Telset.id β Memories.ai resmi memperluas kemampuan agen AI personal bernama Luci ke seluruh ekosistem perangkat bertenaga platform Snapdragon, mulai dari PC, ponsel pintar, hingga kacamata pintar. Pengumuman ini disampaikan dalam ajang Snapdragon Summit 2026 dan menandai perubahan penting: memori personal pengguna kini tidak lagi terikat pada satu perangkat saja, melainkan tersinkronisasi lintas perangkat dengan pemrosesan yang dilakukan secara lokal.
Selama ini, teknologi AI mampu menulis, bernalar, dan membuat kode, tetapi melupakan segalanya begitu sesi percakapan berakhir. AI tidak tahu siapa yang ditemui pengguna kemarin, apa yang tertulis di papan tulis saat rapat terakhir, atau apa yang dimaksud pengguna dengan βhal yang kita bahas tadiβ. Kehadiran Luci disebut menjembatani keterbatasan tersebut dengan memberikan kemampuan mengingat kehidupan nyata pengguna secara utuh, bukan sekadar percakapan yang sedang berlangsung. Pendekatan ini sejalan dengan arah industri yang mulai ramai membahas era AI personal.
Luci pertama kali membuktikan kemampuannya pada perangkat desktop, dengan mempelajari dan mengingat pekerjaan pengguna saat mereka menggunakan PC. Pada Snapdragon Summit 2026, Memories.ai secara resmi mengumumkan perluasan fitur memori tersebut agar dapat tersinkronisasi di seluruh perangkat yang digunakan pengguna. Artinya, momen yang ditangkap melalui kacamata pintar, catatan di ponsel, hingga dokumen yang dibuka di PC kini menjadi bagian dari satu memori yang saling terhubung dan dapat diakses kembali dari perangkat mana pun dan kapan pun dibutuhkan.
Baca Juga:
Founder Memories.ai, Shawn Shen, menjelaskan bahwa terobosan ini dapat terwujud berkat kapabilitas pemrosesan di dalam perangkat itu sendiri. Menurutnya, prosesor Snapdragon memungkinkan Luci memahami dan menyimpan memori secara privat langsung di dalam perangkat (on-device). Teknologi komputasi cloud hanya berfungsi untuk menghubungkan konteks antarperangkat saat dibutuhkan, bukan untuk menyimpan atau memproses data pribadi pengguna.
Kunci utama teknologi ini terletak pada alur pemrosesan langsung di dalam perangkat (on-device pipeline) milik Luci. Fitur OmniCaptioner mengubah apa yang dilihat dan didengar perangkat menjadi deskripsi momen yang padat dan terstruktur, sementara OmniRetriever mengindeks deskripsi tersebut ke dalam sistem memori pribadi yang mudah dicari.
Karena pemrosesan visual yang berat hanya dilakukan sekali saat perekaman awal, tahapan pemrosesan selanjutnya menjadi sangat ringan. Pengindeksan, pencarian informasi, hingga penyajian jawaban dapat dijalankan langsung di Qualcomm Hexagon NPU menggunakan skala ratusan juta parameter, tanpa membutuhkan pemrosesan miliaran parameter yang rumit. Alhasil, memori aktivitas selama satu hari penuh hanya membutuhkan ruang penyimpanan beberapa gigabita, dan seluruh data indeks tersebut tidak pernah keluar dari perangkat.
Vinesh Sukumar, Vice President, Product Management, Qualcomm Technologies, Inc., menyatakan bahwa generasi AI berikutnya perlu menghadirkan pengalaman yang semakin personal, kemampuan yang mumpuni, sekaligus mengutamakan privasi. Menurutnya, kehadiran Luci dari Memories.ai menunjukkan bagaimana AI on-device dapat memahami konteks dan memberikan bantuan cerdas, sekaligus menjaga kendali atas data personal tetap berada di tangan pengguna. Dengan memanfaatkan kemampuan AI Snapdragon di ponsel, PC, dan kacamata pintar, Memories.ai disebut turut membuka peluang bagi hadirnya pengalaman AI yang lebih terhubung dan personal, serta dapat mendukung berbagai aktivitas pengguna sehari-hari secara lebih mulus.
Langkah Memories.ai ini memperkuat tren agen AI yang berjalan langsung di perangkat, sejalan dengan pengumuman AI Agent Personal Computer untuk Windows. Ekosistem perangkat pintar juga semakin siap menampung kemampuan ini, termasuk lewat inovasi audio seperti Snapdragon Sound Elite.
Tentang Memories.ai, perusahaan ini mengembangkan lapisan memori visual untuk mendukung physical intelligence, yaitu teknologi yang membantu AI memahami dunia fisik melalui memori yang nyata dan berkelanjutan, bukan sekadar rekaman mentah yang harus diproses kembali setelah kejadian. Luci merupakan AI personal dari Memories.ai yang dibangun dengan mesin memori yang sama, sehingga perangkat sehari-hari dapat melihat, mengingat, dan bertindak secara privat atas nama pengguna.
Dengan model pemrosesan on-device ini, data indeks memori pengguna tidak pernah keluar dari perangkat, sementara cloud hanya dipakai untuk menghubungkan konteks antarperangkat saat diperlukan. Bagi pengguna yang bergerak di antara kacamata pintar, ponsel, dan PC, Luci menawarkan satu sistem memori yang aman dan berkesinambungan lintas perangkat.





Komentar
Belum ada komentar.