📑 Daftar Isi

Model ekonomi AI Anthropic memproyeksikan dampak AI terhadap pekerjaan dan upah pekerja pengetahuan hingga 2030

Model Ekonomi AI Anthropic: Upah Pekerja Terancam Stagnan

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Anthropic merilis model ekonomi untuk memproyeksikan dampak AI terhadap pekerjaan, upah, dan ekonomi AS hingga 2030
  • Skenario substansial: PDB AS mencapai USD 36,3 triliun, 8,3% lebih tinggi, namun upah pekerja pengetahuan stagnan
  • Skenario ekstrem: ekonomi tumbuh 32,4% lebih besar, upah pekerja pengetahuan turun lebih dari 10%
  • Model memecah pekerjaan menjadi tugas individual, bukan menggantikan profesi secara keseluruhan
  • Survei terhadap 10.980 warga AS menunjukkan ekspektasi publik mendekati skenario substansial
  • Model tidak memperhitungkan respons pemerintah, siklus bisnis, atau risiko AI katastropik

Telset.id – Anthropic, perusahaan di balik Claude, merilis model ekonomi baru yang mengungkap skenario mengejutkan: ekonomi AS bisa tumbuh pesat hingga 32,4% lebih besar pada 2030, namun upah pekerja pengetahuan justru berpotensi turun lebih dari 10%. Model ini mencoba menjawab pertanyaan besar tentang dampak perkembangan AI terhadap lapangan kerja, upah, dan ekonomi AS hingga akhir dekade ini.

Model ekonomi Anthropic memetakan bagaimana adopsi AI yang semakin masif dapat mengubah lanskap ketenagakerjaan. Istilah “knowledge worker” atau pekerja pengetahuan sendiri pertama kali diperkenalkan oleh ahli manajemen Peter Drucker pada 1959 untuk menggambarkan pergeseran ekonomi global dari kerja manual menuju pekerjaan berbasis intelektual dan informasi. Pekerja pengetahuan adalah profesional yang modal utamanya adalah keahlian, pemikiran kritis, dan pengetahuan khusus.

Ilustrasi pekerja yang terdampak perkembangan AI

Tiga Skenario Masa Depan AI

Anthropic memodelkan tiga skenario berbeda untuk menggambarkan masa depan AI. Model ini memungkinkan peneliti menyesuaikan asumsi tentang seberapa mumpuni AI, seberapa luas adopsi bisnis, seberapa otonom AI bekerja, seberapa besar peningkatan produktivitas, dan seberapa mudah pekerja yang terdampak dapat menemukan pekerjaan baru.

Skenario moderat menyerupai pergeseran teknologi sebelumnya. AI meningkatkan produktivitas dan ekonomi tumbuh, namun efeknya masih dalam batas normal historis. Skenario substansial menunjukkan kondisi yang jauh berbeda, di mana AI mampu melakukan setengah dari seluruh tugas pekerjaan pengetahuan pada 2030 dan dapat melakukan sebagian besar tugas tersebut secara otonom. Hal ini tidak berarti AI mengerjakan setengah dari seluruh pekerjaan pengetahuan karena bisnis tidak mengadopsi teknologi di semua tempat.

Pada skenario substansial, pertumbuhan ekonomi berjalan sekitar dua kali lipat dari tingkat normal. Produk Domestik Bruto (PDB) AS diperkirakan mencapai USD 36,3 triliun pada 2030, 8,3% lebih tinggi dibandingkan tanpa AI. Sementara itu, upah pekerja pengetahuan diperkirakan stagnan.

Tangkapan layar model ekonomi Anthropic

Mengapa Upah Bisa Stagnan?

Anthropic tidak memperlakukan pekerjaan sebagai satu kesatuan yang bisa atau tidak bisa digantikan AI. Sebaliknya, perusahaan ini memecah pekerjaan menjadi tugas-tugas individual, sebagian dapat ditingkatkan AI, sebagian dapat diotomatisasi, dan sebagian lainnya tetap membutuhkan manusia.

Contohnya profesi perawat. AI mungkin dapat menyusun instruksi pemulangan pasien, membantu memantau pasien, atau mengatur jadwal perawatan. Tugas administratif lain bisa diotomatisasi sepenuhnya. Namun, chatbot AI tidak bisa memandikan pasien. Akibatnya, permintaan untuk sebagian jenis pekerjaan digital bisa turun sementara produktivitas yang diciptakan AI menghasilkan permintaan lebih besar di sektor lain.

Anthropic juga menggunakan contoh konstruksi. Jika AI secara dramatis mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk merancang dan mengurus perizinan infrastruktur, lebih banyak proyek bisa menjadi layak. Proyek tersebut tetap membutuhkan tenaga kerja untuk membangunnya, berpotensi meningkatkan permintaan dan upah pekerja konstruksi.

Perpindahan Profesi dan Dampaknya

Perhitungan berubah ketika AI dapat mengotomatisasi cukup banyak pekerjaan sehingga perusahaan tidak membutuhkan banyak karyawan. Anthropic menggunakan programmer dan pekerja call center sebagai contoh orang yang mungkin akhirnya pindah ke pekerjaan yang kurang terpapar AI seperti keperawatan atau pekerjaan kelistrikan. Kemudahan transisi ini menjadi salah satu variabel terpenting dalam model Anthropic. Jika AI menghilangkan pekerjaan lebih cepat daripada pekerja yang terkena dampak dapat pindah, pengangguran akan meningkat.

Ilustrasi pekerja yang harus berpindah profesi karena AI

Skenario Ekstrem dan Temuan Penting

Skenario ekstrem Anthropic menjadi uji stres terhadap asumsi agresif tentang AI. Dalam versi ini, AI menjadi lebih produktif daripada manusia pada sebagian besar tugas pekerjaan pengetahuan, melakukan hampir semuanya secara otonom, dan tidak menciptakan cukup jenis pekerjaan pengetahuan baru untuk menggantikan yang hilang. Anthropic menyatakan mencapai titik tersebut kemungkinan membutuhkan AI yang dapat meningkatkan diri secara rekursif dengan adopsi yang sangat cepat.

Dalam skenario tersebut, PDB AS mencapai USD 44,4 triliun pada 2030, membuat ekonomi 32,4% lebih besar dibandingkan tanpa AI. Namun upah pekerja pengetahuan turun lebih dari 10% sementara pengangguran naik melampaui tingkat yang biasanya terkait dengan resesi. Skenario ini mengungkap banyak hal tentang hubungan antara pertumbuhan ekonomi dan orang-orang yang menghasilkannya.

Ekspektasi Publik Amerika

Anthropic juga mensurvei 10.980 warga Amerika pada Agustus tentang kemampuan AI, kecepatan adopsi bisnis, dan kesulitan pekerja yang terkena dampak mencari pekerjaan baru. Jawaban khas responden berada lebih dekat ke skenario substansial daripada skenario ekstrem. Ekspektasi tersebut menghasilkan ekonomi sekitar 10% lebih besar pada 2030 dibandingkan tanpa AI, dengan tingkat pengangguran sekitar 5%. Sekitar 10% responden memberikan jawaban yang konsisten dengan skenario ekstrem.

Bahkan skenario menengah pun akan menjadi perubahan signifikan dalam cara jutaan orang bekerja. AI yang mampu melakukan setengah dari seluruh tugas pekerjaan pengetahuan pada 2030 dapat mengubah karier yang direkrut perusahaan, keterampilan yang dihargai lebih tinggi, dan apakah pekerjaan kerah putih yang paling dicari saat ini tetap bernilai.

Perlu dicatat bahwa model Anthropic tidak memperhitungkan respons pemerintah, siklus bisnis, gangguan pasar keuangan, perubahan permintaan konsumen, atau risiko AI yang katastropik. Model ini juga tidak memperhitungkan masa depan dengan robot berkemampuan tinggi yang dapat melakukan banyak pekerjaan fisik saat ini.

Model ini menunjukkan bahwa masa depan pekerjaan mungkin lebih rumit daripada pertanyaan umum tentang apakah AI akan mengambil alih pekerjaan. AI dapat membuat sebagian pekerja jauh lebih produktif, mengurangi permintaan untuk pekerja lain, dan menciptakan permintaan baru di pekerjaan yang tidak banyak berhubungan dengan duduk di belakang komputer. Pada saat yang sama, ekonomi bisa tumbuh jauh lebih cepat tanpa keuntungan tersebut muncul secara proporsional di gaji pekerja.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.