📑 Daftar Isi

Ilustrasi robot humanoid Mecka AI dengan sensor tubuh untuk merekam data gerak manusia

Mecka AI Didekati Sequoia Capital, Valuasi Tembus Rp 8 Triliun

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Mecka AI mendekati pendanaan baru dipimpin Sequoia Capital dengan valuasi sekitar US$500 juta (Rp 8 triliun)
  • Pendanaan datang tiga bulan setelah raup US$60 juta dari Framework Ventures, Menlo Ventures, SV Angel, dan Kindred Ventures
  • Mecka AI didirikan 2024 oleh Josh Gao, Mogen Cheng, Jason Chong, dan Duy Nguyen
  • Startup membayar orang merekam aktivitas harian pakai sensor tubuh dan smartphone untuk latih robot humanoid
  • Mecka proyeksikan annual run rate US$100 juta pada akhir 2026
  • Kompetitor: XDOF (valuasi US$1,2 miliar), Scale AI, dan Micro1

Telset.id – Startup Mecka AI tengah mendekati putaran pendanaan baru yang dipimpin Sequoia Capital dengan valuasi sekitar US$500 juta atau setara Rp 8 triliun. Langkah ini menandai lompatan valuasi yang signifikan bagi perusahaan pengumpul data gerak manusia untuk melatih robot humanoid tersebut, hanya berselang tiga bulan setelah mengantongi pendanaan US$60 juta.

Informasi ini dikonfirmasi oleh dua sumber yang mengetahui transaksi tersebut. Namun, TechCrunch belum mengetahui secara pasti besaran putaran pendanaan terbaru ini. Syarat dan ketentuan kesepakatan juga belum final dan masih dapat berubah. Mecka AI tidak merespons permintaan komentar, sementara Sequoia menolak untuk berkomentar.

Pendanaan sebelumnya diumumkan Mecka AI dengan nilai US$60 juta yang dipimpin Framework Ventures. Putaran itu juga diikuti oleh Menlo Ventures, SV Angel, dan Kindred Ventures. Kini, dengan masuknya Sequoia Capital, posisi Mecka AI di pasar data robotik semakin diperhitungkan.

Siapa di Balik Mecka AI dan Apa yang Mereka Lakukan?

Mecka AI didirikan pada 2024 oleh empat entrepreneur. Dua di antaranya merupakan warga Kanada, Josh Gao dan Mogen Cheng, yang sebelumnya membangun startup fintech restoran. Satu pendiri lainnya, Jason Chong, bergabung dengan Coinbase setelah perusahaannya di bidang crypto exchange diakuisisi. Adapun Duy Nguyen, satu-satunya anggota tim yang bukan warga Kanada, fokus pada operasional Mecka.

Menariknya, keempat co-founder tersebut tidak memiliki latar belakang di bidang robotika. Meski demikian, mereka menyadari adanya kelangkaan data dunia fisik dan menyimpulkan bahwa menangkap interaksi dunia nyata merupakan hambatan utama yang menahan laju robot serbaguna, termasuk humanoid.

Nama Mecka diambil dari kata “mecha”, robot raksasa fiksi yang dikendalikan manusia. Mecka AI bertujuan melakukan untuk robotika apa yang telah dilakukan Scale AI, Mercor, Surge, dan perusahaan data manusia lainnya bagi LLM. Startup ini membayar orang untuk merekam diri mereka saat melakukan tugas sehari-hari, seperti membuat kopi atau memperbaiki mobil, menggunakan sensor tubuh dan smartphone.

Pendekatan ini disebut sebagai metode “egocentric”. Banyak perusahaan robotika dan laboratorium AI mengandalkan data dunia nyata yang ditangkap melalui pendekatan ini, bersama metode pengumpulan data fisik lain seperti teleoperation, untuk membangun model mereka.

Target Pendapatan dan Peta Kompetisi Data Robotik

Mecka AI belum mengungkapkan daftar pelanggannya secara publik. Meski demikian, banyak perusahaan robotika dan lab AI yang bergantung pada data dunia nyata yang direkam lewat pendekatan egocentric untuk melatih model mereka.

Pada awal Juni, Mecka AI memproyeksikan akan menutup 2026 dengan annual run rate sebesar US$100 juta. Proyeksi ini disampaikan Gao kepada Fortune saat startup tersebut mengumumkan pendanaan sebelumnya.

Pasar pengumpulan data dunia nyata untuk pelatihan robot kini semakin ramai. Startup lain yang bergerak di bidang serupa adalah XDOF. TechCrunch melaporkan pekan lalu bahwa XDOF tengah mendekati putaran pendanaan baru dengan valuasi US$1,2 miliar. Selain itu, ada pula platform data manusia yang memperluas cakupan di luar LLM, seperti Scale AI dan Micro1.

Dengan valuasi yang disebut mencapai US$500 juta, Mecka AI menunjukkan bahwa data gerak manusia menjadi komoditas yang semakin bernilai di industri robotika. Pendanaan yang dipimpin Sequoia Capital ini, jika final, akan menjadi modal besar bagi Mecka AI untuk mempercepat pengumpulan data fisik yang selama ini menjadi bottleneck pengembangan robot serbaguna.

Bagi pelaku industri, langkah Mecka AI mencerminkan pergeseran fokus investor dari model bahasa besar ke data dunia fisik. Sementara bagi pengguna umum, perkembangan ini menjadi sinyal bahwa robot humanoid yang mampu berinteraksi di dunia nyata semakin dekat dengan realisasi.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.