📑 Daftar Isi

Ilustrasi foto Kevin O'Leary dengan latar belakang data center raksasa

Kevin O’Leary Setuju Pangkas Ukuran Data Center di Utah 50%

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Kevin O'Leary setuju memotong 50% ukuran proyek Stratos Hyperscale Data Center di Utah
  • Proyek awal seluas 40.000 hektar dipangkas menjadi setara satu Manhattan
  • Keputusan diambil setelah tekanan dari Senator Utah J. Stuart Adams
  • Warga protes karena khawatir dampak pada air, energi, dan polusi suara
  • O'Leary juga berjanji analisis independen dan kembalikan kelebihan air ke Great Salt Lake
  • Ia mengaku tidak punya pilihan dan menuduh Adams bertindak untuk alasan politik

Telset.id – Investor ternama Kevin O’Leary akhirnya menyetujui untuk memangkas ukuran proyek data center raksasanya di Utah hingga 50 persen setelah mendapat tekanan dari senator negara bagian dan protes warga setempat. Proyek yang sebelumnya direncanakan membentang seluas lebih dari 40.000 hektar di Box Elder County kini akan dikurangi menjadi setara dengan luas satu Manhattan saja.

O’Leary sebelumnya bersikeras tidak akan mengecilkan skala proyek yang diberi nama “Stratos Hyperscale Data Center” tersebut. Namun, dalam pernyataan kepada NBC News di ajang Washington AI Network’s AI Honors gala, ia mengaku tidak punya pilihan lain. “I have no choice,” ujar O’Leary dengan nada pasrah.

Keputusan ini muncul setelah gelombang protes keras dari warga Utah yang khawatir terhadap dampak lingkungan dari fasilitas tersebut. Kekhawatiran utama meliputi konsumsi air lokal, kenaikan harga energi, dan polusi suara. Isu air menjadi sangat sensitif di Utah karena Great Salt Lake terus menyusut dalam beberapa tahun terakhir.

Pada hari Senin, Presiden Senat Utah J. Stuart Adams mengirimkan surat kepada O’Leary yang meminta pengurangan ukuran proyek sebesar 75 persen. Adams menyatakan bahwa ia ingin “membatasi dampak pada wilayah dan lingkungan yang lebih luas.” O’Leary awalnya menolak mentah-mentah usulan tersebut, menyebutnya “outrageous” dalam wawancara dengan The Salt Lake Tribune.

“I’m not walking away,” tegas O’Leary saat itu, nyaris tidak bisa menyembunyikan kemarahannya. “It’s not who I am. I don’t work that way.”

Namun, pada hari Kamis, O’Leary mengirimkan surat yang lebih bersahabat kepada Adams dan setuju untuk memotong 19.430 hektar dari proyek tersebut. Ia juga setuju untuk menghapus lahan seluas 620 hektar di bagian timur laut proyek dekat jalan raya. Meskipun pengurangan ini hanya 50 persen, bukan 75 persen seperti yang diminta, Adams menyambut baik keputusan tersebut.

Konsesi Lingkungan dan Analisis Independen

Selain pemangkasan ukuran, O’Leary juga berjanji untuk mengatasi masalah lingkungan. Ia setuju untuk melakukan analisis ilmiah independen terhadap beban termal fasilitas tersebut. Lebih penting lagi, ia berkomitmen untuk mengembalikan kelebihan air yang digunakan ke Great Salt Lake.

“Konsesi O’Leary sebagai tanggapan atas surat permintaan yang saya kirim adalah langkah positif ke depan,” kata Adams pada hari yang sama, seperti dilaporkan oleh ABC4 News. “Kekhawatiran yang diangkat oleh warga Utah adalah valid, itulah mengapa saya mendorong perubahan yang berarti untuk memastikan masalah tersebut ditangani sebelum proyek dapat dilanjutkan.”

Meskipun demikian, O’Leary masih menyimpan rasa pahit atas insiden ini. Dalam wawancara dengan NBC News, ia menuduh Adams menuntut pengurangan tersebut “untuk alasan politik.” Ia juga kembali melontarkan klaim konspiratif bahwa para demonstran anti-data center didanai oleh China.

Fenomena perlawanan terhadap pembangunan data center ini bukanlah kasus yang terisolasi. Survei terbaru menunjukkan bahwa data center telah menjadi sangat tidak populer di kalangan warga Amerika Serikat. Banyak komunitas yang menolak pembangunan fasilitas serupa karena kekhawatiran yang sama mengenai dampak lingkungan dan sosial.

Proyek Stratos Hyperscale Data Center awalnya mendapatkan persetujuan dari komisi tiga anggota Box Elder County bulan lalu. Namun, protes warga tidak pernah mereda bahkan setelah persetujuan tersebut diberikan. Hal ini mencerminkan pola perlawanan yang lebih luas terhadap pembangunan data center di seluruh Amerika Serikat.

Detail kesepakatan antara O’Leary dan Adams masih perlu dirumuskan dan diformalkan di atas kertas. Oleh karena itu, saga ini kemungkinan masih jauh dari kata selesai. Yang jelas, tekanan publik dan peraturan daerah terbukti mampu memaksa investor sekaliber Kevin O’Leary untuk mengubah rencananya.

Komentar

Belum ada komentar.