šŸ“‘ Daftar Isi

Tampilan antarmuka label AI-generated profile yang baru di Instagram untuk menandai akun yang menampilkan orang hasil kecerdasan buatan

Instagram Batasi Jangkauan Profil AI Tanpa Label

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
ā±ļø4 menit membaca
Bagikan:
  • Instagram mengganti label "AI creator" menjadi "AI-generated profile" untuk memudahkan pemahaman pengguna
  • Kreator yang tidak melabeli profil AI dengan benar akan mengalami penurunan jangkauan atau reach
  • Label tidak berlaku untuk penggunaan AI seperti edit foto, caption, grafis, atau tweak kreatif lainnya
  • Kebijakan ini merespons keluhan pengguna yang merasa tertipu oleh profil yang tampak manusia tapi sebenarnya AI
  • Investigasi Wired menemukan influencer AI di aplikasi Goose, sementara NYT menemukan ratusan dokter AI di media sosial
  • Pengumuman ini menyusul penghapusan fitur AI yang memakai kemiripan orang tanpa izin dan kesepakatan $18 miliar Meta dengan negara bagian AS

Telset.id – Instagram resmi mengubah kebijakan pelabelan profil yang menampilkan orang hasil kecerdasan buatan (AI). Platform milik Meta ini akan membatasi jangkauan akun yang menampilkan orang AI tanpa mencantumkan label yang jelas. Kebijakan baru ini diumumkan pada Senin dan langsung berlaku bagi para kreator di platform tersebut.

Perubahan utama terletak pada penggantian nama label ā€œAI creatorā€ menjadi ā€œAI-generated profileā€. Label baru ini dirancang agar lebih mudah dipahami oleh pengguna. Tujuannya sederhana: memberi tahu pengguna bahwa orang yang tampil di profil tersebut sepenuhnya dibuat atau sebagian besar diciptakan menggunakan teknologi AI. Instagram menegaskan bahwa label ini bukan untuk setiap penggunaan AI, melainkan khusus untuk profil yang menampilkan subjek berupa orang AI.

Dampak Kebijakan bagi Kreator

Konsekuensi dari kebijakan ini cukup signifikan bagi para kreator. Mereka yang gagal melabeli profil AI dengan benar akan menghadapi penurunan jangkauan atau reach. Sebaliknya, kreator yang menggunakan label baru tidak akan dihukum hanya karena menampilkan orang AI sebagai subjek profil mereka. Dengan kata lain, penggunaan label menjadi kunci untuk menghindari sanksi dari algoritma Instagram.

Penting untuk dicatat bahwa label ini tidak ditujukan untuk semua penggunaan AI. Instagram menjelaskan bahwa pengguna yang memanfaatkan AI untuk mengedit foto, menyempurnakan caption, membuat grafis, atau melakukan penyesuaian kreatif lainnya tidak diwajibkan menggunakan label ā€œAI-generated profileā€. Kebijakan ini hanya menyasar akun yang menampilkan sosok manusia AI sebagai fokus utama profil.

Keputusan ini diambil sebagai respons atas keluhan pengguna yang kerap menemukan profil yang tampak seperti milik orang sungguhan, tetapi ternyata orang tersebut sepenuhnya dihasilkan oleh AI. Dalam pernyataannya, Instagram menulis bahwa seiring berkembangnya generative AI, pengguna tidak menyukai profil yang tampak manusiawi hanya untuk kemudian mengetahui bahwa orang yang ditampilkan adalah AI. Mereka ingin tahu kapan sebuah profil menampilkan orang yang dihasilkan AI.

Label AI-generated profile baru di Instagram untuk menandai akun yang menampilkan orang hasil AI

Waktu pengumuman ini menarik perhatian. Frustrasi terhadap konten AI semakin meningkat seiring maraknya influencer AI di berbagai platform media sosial. Salah satu contoh yang menonjol terjadi pada aplikasi kencan gay bernama Goose yang menjadi subjek investigasi Wired. Investigasi tersebut menemukan lebih dari dua lusin akun yang tampaknya menampilkan influencer AI, beberapa di antaranya dilaporkan menghubungi pengguna potensial melalui pesan langsung untuk mendaftar.

Konten kesehatan dan kebugaran menjadi contoh lain yang mengkhawatirkan. The New York Times melaporkan pada Juli lalu bahwa mereka menemukan ratusan dokter, penyembuh, dan tokoh kesehatan yang dihasilkan AI di media sosial. Akun-akun tersebut mempromosikan suplemen atau membuat klaim kesehatan kepada pengguna tanpa kejelasan bahwa mereka bukan manusia sungguhan.

Konteks Perkembangan AI di Instagram

Pengumuman ini datang setelah Instagram menghadapi reaksi negatif atas alat AI yang memungkinkan pengguna membuat gambar menggunakan kemiripan orang lain. Pengguna keberatan karena konten publik mereka digunakan tanpa persetujuan eksplisit. Meta kemudian menghapus fitur tersebut sebagai respons atas protes yang meluas.

Selain itu, pekan lalu Meta mencapai kesepakatan senilai $18 miliar dengan negara bagian AS atas dugaan efek Facebook dan Instagram terhadap anak-anak dan remaja. Sebagai bagian dari perjanjian tersebut, Meta akan memperkenalkan batas penggunaan harian default dua jam untuk remaja di Facebook dan Instagram, blokir ā€œNight Modeā€, notifikasi yang dibisukan selama jam sekolah, dan pembatasan lainnya. Kebijakan baru soal label profil AI ini menjadi langkah tambahan dalam upaya Meta menanggapi kekhawatiran publik terhadap platformnya.

Dengan adanya kebijakan baru ini, kreator yang menggunakan orang AI sebagai subjek profil perlu segera menyesuaikan diri. Mereka harus memastikan label ā€œAI-generated profileā€ tercantum dengan benar agar jangkauan konten mereka tidak terbatas. Instagram juga tampaknya serius menegakkan aturan ini, mengingat konsekuensi berupa penurunan reach bagi pelanggar.

Bagi pengguna biasa, kebijakan ini memberikan kejelasan yang lebih baik saat menjelajahi Instagram. Mereka kini dapat membedakan profil manusia sungguhan dengan profil yang menampilkan orang AI. Hal ini penting mengingat meningkatnya jumlah akun AI yang menyamar sebagai manusia untuk berbagai tujuan, mulai dari promosi produk hingga penyebaran informasi kesehatan yang belum tentu akurat.

Langkah Instagram ini juga sejalan dengan tren industri yang semakin memperhatikan transparansi konten AI. Beberapa platform lain telah menerapkan aturan serupa untuk memberi tahu pengguna ketika mereka berinteraksi dengan konten yang dihasilkan AI. Dengan kebijakan ini, Instagram berupaya menjaga kepercayaan pengguna di tengah perkembangan teknologi yang semakin sulit dibedakan dari realitas.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.