Ilustrasi pemain bisbol dengan latar belakang teknologi AI

MLB Larang Penggunaan AI Chatbot di Dugout Saat Pertandingan

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
ā±ļø3 menit membaca
Bagikan:
  • MLB resmi melarang penggunaan AI chatbot di dugout selama pertandingan.
  • Larangan ini dipicu oleh temuan bahwa sepertiga tim MLB menggunakan AI untuk strategi in-game.
  • Penggunaan AI meliputi rekomendasi pergantian pemain, pemanggilan lemparan, dan keputusan taktis.
  • Kebijakan ini merupakan perubahan aturan langka di tengah musim dari MLB.
  • Efektivitas AI dalam memberikan keuntungan masih dipertanyakan berdasarkan studi terkini.
  • Keputusan ini menegaskan bahwa kecerdasan manusia tetap menjadi faktor utama di MLB.

Telset.id – Liga Bisbol Utama Amerika Serikat (MLB) mengeluarkan larangan penggunaan kecerdasan buatan (AI) chatbot di dalam dugout selama pertandingan berlangsung. Keputusan ini diambil setelah ditemukan bahwa sejumlah tim memanfaatkan teknologi tersebut untuk mendapatkan keuntungan strategis yang tidak adil.

Menurut laporan dari The Athletic milik New York Times, sekitar sepertiga dari seluruh tim MLB telah menggunakan AI chatbot yang diinstal di iPad di area dugout. Alat ini digunakan untuk memberikan saran terkait strategi in-game, seperti mengganti pemain (substitution), memanggil lemparan (pitch calling), dan keputusan taktis lainnya yang biasanya menjadi domain pemain dan pelatih.

Penggunaan AI ini dinilai telah melampaui tujuan awal dari perangkat iPad yang disediakan di pinggir lapangan. Sebuah memo dari kantor komisaris MLB yang dilihat oleh The Athletic menyatakan bahwa tim menggunakan AI chatbot dengan cara yang ā€œmelampaui tujuan yang dimaksudkan semula untuk mencakup rekomendasi mengenai pergantian pemain, pemanggilan lemparan, dan keputusan dalam pertandingan lainnya yang secara tradisional dibuat oleh pemain dan pelatih.ā€

Kebijakan ini merupakan penyesuaian besar, mengingat MLB jarang mengeluarkan perubahan aturan di tengah musim. Biasanya, perubahan semacam itu menunggu hingga offseason. Analogi terdekat adalah pada awal musim panas 2021, ketika liga mewajibkan pemeriksaan sarung tangan (glove checks) sebagai bagian dari tindakan tegas terhadap penggunaan zat asing di gundukan pelempar.

Meskipun demikian, efektivitas AI chatbot dalam memberikan keuntungan nyata dipertanyakan. Dalam lingkungan laboratorium yang tidak memiliki kekacauan dan tekanan seperti pertandingan nyata, AI chatbot terbukti gagal dalam sebagian besar uji coba analitik dan prediksi olahraga.

Sebuah studi besar pada bulan Juni menemukan bahwa meskipun AI dapat melakukan tugas-tugas dasar dengan tingkat akurasi tertentu—seperti mengidentifikasi pemain bola basket mana yang berada di lapangan pada waktu tertentu—teknologi ini sangat buruk dalam tugas prediksi dan analitik. Contohnya, AI tidak dapat mengantisipasi skor akhir pertandingan atau menjelaskan secara akurat mengapa suatu permainan terjadi seperti yang dialami.

Dengan demikian, tidak jelas seberapa besar keuntungan yang sebenarnya diperoleh tim yang menggunakan AI. ChatGPT mungkin dapat memprediksi lemparan pertama atau kedua dalam suatu giliran memukul, atau merekomendasikan pelempar pengganti mana yang harus dimasukkan ketika pelempar kidal yang kelelahan memenuhi base. Namun, AI hampir pasti tidak dapat memprediksi urutan lemparan penuh atau membuat saran personalia dengan akurasi yang berarti.

Keputusan MLB untuk melarang AI di dugout ini, bagaimanapun, merupakan sinyal positif. Setidaknya di MLB, kecerdasan manusia masih menjadi faktor penentu utama dalam permainan. Langkah ini menunjukkan bahwa otoritas olahraga tetap waspada terhadap potensi penyalahgunaan teknologi yang dapat mengubah esensi kompetisi.

Ilustrasi foto seorang pemain bisbol yang mengayunkan tongkat pemukulnya ke arah bola.

Larangan ini berlaku efektif segera setelah pengumuman. Tim-tim yang kedapatan melanggar aturan ini akan menghadapi sanksi, meskipun detail spesifik mengenai sanksi tersebut belum diungkapkan oleh pihak MLB.

Keputusan ini juga memicu diskusi lebih luas tentang peran AI dalam olahraga profesional. Beberapa pihak berpendapat bahwa AI dapat digunakan untuk analisis pasca-pertandingan atau pengembangan pemain, tetapi penggunaannya secara langsung selama pertandingan dianggap merusak integritas kompetisi.

MLB, dengan langkah ini, menegaskan bahwa meskipun teknologi terus berkembang, esensi dari olahraga tetaplah pada kemampuan dan strategi manusia. Ini menjadi preseden penting bagi liga olahraga lain yang mungkin menghadapi dilema serupa di masa depan.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.