru ini, Huang mengatakan, “One of these days, people might not categorize us as a chip company anymore.” Ia merujuk pada kehadiran Nvidia di berbagai industri seperti healthcare, automotive, telecommunications, dan life sciences, tempat perusahaan menyediakan technology stack yang lebih luas, bukan hanya chip.

Meski demikian, Nvidia belum menyebut kapan biaya US$2.000 per GPU akan berlaku atau software mana yang akan dicakup. Masih belum jelas pula bagaimana harga yang diusulkan itu akan masuk ke dalam bisnis software enterprise perusahaan yang sudah ada. Sebagai konteks industri, lini GPU Nvidia juga menjadi sorotan dalam berbagai pemberitaan, termasuk temuan 32 Chip Nvidia B300 di jaringan China Telecom.

Yang jelas, angka US$2.000 per GPU per tahun menandai arah baru Nvidia: dari penjual hardware menuju pendapatan berulang dari software yang menjalankan AI agent. Selama detail produk dan ketentuan lisensinya belum dipublikasikan, angka itu masih berstatus usulan, bukan harga resmi yang berlaku.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.