šŸ“‘ Daftar Isi

Ilustrasi chip AI OpenAI yang akan diproduksi di Samsung Foundry

OpenAI Rencanakan Produksi Chip AI di Samsung Foundry

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
ā±ļø4 menit membaca
Bagikan:
  • OpenAI berencana memproduksi sebagian prosesor AI di Samsung Foundry
  • Harrison Kim, General Manager OpenAI Korea, ungkap rencana ini di konferensi pers Seoul
  • OpenAI akan memiliki dua sumber produksi AI accelerator: TSMC dan Samsung Foundry
  • Chip JalapeƱo generasi pertama tetap diproduksi di TSMC, kemungkinan produksi Samsung untuk chip generasi kedua
  • Kemitraan Broadcom-Samsung senilai $200 miliar mendukung rencana produksi ganda
  • Analisis menunjukkan kebutuhan wafer OpenAI terlalu besar jika hanya mengandalkan TSMC

Telset.id – OpenAI dikabarkan akan memperluas kerja samanya dengan Samsung Electronics, tidak hanya sebatas pasokan memori dan perangkat lunak enterprise. Kabar terbaru menyebutkan, raksasa AI tersebut berencana mengalihkan produksi sebagian prosesornya ke Samsung Foundry. Jika terwujud, OpenAI akan memiliki dua sumber produksi AI accelerator, yaitu TSMC dan Samsung Foundry, yang mengindikasikan kebutuhan volume yang sangat besar.

Informasi ini diungkapkan oleh Harrison Kim, General Manager OpenAI Korea, dalam konferensi pers di Seoul, sebagaimana dilaporkan Reuters. ā€œSalah satu area di mana kami telah membuat kemajuan paling besar dan mendapatkan pengakuan paling banyak dengan Samsung Electronics adalah produksi bersama dan penelitian pada chip generasi berikutnya yang sedang kami kembangkan,ā€ ujar Harrison Kim.

Kabar ini menjadi perkembangan signifikan bagi industri semikonduktor global. Pasalnya, selama ini OpenAI diketahui mengandalkan TSMC untuk produksi chip AI-nya. Langkah menuju Samsung Foundry menunjukkan adanya kebutuhan kapasitas produksi yang lebih besar dan strategi diversifikasi rantai pasokan.

OpenAI's Jalapeno ASIC.

Program ASIC dan Chip JalapeƱo

OpenAI saat ini telah memiliki program AI ASIC sendiri yang mengandalkan layanan desain dari Broadcom serta pemrosesan wafer dan layanan pengemasan canggih dari TSMC. Sejauh ini, perusahaan telah memperkenalkan AI accelerator inferensi pertamanya yang diberi nama JalapeƱo. Chip ini didefinisikan oleh para insinyur OpenAI, kemudian dirancang bersama Broadcom, dan diproduksi oleh TSMC, semuanya dalam waktu kurang dari 18 bulan.

Namun, OpenAI tidak menjelaskan secara rinci apakah partisipasi Samsung terkait dengan sumber produksi kedua untuk JalapeƱo, prosesor lain yang sedang dikembangkan, chip yang dikembangkan bersama Samsung dan OpenAI, atau aspek lain dari produksi dan pengembangan chip. Yang jelas, Samsung dan SK hynix memang sudah memasok memori untuk inisiatif pusat data Stargate milik OpenAI, meski pengembangan dan produksi chip bersama hampir tidak ada hubungannya dengan pasokan DRAM.

Menariknya, analisis menunjukkan bahwa JalapeƱo generasi pertama kemungkinan besar tidak akan diproduksi ganda di TSMC dan Samsung. Hal ini karena chip tersebut sudah dalam produksi massal di TSMC, sementara OpenAI berbicara tentang ā€œchip generasi berikutnya,ā€ bukan chip yang sedang dalam produksi massal saat ini. Selain itu, pengembangan penerus JalapeƱo juga sudah berjalan dan mendekati tahap tapeout, yang berarti produksi massalnya juga tidak lama lagi.

Karena pernyataan OpenAI jelas melibatkan ā€œchip generasi berikutnya,ā€ sangat mungkin OpenAI memang akan memproduksi AI ASIC inferensi generasi kedua di Samsung Foundry. Ini sejalan dengan strategi untuk mendapatkan kapasitas produksi tambahan di tengah tingginya permintaan chip AI global.

Kemitraan Broadcom dan Potensi Produksi Ganda

Kembali pada akhir Juli, Samsung Electronics dan Broadcom mengumumkan kemitraan strategis senilai lebih dari $200 miliar hingga 2030 untuk berkolaborasi dalam teknologi foundry canggih, memori, dan pengemasan untuk infrastruktur AI. Karena OpenAI memiliki perjanjian dengan Broadcom untuk pengadaan 10GW AI accelerator khusus, perusahaan tersebut akan dapat memproduksi accelerator ini di Samsung dan TSMC. Tentu saja, ini bergantung pada kebutuhan silikon yang diproduksi di Samsung dan pembayaran kepada Broadcom untuk porting desain yang sesuai.

Kemungkinan lain, OpenAI dapat meniru strategi Tesla dengan memproduksi ganda penerus JalapeƱo dari TSMC dan Samsung untuk mendapatkan volume yang lebih tinggi. Namun, kebutuhan volume Tesla mungkin berbeda dengan OpenAI. Tesla membutuhkan volume AI5 yang luar biasa besar karena berencana menggunakan prosesor tersebut di tiga aplikasi volume tinggi yang sangat berbeda: pusat data AI, kendaraan, dan robot Optimus. Tesla berpotensi membutuhkan jutaan chip AI5 untuk mobil saja, di samping robot dan penerapan pusat data.

Sementara itu, accelerator pusat data cenderung jauh lebih intensif silikon per unit dibandingkan ASIC untuk kendaraan atau robot. Jika ASIC berikutnya dari OpenAI/Broadcom adalah prosesor leading-edge besar dengan banyak die dan OpenAI menginginkan gigawatt prosesor ini, kebutuhan wafer bisa menjadi terlalu tinggi untuk TSMC saja, mengingat TSMC saat ini sudah penuh dipesan oleh perusahaan seperti AMD dan Nvidia.

OpenAI JalapeƱo

Dalam situasi seperti itu, OpenAI mungkin membutuhkan foundry lain untuk mendapatkan ASIC yang cukup. Namun perlu dicatat, analisis ini masih bersifat spekulatif karena OpenAI belum memberikan konfirmasi resmi mengenai detail kerja sama produksi dengan Samsung Foundry.

Perkembangan ini menarik untuk dicermati mengingat berbagai isu yang tengah dihadapi OpenAI belakangan ini. Perusahaan yang dipimpin Sam Altman tersebut memang tengah gencar memperluas kapabilitasnya di berbagai lini, termasuk pengembangan chip AI mandiri untuk mengurangi ketergantungan pada pemasok eksternal.

Langkah OpenAI mendekati Samsung Foundry juga menunjukkan dinamika persaingan di industri foundry global. TSMC selama ini mendominasi pasar chip AI canggih dengan pelanggan utama seperti Nvidia dan AMD. Kehadiran Samsung sebagai alternatif produksi memberikan opsi baru bagi perusahaan seperti OpenAI yang membutuhkan kapasitas produksi sangat besar.

Keputusan final mengenai produksi chip di Samsung Foundry tentu akan berdampak pada peta persaingan industri semikonduktor ke depan. Jika terealisasi, ini akan menjadi kemenangan besar bagi Samsung Foundry dalam upayanya mengejar ketertinggalan dari TSMC di segmen chip AI.

[CONTENT_END]

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.