Telset.id β Instinct, asisten AI yang kini bernilai US$2,5 miliar, meluncurkan fitur baru yang memungkinkan agen AI tersebut bertindak lebih mandiri atas nama penggunanya. Perusahaan memberikan alamat email khusus Instinct kepada seluruh pengguna, langkah yang memungkinkan AI membuat dan mengelola akunnya sendiri tanpa membanjiri kotak masuk pengguna.
Founder Instinct, Noah Shinn, mengumumkan pada Selasa (8/9/2026) bahwa fitur alamat email baru ini dirancang agar Instinct dapat menangani pendaftaran dan pengelolaan akun secara otomatis. Langkah ini diambil karena banyak tugas sehari-hari memerlukan email, seperti membuat akun di berbagai layanan, menghubungi bisnis, dan menindaklanjuti hal-hal yang membutuhkan perhatian.
βMisalnya, Instinct dapat menggunakan emailnya sendiri untuk menghubungi restoran tentang permintaan khusus, menanyakan ketersediaan ke bisnis, atau mendaftar layanan yang diperlukan untuk menyelesaikan tugas Anda,β tulis Shinn di X.
Fitur ini merupakan langkah pertama menuju kemampuan Instinct untuk memiliki dan menjalankan akunnya sendiri. Dengan adanya alamat email khusus, pengguna tidak perlu lagi campur tangan untuk masuk atau memberikan kredensial mereka saat Instinct menyelesaikan tugas tertentu.
Mengurangi Intervensi Pengguna dalam Penyelesaian Tugas
Kehadiran alamat email khusus ini berpotensi membuat pengalaman pengguna Instinct lebih mulus. Sebelumnya, pengguna mungkin perlu terlibat saat AI membutuhkan akses ke layanan tertentu. Kini, Instinct dapat beroperasi secara lebih otonom.
Fitur ini menyusul kemitraan Instinct dengan 1Password pekan lalu yang bertujuan membantu memungkinkan login ke akun pengguna yang sudah ada. Kombinasi kedua fitur ini memperkuat posisi Instinct dalam menangani berbagai tugas digital secara end-to-end.
Namun, bagi bisnis yang berusaha membangun hubungan dengan pelanggan, kehadiran AI yang mengelola akun dapat menciptakan lapisan ketidakjelasan tentang siapa sebenarnya yang mereka hadapi. Di sisi lain, pelanggan mungkin melihat ini sebagai keuntungan, mengingat banyak orang saat ini lelah harus menyerahkan email dan nomor telepon hanya untuk menyelesaikan tugas sederhana.
Instinct menyatakan telah menyediakan alamat email khusus untuk pengguna paling awal. Pengguna lain dapat mengklaim alamat email mereka di mail.instinct.com.
Cara Kerja dan Kemampuan Lanjutan
Shinn menyarankan pengguna kini juga dapat meneruskan email ke Instinct ketika AI membutuhkan informasi tertentu untuk menyelesaikan tugas. Sebagai contoh, jika pengguna ingin Instinct menangani pengembalian produk, mereka dapat meneruskan konfirmasi pesanan ke alamat email Instinct.
Instinct kemudian dapat menghubungi layanan dukungan, memberikan detail pesanan, menanyakan apakah pengguna menginginkan pengembalian dana atau penggantian produk, lalu kembali dengan label pengembalian yang siap dicetak.
Selain itu, email Instinct dapat ditambahkan ke thread grup agar AI dapat melacak informasi yang dipertukarkan. Pengguna juga dapat mengirim thread panjang yang perlu dikerjakan, misalnya dengan menanyakan keputusan apa yang masih perlu dibuat, tugas mana yang harus diselesaikan, atau pertanyaan lainnya.
Bot akan menghubungi pengguna kembali ketika membutuhkan masukan, tetapi selain itu akan bertindak secara mandiri. Ini berarti pengguna tidak perlu terus-menerus memantau proses yang sedang dikerjakan Instinct.
Baca Juga:
Fitur alamat email ini merupakan salah satu dari beberapa pembaruan terbaru yang bertujuan meningkatkan kemampuan Instinct. Sebelumnya, Instinct juga mengumumkan fitur berbagi lokasi yang memungkinkan AI memahami posisi pengguna saat ini.
Dengan fitur lokasi tersebut, Instinct dapat membantu pengguna menemukan bisnis atau restoran terdekat, memetakan rute dan itinerary, atau menjawab pertanyaan tentang riwayat lokasi seperti tempat parkir atau restoran yang dicoba bulan lalu.
Instinct juga menjalin kemitraan dengan Stripe pada Agustus untuk menawarkan pengalaman pembayaran yang lebih mulus. Melalui kemitraan ini, agen AI dapat melakukan pemesanan perjalanan, kelas, janji temu, dan melakukan pembelian atas nama pengguna.
Kombinasi berbagai fitur ini menunjukkan arah pengembangan Instinct sebagai asisten AI yang semakin otonom. Dengan alamat email sendiri, kemampuan lokasi, integrasi pembayaran, dan dukungan login melalui 1Password, Instinct terus memperluas cakupan tugas yang dapat ditanganinya tanpa keterlibatan langsung pengguna.
Meski demikian, adopsi teknologi ini juga memunculkan pertanyaan tentang transparansi dalam interaksi bisnis. Ketika sebuah AI mengelola akun dan berkomunikasi atas nama pengguna, batas antara interaksi manusia dan mesin menjadi semakin kabur.
Bagi pengguna yang ingin mencoba fitur ini, langkah awalnya adalah mengklaim alamat email Instinct di mail.instinct.com. Setelah aktif, pengguna dapat mulai meneruskan email yang relevan atau menambahkan Instinct ke thread yang membutuhkan penanganan.
Perkembangan Instinct ini menarik untuk dicermati di tengah maraknya pemberitaan tentang kemampuan dan keterbatasan AI. Sebelumnya, video viral pernah memperlihatkan AI perekrut yang gagal total menghadapi kandidat, menunjukkan bahwa teknologi AI masih memiliki keterbatasan dalam interaksi kompleks.
Di sisi lain, respons terhadap berbagai isu AI juga terus berkembang. Misalnya, respons Anthropic terhadap kode hapus watermark Claude yang viral menunjukkan bagaimana perusahaan AI menanggapi tantangan teknis dan etis.
Langkah Instinct memberikan alamat email kepada agen AI-nya menandai babak baru dalam evolusi asisten virtual. Dengan kemampuan berkomunikasi secara langsung menggunakan identitasnya sendiri, Instinct tidak lagi sekadar alat yang merespons perintah, tetapi menjadi entitas yang dapat bertindak atas nama pengguna dalam ekosistem digital yang lebih luas.





Komentar
Belum ada komentar.