šŸ“‘ Daftar Isi

Ilustrasi pengumuman 1.615 aplikasi top-level domain baru ICANN dengan dominasi Meta dan OpenAI pada domain bertema AI

ICANN Terima 1.615 Aplikasi Domain Baru, Meta dan OpenAI Kuasai TLD AI

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
ā±ļø3 menit membaca
Bagikan:
  • ICANN terima 1.615 aplikasi TLD baru dari 481 pemohon
  • Meta dan OpenAI dominasi domain bertema AI seperti .agent, .agi, .asi
  • OpenAI ajukan 15 TLD, Meta 21 TLD termasuk .facebook dan .threads
  • Ada 345 aplikasi domain branded dari perusahaan besar
  • TLD baru tidak resmi sebelum tahun depan

Telset.id – Internet Corporation for Assigned Names and Numbers (ICANN) untuk pertama kalinya dalam beberapa tahun kembali membuka penerimaan aplikasi untuk top-level domain (TLD) baru. Lembaga yang mengelola sistem nama domain internet ini mengumumkan telah menerima 1.615 aplikasi dari 481 pemohon berbeda, dengan tren yang didominasi oleh nama-nama bertema kecerdasan buatan (AI).

TLD adalah sufiks di akhir setiap URL, yang selama ini dikenal publik sebagai .com, .org, atau .pizza. Dari total aplikasi yang masuk, sejumlah perusahaan teknologi besar berlomba mengamankan domain yang berkaitan langsung dengan AI. Sepuluh perusahaan berbeda, termasuk Meta dan OpenAI, mengajukan aplikasi untuk domain .agent. Tujuh perusahaan, termasuk OpenAI, mengajukan .agi, sementara enam perusahaan lain termasuk OpenAI juga mengajukan .asi.

Langkah ini tampak mengikuti permintaan Presiden Trump untuk mengganti istilah ā€œartificial intelligenceā€ menjadi ā€œsuper intelligenceā€. Empat perusahaan mengajukan domain .intelligence, dan Meta menjadi salah satu dari dua pihak yang tertarik pada domain .superintelligence. Secara keseluruhan, OpenAI mengajukan total 15 TLD, sedangkan Meta menginginkan 21 TLD.

Dua Kategori Domain dalam Batch Terbaru

Secara umum, ada dua tipe domain dalam aplikasi gelombang ini. Tipe pertama bersifat lebih generik, jenis nama yang mungkin digunakan banyak orang atau perusahaan. Ada ratusan domain semacam itu dalam batch saat ini, mulai dari .geek, .haha, .anime, hingga .jackpot. Salah satu domain baru yang menarik perhatian adalah .itiswhatitis.

Tipe kedua bersifat murni branded, memberikan sebuah perusahaan TLD sendiri untuk keperluan internal mereka. Ada 345 aplikasi merek dalam batch ini, mencakup nama-nama seperti .applebees dan .bankofamerica hingga .zillow dan .zoom.

Meta mengajukan sejumlah domain miliknya, termasuk .facebook, .instagram, .messenger, .meta, .frommeta, dan .threads, yang bisa digunakan untuk berbagai keperluan. Bluesky mengajukan .bsky dengan niat jelas untuk menyisipkan domain tersebut ke dalam username penggunanya. OpenAI mengajukan .chatgpt, .codex, .openai, .gpt, dan lainnya, sementara Anthropic menginginkan .anthropic dan .claude.

String domain ini pada akhirnya bisa dimanfaatkan untuk halaman produk yang mudah diingat, username media sosial, dan berbagai keperluan lainnya. Selama beberapa tahun terakhir, perjalanan TLD alternatif memang tergolong berat. Beberapa domain seperti .ai atau .app menjadi cukup populer berkat tren teknologi, tetapi sebagian besar orang tidak pernah terbiasa mengetik .restaurant atau .babysitting. Domain .com dan sejumlah nama lain justru menjadi semakin penting dari sebelumnya.

Proses Panjang Menuju TLD Resmi

Menarik untuk melihat begitu banyak merek yang mengajukan domain mereka sendiri, sebuah langkah yang sebelumnya hanya berhasil dilakukan Google dan beberapa pihak lain. Perlu dicatat bahwa ini baru satu langkah dalam proses pembuatan top-level domain baru, dan tidak ada yang akan resmi sebelum tahun depan.

Meski demikian, langkah ICANN ini menunjukkan bahwa seiring dunia yang semakin dipenuhi dan dimediasi oleh AI, nama domain yang baik tetap memiliki arti penting. Bahkan perusahaan-perusahaan AI pun menganggapnya demikian. Fenomena ini menjadi sinyal bahwa identitas digital berbasis domain masih menjadi aset strategis, termasuk bagi para pemain industri kecerdasan buatan.

Bagi pengguna internet di Indonesia, perkembangan ini berpotensi mempengaruhi cara mereka mengakses layanan AI di masa depan, terutama jika perusahaan seperti OpenAI dan Meta mulai menggunakan domain branded mereka sendiri untuk produk dan layanan. Sementara itu, persaingan memperebutkan nama domain bertema AI juga mencerminkan betapa seriusnya industri ini memandang branding digital sebagai bagian dari strategi jangka panjang mereka.

ICANN sendiri belum mengumumkan kapan tepatnya proses evaluasi akan selesai, namun dipastikan tidak ada TLD baru yang resmi diluncurkan sebelum tahun depan. Artinya, publik masih harus menunggu untuk melihat apakah domain seperti .chatgpt, .agi, atau .superintelligence benar-benar akan bisa digunakan dalam waktu dekat.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.