📑 Daftar Isi

Lexar RAM sticks di atas latar belakang gelap dengan fokus pada modul memori

Lexar Bantah RAM Harga Naik Dua Kali Lipat Akhir Tahun

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Lexar membantah pernyataan manajer regionalnya yang memprediksi harga RAM naik dua kali lipat akhir 2026
  • CTO Daniel Guo dan GM Van Baer menyebut pandangan tersebut bersifat pribadi
  • Permintaan AI disebut menyebabkan ketidakpastian harga yang bisa bertahan bertahun-tahun
  • Lexar tidak akan memproduksi wafer RAM sendiri karena tidak praktis dan berisiko over capacity
  • Solusi alternatif: AI storage solution yang mengurangi kebutuhan RAM hingga 40% dengan beralih ke NAND flash
  • DRAM enam kali lebih mahal diproduksi dibanding NAND flash
  • Lexar aktif menjalin kemitraan untuk menciptakan skala ekonomi di sisi pasokan

Telset.id – Lexar membantah pernyataan manajer regionalnya yang sebelumnya memperkirakan harga RAM akan naik dua kali lipat pada akhir tahun 2026. Pihak eksekutif perusahaan menegaskan bahwa pandangan tersebut bersifat pribadi dan bukan posisi resmi bisnis.

Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Daniel Guo, CTO Lexar, dan Van Baer, General Manager untuk Amerika Utara, saat Tom’s Guide mengunjungi fasilitas produksi dan R&D Lexar di China. Mereka menanggapi komentar Chris Xia, Regional Manager Lexar untuk Australia & Selandia Baru, yang sebelumnya dilaporkan oleh Tom’s Hardware mengenai prediksi kenaikan harga RAM.

Pandangan Pribadi Bukan Kebijakan Perusahaan

Hal pertama yang ditegaskan Lexar adalah bahwa pernyataan Xia merupakan “personal view” dari manajer regional, bukan posisi bisnis perusahaan terhadap situasi krisis RAM. “Daripada menetapkan harga secara reaktif, kami memastikan produk kami tetap kompetitif. Kami memiliki R&D internal, dan kami sangat mengandalkannya untuk mendiversifikasi produk kami,” ujar Baer.

Seorang perwakilan PR Lexar juga menambahkan, “Saya pikir penting untuk dicatat bahwa tidak ada yang memiliki bola kristal. Tidak ada yang bisa memprediksi apa yang akan terjadi, dan menurut saya manajer umum di sana hanya membuat opini sendiri mengenai hal ini.”

Meski demikian, Lexar tidak secara eksplisit menyangkal adanya masalah kenaikan harga. Seperti yang diungkapkan Van kepada Tom’s Guide, harga bahan baku berada di luar kendali perusahaan. Misi utama Lexar saat ini adalah menjaga daya saing terlepas dari fluktuasi harga.

Permintaan AI Bikin Harga RAM Tidak Terduga

Yang terasa mengkhawatirkan dari komentar para eksekutif Lexar dalam sesi tanya jawab adalah bahwa pembangunan infrastruktur AI yang sedang melanda dunia dapat menyebabkan lonjakan harga ini bertahan “selama bertahun-tahun.” Konsensus yang muncul adalah permintaan besar dari perusahaan enterprise menyebabkan periode “unpredictability” atau ketidakpastian harga.

Situasi ini mirip dengan apa yang disebut sebagai “AI bubble” yang saat ini memengaruhi seluruh industri komputasi. Permintaan masif dari pusat data AI menciptakan tekanan besar pada pasokan RAM global, membuat harga sulit diprediksi dalam jangka pendek maupun menengah.

Strategi Lexar Hadapi Krisis Harga RAM

Lexar mengonfirmasi bahwa perusahaan tidak akan memproduksi wafer RAM sendiri untuk menghindari kekuatan monopoli SK Hynix, Samsung, dan Micron. Menurut perusahaan, langkah tersebut dinilai “tidak praktis” dan investasi semacam itu berisiko menyebabkan “over capacity” memori. Dalam istilah awam, mereka akan merugi.

Guo menjelaskan bahwa DRAM “sekitar enam kali lebih mahal” untuk diproduksi dibandingkan NAND flash. Oleh karena itu, para insinyur Lexar mencari solusi yang menggunakan lebih sedikit RAM. Contohnya, “AI storage solution” yang dirancang untuk memotong kebutuhan RAM hingga 40% dengan mengalihkan tugas ke chip NAND flash yang lebih murah.

Solusi ini bekerja dengan mengalihkan model AI berukuran besar ke chip NAND yang lebih terjangkau dan membentuk SSD. Guo mengklaim bahwa pada penyimpanan Lexar, respons AI bisa dimulai dalam waktu satu detik. Selain itu, Lexar aktif menjalin kemitraan dengan produsen lain untuk menciptakan skala ekonomi di sisi pasokan.

Bagaimana strategi ini bekerja dalam praktiknya masih harus dibuktikan. Namun yang jelas, Lexar memiliki rencana untuk mengurangi ketergantungan kita pada RAM di tengah krisis harga yang berkepanjangan.

Bagi pengguna yang ingin membangun PC baru, situasi ini tentu menjadi pertimbangan penting. Harga RAM saat ini memang sedang tidak bersahabat, namun ada beberapa cara cerdas untuk tetap bisa membangun atau membeli PC dengan anggaran terbatas.

Jika Anda penasaran kapan krisis ini akan berakhir, analisis dari pakar industri menunjukkan bahwa masih ada harapan di tengah ketidakpastian.

Bagi yang sudah mulai optimis dengan penurunan harga, beberapa tanda positif mulai terlihat di pasar RAM global.

Kesimpulannya, meskipun Lexar membantah prediksi harga RAM naik dua kali lipat, perusahaan tersebut tidak menampik adanya tekanan harga yang signifikan akibat permintaan AI. Strategi mitigasi yang mereka tawarkan, seperti solusi penyimpanan berbasis NAND, bisa menjadi alternatif bagi konsumen yang ingin mengurangi ketergantungan pada RAM mahal.

Komentar

Belum ada komentar.