📑 Daftar Isi

Ilustrasi fitur berbagi percakapan Meta Muse yang dihentikan sementara setelah ribuan tautan ditemukan di DNS publik

Meta Pause Fitur Share Muse Usai 6.800 Link Bocor di DNS Publik

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Meta menghentikan sementara fitur berbagi percakapan Muse setelah peneliti temukan 6.800 tautan di DNS publik
  • Tautan Muse dibangun dari judul percakapan plus ID acak sehingga mudah direkonstruksi
  • Claroc menemukan percakapan sensitif seperti tinjauan pendapatan dan aplikasi pinjaman
  • Juru bicara Muse Tracy Clayton menyatakan fitur ditinjau dan akan diubah
  • Kasus serupa pernah terjadi pada ChatGPT, Claude, dan Grok

Telset.id – Meta menghentikan sementara fitur berbagi percakapan pada asisten AI Muse setelah para peneliti menemukan URL percakapan tersebut tersedia secara publik di web, demikian dilaporkan Ars Technica. Keputusan ini diambil setelah firma keamanan Claroc menemukan lebih dari 6.800 tautan Muse melalui catatan DNS publik, yang membuat percakapan pengguna dapat diakses oleh siapa saja yang memiliki tautannya.

Juru bicara Muse, Tracy Clayton, dalam pernyataan melalui email kepada The Verge mengatakan bahwa pengguna memang memiliki kemampuan untuk membagikan artefak Muse tertentu yang menghasilkan halaman yang dapat diakses oleh mereka yang memiliki tautan. “Namun, kami telah menghentikan sementara fungsi ini saat kami meninjau laporan ini dan mempertimbangkan perubahan pada bagaimana tautan ini dapat ditemukan,” ujar Clayton.

Fitur yang dimaksud memungkinkan pengguna membagikan percakapan Muse kepada orang lain melalui sebuah tautan. Namun, seperti yang ditunjukkan Claroc, cara Meta merancang tautan tersebut membuatnya mudah ditemukan. Inilah yang menjadi inti masalah dari insiden ini.

Bagaimana Tautan Muse Bisa Ditemukan

Claroc menjelaskan bahwa Muse membangun setiap alamat web hasil berbagi dari judul hasil berbagi, sebuah frasa pendek yang mendeskripsikan percakapan, lalu ditambah ID acak. “Hostname biasanya sudah memberi tahu apa yang dimuat sebuah halaman sebelum kami membukanya, dan karena tautan membawa judul serta ID yang sama, hostname yang diambil dari DNS dapat membangun ulang tautan tersebut,” jelas Claroc.

Dengan menelusuri catatan DNS publik, yang berfungsi sebagai direktori untuk lalu lintas web, Claroc dapat melihat ratusan percakapan Muse. Beberapa di antaranya mengandung informasi sensitif, seperti tinjauan pendapatan sebuah perusahaan pemasaran, aplikasi pinjaman seorang pemilik usaha kecil, kalender staf setahun penuh di sebuah tempat kerja, hingga catatan untuk panggilan seorang kandidat kerja dengan sebuah laboratorium AI.

Metode penemuan tautan ini menunjukkan bahwa desain URL yang menggabungkan judul percakapan dengan ID acak justru membuka celah bagi pihak lain untuk merekonstruksi tautan tanpa perlu mengetahui ID secara langsung. Catatan DNS publik menjadi pintu masuk yang memungkinkan rekonstruksi tersebut dilakukan secara sistematis.

Bukan Kasus Pertama pada Fitur Berbagi AI

Insiden ini bukan pertama kalinya fitur berbagi pada layanan AI membuat percakapan menjadi lebih publik dari yang dimaksudkan. Percakapan dengan ChatGPT milik OpenAI, Claude milik Anthropic, dan Grok milik xAI sebelumnya juga sempat muncul di Google Search. Pola yang berulang ini menyoroti tantangan yang sama: fitur berbagi yang dirancang untuk kenyamanan pengguna berpotensi membuka akses ke konten yang seharusnya bersifat privat.

Dalam kasus Muse, masalahnya bukan sekadar tautan yang tersebar, melainkan cara tautan itu dapat ditemukan secara otomatis melalui catatan DNS publik. Hal ini membuat percakapan yang dibagikan tidak lagi bergantung pada siapa yang menerima tautan, tetapi dapat dijangkau oleh pihak lain yang menelusuri direktori web.

Meta sendiri menyatakan sedang meninjau laporan Claroc dan mempertimbangkan perubahan pada bagaimana tautan Muse dapat ditemukan. Penghentian sementara fitur berbagi ini berlaku selama proses tinjauan berlangsung.

Bagi pengguna yang ingin memahami bagaimana Meta menangani isu keterbukaan data dan AI, sejumlah perkembangan sebelumnya juga pernah menjadi sorotan, termasuk langkah perusahaan dalam hapus klausul kontroversial terkait crawling data untuk melatih AI. Di sisi lain, ekosistem Muse sendiri terus berkembang, seperti terlihat dari Muse Spark open rilis yang menghadirkan model open-weight.

Untuk urusan verifikasi konten visual yang dihasilkan AI, pengguna juga dapat mempelajari cara cek foto Meta AI melalui Content Seal dalam empat langkah. Langkah-langkah semacam ini menjadi relevan ketika isu keterbukaan data dan konten AI semakin sering dibahas.

Penghentian sementara fitur berbagi Muse menjadi pengingat bahwa desain tautan dan mekanisme penemuan konten memegang peran penting dalam menjaga privasi percakapan pengguna. Meta belum mengungkap detail perubahan apa yang akan diterapkan, dan fitur tersebut akan tetap nonaktif selama proses tinjauan berlangsung.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.