Ilustrasi data center dengan server dan infrastruktur AI

EPA Hapus Kewajiban Publikasi Izin Data Center, Warga Terdampak

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
ā±ļø5 menit membaca
Bagikan:
  • EPA mengusulkan penghapusan kewajiban federal untuk pemberitahuan publik dan komentar sebelum izin polusi udara untuk sumber minor diterbitkan
  • Usulan berlaku untuk kategori fasilitas termasuk data center yang memiliki generator diesel penghasil polutan
  • Publik saat ini diberikan 30 hari untuk menyampaikan kekhawatiran atau meminta dengar pendapat publik
  • EPA berargumen usulan ini mengurangi birokrasi dan memberikan wewenang lebih ke negara bagian
  • Administrator EPA Lee Zeldin menyebut perubahan ini memotong "birokrasi yang tidak perlu dan memberatkan"
  • Kritikus khawatir tercipta "lapangan bermain tidak seimbang" antar negara bagian
  • Koalisi hampir 200 kelompok lingkungan, kesehatan, dan komunitas menentang usulan ini
  • Usulan datang saat pemerintahan Trump dorong pengembangan infrastruktur AI lebih cepat
  • Jajak pendapat AP-NORC 2025: 4 dari 10 orang Amerika khawatir efek AI pada lingkungan

Telset.id – Masyarakat Amerika Serikat berpotensi kehilangan hak untuk mengetahui rencana pembangunan data center di wilayah mereka. Environmental Protection Agency (EPA) mengusulkan penghapusan kewajiban federal bagi negara bagian untuk memberikan pemberitahuan publik dan kesempatan berkomentar sebelum menerbitkan izin polusi udara tertentu, sebuah langkah yang dapat mempermudah pembangunan infrastruktur AI secara diam-diam.

Usulan yang dilaporkan oleh Associated Press pada Kamis ini menyasar kategori fasilitas yang dianggap sebagai sumber polusi udara ā€œminorā€ berdasarkan Clean Air Act. Kategori ini mencakup bisnis mulai dari bengkel perbaikan, laundry, hingga tempat pembuangan akhir dan pabrik baja. Namun, usulan ini juga dapat berlaku untuk data center, menjadikannya sangat penting di tengah persaingan perusahaan teknologi besar untuk mengamankan lokasi guna mendukung pertumbuhan AI.

Apa yang Diusulkan EPA?

EPA pertama kali mengusulkan aturan ini pada bulan Juli lalu. Aturan tersebut melibatkan bagian dari Clean Air Act yang disebut program New Source Review (NSR). Saat ini, peraturan federal menetapkan persyaratan minimum untuk memastikan publik dilibatkan ketika negara bagian dan lembaga lokal menangani izin sumber minor ini.

Menurut penjelasan EPA tentang proses perizinan, publik diberikan waktu 30 hari untuk menyampaikan kekhawatiran atau meminta dengar pendapat publik. EPA ingin menghilangkan kewajiban ini, meskipun tidak berarti setiap negara bagian akan berhenti memberi tahu warga tentang fasilitas yang diusulkan. Kewajiban itu hanya tidak akan menjadi persyaratan lagi. Kekhawatiran lebih mengarah pada negara bagian yang belum memiliki persyaratan kuat dari pemerintah mereka sendiri.

Data center membutuhkan daya listrik dalam jumlah besar untuk menjaga ribuan server tetap berjalan. Selain itu, mereka memiliki generator diesel yang dapat menyediakan daya cadangan jika terjadi masalah dengan jaringan listrik. Generator tersebut dapat melepaskan polutan seperti nitrogen oksida dan karbon monoksida. Tergantung pada ukuran proyek dan perkiraan emisinya, generator dapat tercakup dalam izin udara sumber minor.

Data center juga telah menjadi isu politik yang jauh lebih besar seiring perusahaan AI memperluas infrastruktur mereka. Komunitas telah menyuarakan kekhawatiran tentang penggunaan listrik dan air, kebisingan, serta polusi. Di sisi lain, para pendukung menunjuk pada investasi dan pendapatan pajak yang dapat mereka bawa ke komunitas lokal.

Perdebatan ini sangat penting di tempat-tempat seperti Virginia dan Georgia, yang telah menjadi pusat utama pembangunan data center. AP melaporkan bahwa kelompok lingkungan khawatir tentang negara bagian di Selatan dan Midwest di mana persyaratan pemberitahuan publik lokal mungkin tidak melampaui apa yang diwajibkan pemerintah federal. Jika persyaratan federal hilang, penduduk di satu negara bagian mungkin terus menerima pemberitahuan tentang proyek yang diusulkan sementara orang-orang di negara bagian lain bisa memiliki lebih sedikit kesempatan untuk mengetahuinya atau berkomentar sebelum izin disetujui.

Mengapa EPA Ingin Mengubah Aturan?

EPA mengatakan usulan ini tentang mengurangi penundaan yang tidak perlu, bukan melemahkan perlindungan lingkungan. Badan tersebut berpendapat bahwa sumber minor umumnya menghasilkan emisi lebih rendah daripada sumber utama dan bahwa Clean Air Act sendiri tidak mewajibkan prosedur pemberitahuan publik dan komentar federal untuk sumber minor.

Administrator EPA Lee Zeldin mengatakan perubahan ini akan memotong ā€œbirokrasi yang tidak perlu dan memberatkanā€ sambil memberikan lebih banyak wewenang kepada pemerintah negara bagian dan lokal. EPA juga mengatakan usulan ini tidak akan mengubah standar emisi. Fasilitas tetap harus memenuhi persyaratan kualitas udara yang berlaku. Juru bicara EPA mengatakan kepada AP bahwa menggambarkan usulan ini sebagai upaya untuk menyembunyikan data center adalah ā€œnarasi palsuā€. Posisi badan tersebut adalah bahwa negara bagian harus memutuskan bagaimana proses partisipasi publik mereka sendiri bekerja.

Para kritikus melihat situasi ini secara berbeda. Mike Koerber, mantan wakil direktur kantor kualitas udara EPA, mengatakan kepada AP bahwa menghilangkan persyaratan federal dapat menciptakan ā€œlapangan bermain yang tidak seimbangā€ di mana penduduk di beberapa negara bagian mengetahui tentang proyek baru sementara yang lain tidak. Koalisi hampir 200 kelompok lingkungan, kesehatan, dan komunitas juga menentang usulan ini. Keri Powell, seorang pengacara dengan Southern Environmental Law Center, mengatakan kepada AP bahwa komunitas harus memiliki kesempatan untuk bersuara sebelum proyek yang dapat memengaruhi mereka disetujui.

data centers

Usulan ini datang saat pemerintahan Trump mendorong pengembangan infrastruktur AI yang lebih cepat di Amerika Serikat. Presiden Donald Trump telah berargumen bahwa data center penting untuk persaingan Amerika dengan China dalam kecerdasan buatan. Ia juga mengakui meningkatnya resistensi publik terhadap mereka dan telah mendesak perusahaan teknologi untuk menghasilkan listrik mereka sendiri daripada menaikkan biaya utilitas bagi pelanggan lain.

Menurut jajak pendapat AP-NORC 2025, sekitar empat dari sepuluh orang dewasa Amerika mengatakan mereka sangat khawatir tentang efek AI terhadap lingkungan. Orang Amerika juga lebih cenderung percaya bahwa AI akan merugikan daripada membantu lingkungan selama dekade berikutnya.

Data center bukan satu-satunya fasilitas yang akan terpengaruh oleh usulan EPA, dan menghilangkan persyaratan federal tidak akan secara otomatis menghilangkan masukan publik di mana-mana. Namun, perdebatan ini mengangkat pertanyaan yang lebih besar seiring ekspansi AI: Seberapa banyak yang harus diketahui orang — dan memiliki suara dalam — infrastruktur yang dibangun di komunitas mereka?

Meningkatnya penolakan publik terhadap pembangunan data center telah menjadi tren yang perlu diperhatikan. Masyarakat semakin sadar akan dampak infrastruktur ini terhadap lingkungan dan kehidupan sehari-hari mereka, mendorong berbagai bentuk resistensi di tingkat komunitas.

data centers

Perubahan kebijakan EPA ini menjadi sorotan karena berpotensi mengubah keseimbangan antara percepatan pembangunan infrastruktur AI dan hak publik untuk berpartisipasi dalam keputusan yang memengaruhi lingkungan mereka. Dengan hilangnya kewajiban pemberitahuan, transparansi pembangunan data center di masa depan akan sangat bergantung pada kebijakan masing-masing negara bagian.

Sementara itu, kebutuhan akan daya komputasi AI terus meningkat seiring peluncuran model dan fitur baru dari perusahaan teknologi besar. Setiap peluncuran model baru yang lebih mumpuni meningkatkan kebutuhan akan daya komputasi untuk alat AI dan layanan cloud, yang pada gilirannya mendorong kebutuhan akan lebih banyak data center.

Bagi warga yang tinggal di dekat lokasi yang diusulkan untuk pembangunan data center, perubahan ini berarti mereka mungkin tidak akan mengetahui proyek tersebut sebelum izin diberikan. Ini menjadi kekhawatiran nyata mengingat data center membutuhkan lahan luas, listrik besar, dan air untuk sistem pendingin, yang semuanya berdampak pada komunitas sekitar.

Perusahaan teknologi besar terus berlomba mengamankan lokasi untuk mendukung pertumbuhan AI mereka. Dalam konteks ini, usulan EPA untuk menghapus kewajiban pemberitahuan publik dapat mempercepat proses perizinan, namun di sisi lain mengurangi transparansi yang selama ini menjadi jaminan bagi masyarakat.

Keputusan akhir mengenai usulan ini akan menentukan bagaimana keseimbangan antara kepentingan industri dan hak masyarakat untuk mengetahui infrastruktur di sekitar mereka akan dijaga di masa depan.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.