Telset.id β Netflix mengungkapkan nilai investasi besar-besaran di sektor kecerdasan buatan setelah membayar USD 587 juta atau sekitar Rp9,4 triliun secara tunai untuk mengakuisisi InterPositive, sebuah startup yang didirikan bersama oleh aktor dan sutradara terkenal, Ben Affleck. Akuisisi ini menjadi bukti nyata komitmen raksasa streaming tersebut dalam mengintegrasikan teknologi AI ke dalam industri kreatif.
Informasi tersebut terungkap dalam pengajuan regulasi terbaru Netflix. Sebelumnya, perusahaan streaming itu telah mengumumkan akuisisi InterPositive pada Maret 2026 lalu. Dalam pernyataan resmi saat itu, Affleck menegaskan bahwa tujuan akuisisi ini adalah untuk βmelindungi kekuatan kreativitas manusia,β sebuah pernyataan yang sempat memicu perdebatan di kalangan sineas dan pekerja industri kreatif.
Baca Juga:
Teknologi AI untuk Produksi Film
Menurut Affleck, InterPositive mengembangkan alat-alat AI yang dirancang khusus untuk membantu para pembuat film dalam meningkatkan kualitas footage mereka selama proses pasca-produksi. Teknologi ini sangat berguna untuk mengatasi berbagai tantangan produksi di dunia nyata, seperti mengganti latar belakang yang tidak sesuai, mengoreksi pencahayaan yang salah, atau bahkan menggantikan adegan yang tidak tertangkap kamera.
Dalam pengumuman akuisisi tersebut, Netflix juga mengonfirmasi bahwa seluruh tim InterPositive akan bergabung dengan perusahaan. Sementara itu, Ben Affleck sendiri akan menjabat sebagai senior advisor di Netflix, memberikan panduan strategis dalam pengembangan dan penerapan teknologi AI untuk konten orisinal perusahaan.
Meskipun nilai akuisisi tidak diungkapkan secara detail pada saat pengumuman perdana, Bloomberg kemudian melaporkan bahwa nilai kesepakatan tersebut bisa mencapai USD 600 juta. Kini, melalui pengajuan regulasi, Netflix akhirnya mengonfirmasi bahwa nilai transaksi tunai yang dibayarkan adalah USD 587 juta, mendekati perkiraan awal Bloomberg.
Ekspansi AI di Seluruh Platform
Langkah ambisius Netflix di bidang kecerdasan buatan tidak berhenti pada akuisisi InterPositive. Dalam laporan pendapatan terbaru, perusahaan mengungkapkan bahwa sekitar 300 judul tayangan di platformnya telah menggunakan teknologi generative AI. Angka ini menunjukkan betapa masifnya adopsi AI di seluruh lini produksi konten Netflix, mulai dari film, serial, hingga dokumenter.
Penerapan AI di industri hiburan memang menjadi topik hangat dalam beberapa tahun terakhir. Beberapa pihak melihatnya sebagai terobosan yang dapat meningkatkan efisiensi produksi dan kualitas visual. Namun, tidak sedikit pula yang khawatir bahwa penggunaan AI secara berlebihan dapat mengancam lapangan kerja kreatif dan mengurangi sentuhan artistik manusia dalam proses pembuatan film.
Netflix sendiri telah lama dikenal sebagai perusahaan yang agresif dalam mengadopsi teknologi baru. Selain berinvestasi di AI, perusahaan juga terus melakukan berbagai inovasi untuk meningkatkan pengalaman menonton penggunanya.
Dengan bergabungnya Ben Affleck sebagai senior advisor dan tim InterPositive ke dalam struktur organisasi Netflix, perusahaan tampaknya serius ingin memanfaatkan AI sebagai alat bantu, bukan pengganti, bagi para kreator konten. Affleck sendiri dalam pernyataannya menekankan bahwa tujuan utama dari teknologi ini adalah untuk membantu para pembuat film mengatasi hambatan teknis, sehingga mereka bisa lebih fokus pada aspek kreatif dari karya mereka.
Nilai akuisisi yang mencapai hampir Rp10 triliun ini menunjukkan betapa strategisnya posisi InterPositive dalam peta jalan AI Netflix. Di tengah persaingan ketat dengan platform streaming lain, investasi semacam ini bisa menjadi pembeda yang signifikan dalam hal kualitas konten dan efisiensi produksi.
Ke depannya, publik akan menantikan bagaimana hasil kolaborasi antara tim kreatif Netflix dan teknologi AI dari InterPositive ini akan terlihat dalam tayangan-tayangan mendatang. Apakah teknologi ini benar-benar akan meningkatkan kualitas produksi tanpa menghilangkan sentuhan artistik, atau justru sebaliknya, hanya waktu yang bisa menjawab. Yang jelas, Netflix telah mengambil langkah berani dengan menggelontorkan dana besar untuk memastikan posisinya di garis depan inovasi industri hiburan.





Komentar
Belum ada komentar.