Ilustrasi label AI untuk lagu di aplikasi Apple Music

Label AI untuk Musik di Spotify dan Apple Music Segera Hadir

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
ā±ļø3 menit membaca
Bagikan:
  • Koalisi industri musik usulkan dua label AI untuk lagu di Spotify dan Apple Music
  • Label pertama untuk lagu sepenuhnya AI, label kedua untuk lagu berbantuan AI
  • Partisipasi bersifat sukarela dari artis, label, dan distributor
  • Spotify dan Apple Music sudah mulai siapkan metadata transparansi AI
  • RIAA dan IFPI pimpin inisiatif untuk bangun kepercayaan pendengar

Telset.id – Industri musik global bersiap menghadapi era baru di mana transparansi menjadi kunci utama dalam menyikapi konten buatan kecerdasan buatan. Alih-alih melarang musik AI sepenuhnya, koalisi yang mewakili label rekaman besar, artis, dan organisasi musik kini mendorong layanan streaming seperti Spotify dan Apple Music untuk secara jelas memberi tahu pendengar ketika sebuah lagu diciptakan dengan kecerdasan buatan.

Inisiatif ini pertama kali dilaporkan oleh The Wall Street Journal dan dipimpin oleh Recording Industry Association of America (RIAA) bersama International Federation of the Phonographic Industry (IFPI). Organisasi lain yang terlibat termasuk Recording Academy (Grammys), SAG-AFTRA, American Association of Independent Music, dan Human Artistry Campaign. Mereka mengusulkan dua label berbeda untuk musik AI di platform streaming.

Label pertama akan mengidentifikasi lagu yang sepenuhnya dihasilkan oleh AI, termasuk trek di mana vokal utama atau performa instrumental kunci diciptakan oleh AI. Label kedua akan mengidentifikasi lagu berbantuan AI, yaitu musik yang sebagian besar dibuat oleh manusia tetapi menggunakan AI sebagai alat kreatif selama produksi.

Konsep ini mirip dengan label konten eksplisit yang sudah ada di layanan streaming, sehingga penggunaan AI dapat langsung terlihat tanpa memengaruhi distribusi musik. Label-label ini pada awalnya akan fokus pada audio itu sendiri dan tidak mencakup lirik, sampul album, video musik, atau komposisi yang dihasilkan AI. Partisipasi juga bersifat sukarela, dengan artis, label rekaman, dan distributor bertanggung jawab untuk mengungkapkan penggunaan AI saat mengirimkan trek.

Usulan ini dibangun di atas pekerjaan yang sudah berjalan. Spotify mulai menampilkan informasi terkait AI dalam kredit lagu, sementara Apple Music memperkenalkan metadata transparansi yang memungkinkan distributor untuk menunjukkan apakah AI digunakan dalam rekaman, karya seni, atau video. Usulan baru ini bertujuan membuat informasi tersebut jauh lebih terlihat oleh pendengar sehari-hari, bukan menyembunyikannya di balik menu kredit.

Baca Juga:

Perdebatan tidak lagi tentang musik AI, melainkan tentang kepercayaan. Banyak artis kini menerima AI sebagai alat produksi lain, seperti synthesizer, Auto-Tune, atau stasiun kerja audio digital. Kekhawatiran sebenarnya adalah apakah penggemar dapat membedakan antara kreativitas manusia dan konten buatan mesin.

Kekhawatiran itu semakin besar karena layanan streaming bergulat dengan masuknya lagu AI berkualitas rendah yang dirancang untuk mengeksploitasi algoritma rekomendasi. Platform seperti Spotify telah menghapus ribuan lagu spam AI yang mencurigakan dalam beberapa tahun terakhir, sementara label rekaman terus melanjutkan aksi hukum terhadap perusahaan AI yang dituduh melatih model pada musik berhak cipta tanpa izin.

Spotify music player

CEO RIAA Mitch Glazier berpendapat bahwa solusinya bukanlah membatasi kreativitas, tetapi memberikan transparansi. Artis yang ingin memasukkan AI ke dalam alur kerja mereka harus bebas melakukannya, tetapi pendengar harus memiliki informasi yang diperlukan untuk membuat pilihan mereka sendiri.

Sementara itu, Digital Media Association, yang anggotanya termasuk Spotify dan Apple Music, mengatakan metadata AI yang lebih kaya hanya akan berfungsi jika setiap peserta, dari kreator hingga distributor dan layanan streaming, menyumbangkan informasi yang akurat.

Apakah label-label ini menjadi standar industri masih belum pasti, terutama karena sistem ini bergantung pada pengungkapan sukarela. Namun, seiring musik AI menjadi semakin umum, transparansi bisa menjadi sama pentingnya dengan kualitas audio atau bitrate dalam membantu pendengar memutuskan apa yang layak masuk ke dalam daftar putar mereka.

Bagi banyak pendengar, label AI mungkin tidak akan menghentikan mereka menikmati musik AI, tetapi akan memberikan konteks berharga tentang bagaimana sebuah lagu diciptakan. Sama seperti label konten eksplisit membantu pengguna membuat pilihan yang tepat, tag AI dapat membangun kepercayaan, mendorong transparansi, dan membiarkan pendengar memutuskan apakah mereka lebih suka musik buatan manusia, kreativitas berbantuan AI, atau trek yang dihasilkan AI sepenuhnya.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.