Telset.id â Penyanyi asal Selandia Baru, Lorde, mengkritik keras fitur âAbout the Songâ milik Spotify yang menggunakan kecerdasan buatan. Ia menyoroti ketidakakuratan informasi yang dihasilkan dan dampaknya terhadap kebebasan interpretasi pendengar.
Fitur yang diluncurkan pada Februari lalu ini menarik informasi dari sumber pihak ketiga untuk membuat ringkasan lagu yang dihasilkan AI. Menurut Lorde, ringkasan untuk lagunya yang berjudul âCurrent Affairsâ mengandung detail yang salah, yang bersumber dari themusic.com.au.
Dalam unggahan di Instagram Stories, Lorde menulis, âHey @spotify Iâm gonna go out on a limb and say we donât want this. Not only is this inaccurate (not the song I did that in) but reducing a song to an AI-generated meaning right at the source feels like it limits free interpretation IMO. At least make it possible for artists to opt out please.â
Studi Baru menunjukkan bahwa kritik Lorde ini langsung memicu reaksi luas di internet. Menanggapi hal tersebut, pihak Spotify pun angkat bicara memberikan klarifikasi.
Seorang juru bicara Spotify menyatakan, âWe built âAbout the Songâ because fans want to dig into the stories behind the music. Itâs still in beta. The info comes from articles across the internet, and when somethingâs off, we move fast to fix it, like we did here. Getting it right matters to us.â Menurut laporan The Hollywood Reporter, ringkasan lagu yang bermasalah tersebut telah dihapus.
Baca Juga:

Selain soal ketidakakuratan, kritik Lorde juga menyoroti masalah yang lebih besar dari fitur AI semacam ini. Fitur tersebut dinilai menghilangkan kesempatan pendengar untuk menginterpretasikan musik mereka sendiri. Hal ini menjadi topik diskusi hangat di berbagai forum online, termasuk Reddit.
Seorang pengguna Reddit berkomentar, âhalf the fun is figuring out your own meaning instead of getting AI Cliff Notes right away.â Pengguna lain bahkan menambahkan, âIf you need AI to tell you what it thinks the song means, youâve stopped thinking.â
Meskipun banyak pelanggan Spotify yang awalnya menyambut baik fitur âAbout the Songâ, pengamatan Lorde telah membunyikan alarm bagi para pecinta musik. Perdebatan ini menunjukkan bagaimana konsumsi seni terus berevolusi, di mana interpretasi pribadi menjadi bagian penting dari pengalaman mendengarkan musik.
Sebagai perbandingan, Apple Music menyertakan ringkasan album yang detail, namun semua konten tersebut ditulis dan dikembangkan oleh tim editorial Apple Music tanpa menggunakan AI untuk sumber pihak ketiga. Apple Music juga membatasi ringkasan hanya pada halaman album, membiarkan pendengar menikmati musik tanpa intervensi.

Kontroversi ini menjadi pengingat bahwa meskipun inovasi AI dapat meningkatkan pengalaman pengguna, akurasi dan dampaknya terhadap kreativitas serta interpretasi artistik tetap harus menjadi pertimbangan utama. Pat Gelsinger mungkin pensiun, tetapi industri teknologi terus menghadapi tantangan serupa dalam mengintegrasikan AI.





Komentar
Belum ada komentar.