Telset.id – Meta resmi meluncurkan agen AI personal baru bernama Muse pada Selasa (2026), dan langsung mengambil alih handle Instagram @muse yang selama ini dimiliki band rock asal Inggris, Muse. Band yang telah menggunakan nama tersebut selama lebih dari satu dekade itu kini harus pindah ke handle @museband di Instagram dan @musetheband di X.
Pengambilalihan handle ini memicu kemarahan penggemar band yang menilai langkah Meta sebagai tindakan semena-mena terhadap username yang sudah lama berdiri. Arsip situs resmi band menunjukkan bahwa baru bulan lalu mereka masih memegang handle @muse di Instagram, sebelum akhirnya digantikan oleh produk AI anyar milik Mark Zuckerberg tersebut.

Penggemar Bereaksi Keras terhadap Pengambilalihan Handle
Perubahan handle ini langsung terlihat oleh para penggemar setia Muse yang hampir mencapai tiga juta pengikut di Instagram. Sebuah unggahan Reddit yang viral mengklaim bahwa band tersebut “dipaksa” mengganti handle media sosialnya, yang semakin memicu kemarahan publik.
Reaksi penggemar pun beragam, mulai dari kekecewaan hingga kemarahan terhadap CEO Meta. “Itu benar-benar yang terburuk,” tulis seorang penggemar yang bingung. “Mark Zuckerberg adalah seorang pecundang,” tambah penggemar lainnya.
Beberapa penggemar justru menuduh band rock tersebut sebagai “penjual diri” atau sellouts, dengan asumsi bahwa Muse menerima bayaran besar dari Meta sebagai imbalan melepas handle media sosialnya. Namun, hingga saat ini belum ada konfirmasi resmi mengenai kesepakatan antara kedua belah pihak.
Meta Belum Memberikan Klarifikasi Resmi
Hingga berita ini ditulis, Meta belum menanggapi permintaan komentar mengenai apakah pengalihan handle tersebut dilakukan secara konsensual dan apakah band mendapat kompensasi finansial. Band Muse sendiri juga belum memberikan pernyataan resmi terkait situasi ini, menambah kebingungan di kalangan penggemar dan publik.
Yang menarik, pengambilalihan username ini terjadi tidak hanya di Instagram tetapi juga di platform X. Hal ini memunculkan spekulasi bahwa Meta kemungkinan telah mencapai semacam kesepakatan dengan Muse untuk mengambil alih handle yang telah digunakan band tersebut selama bertahun-tahun.
Kasus serupa sebenarnya pernah terjadi sebelumnya. Ketika Elon Musk melakukan rebranding Twitter menjadi X pada 2023, ia mengambil alih username @X dari seseorang yang telah memegangnya sejak 2007. Kompensasi yang ditawarkan perusahaan hanya berupa merchandise dan kesempatan mengunjungi kantor pusat X.
Pengambilalihan handle oleh perusahaan teknologi besar ini menimbulkan pertanyaan tentang kepemilikan username di platform media sosial dan bagaimana aturan mainnya ketika korporasi raksasa menginginkan nama tertentu untuk produk barunya.
Fenomena perebutan nama ini juga menunjukkan bagaimana identitas digital menjadi semakin penting di era di mana kehadiran online sangat menentukan. Bagi band sekaliber Muse yang telah membangun pengikut hampir tiga juta orang, kehilangan handle utama tentu bukan hal yang sepele.
Sementara itu, persaingan di industri AI semakin memanas dengan berbagai perusahaan teknologi meluncurkan produk serupa. Fenomena antrean dan perebutan nama ini juga terjadi di berbagai layanan AI lain yang sedang berkembang pesat.
Pengguna yang tertarik dengan perkembangan teknologi AI tentu perlu memahami bagaimana perusahaan-perusahaan besar bergerak untuk mengamankan identitas produk mereka, termasuk melalui pengambilalihan username yang sudah lama digunakan pihak lain.
Meskipun Meta belum memberikan pernyataan resmi, publik tentu berharap ada kejelasan mengenai proses pengambilalihan handle ini. Apakah band Muse mendapat kompensasi yang layak atau justru menjadi korban dari praktik yang dianggap tidak adil oleh sebagian penggemar.
Ke depannya, kasus ini bisa menjadi preseden penting dalam diskusi tentang hak kepemilikan username di platform digital dan bagaimana seharusnya platform melindungi pengguna lama ketika nama mereka dibutuhkan oleh kepentingan korporasi.





Komentar
Belum ada komentar.