📑 Daftar Isi

Ilustrasi platform Higgsfield untuk pembuatan video AI dengan antarmuka Cinema Studio dan Marketing Studio

Higgsfield Raup Pendanaan Rp80 Triliun, Valuasi Capai Rp86,4 Triliun

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Higgsfield mengumumkan pendanaan Seri B senilai USD 400 juta (sekitar Rp6,4 triliun) dengan valuasi USD 5,4 miliar (sekitar Rp86,4 triliun)
  • Putaran pendanaan terjadi hanya delapan bulan setelah valuasi perusahaan mencapai USD 1,3 miliar
  • Perusahaan didirikan oleh Alex Mashrabov, mantan eksekutif Snap, pada tahun 2023
  • Higgsfield memiliki dua produk utama: Cinema Studio untuk pembuat film dan Marketing Studio untuk tim pemasaran
  • Perusahaan mengklaim pendapatan tahunan USD 700 juta dengan 30 juta pengguna di 200 negara
  • Higgsfield bekerja sama dengan 390 perusahaan Fortune 500 di segmen enterprise
  • Dana akan digunakan untuk perekrutan, pengembangan produk, dan biaya komputasi
  • Putaran dipimpin DST Global dengan partisipasi Goldman Sachs Alternatives, Valor Capital, dan Tribe Capital
  • Higgsfield bersaing dengan Synthesia dan Runway di industri video AI

Telset.id – Higgsfield, perusahaan pengembang AI untuk pembuatan gambar dan video, mengumumkan perolehan pendanaan Seri B senilai USD 400 juta atau sekitar Rp6,4 triliun pada Senin (16/6/2025). Putaran pendanaan ini membawa valuasi perusahaan melonjak menjadi USD 5,4 miliar atau sekitar Rp86,4 triliun.

Pencapaian ini terjadi hanya delapan bulan setelah Higgsfield berhasil mengamankan valuasi USD 1,3 miliar. Lonjakan valuasi yang signifikan ini menunjukkan pertumbuhan pesat perusahaan di tengah persaingan ketat industri AI generatif.

Higgsfield didirikan oleh Alex Mashrabov, mantan eksekutif Snap, pada tahun 2023. Perusahaan ini menyediakan platform yang memungkinkan pengguna membuat gambar dan video menggunakan teknologi kecerdasan buatan. Sepanjang tahun lalu, Higgsfield mencuri perhatian dengan memutar film-film yang dihasilkan AI di ajang Cannes dan New York.

Perusahaan memiliki dua produk utama yang menargetkan segmen berbeda. Cinema Studio dirancang untuk membantu para pembuat film mengarahkan film AI, sementara Marketing Studio ditujukan bagi tim pemasaran dan periklanan.

Dalam siaran resmi yang dirilis perusahaan, Higgsfield mengklaim telah mencapai pendapatan tahunan sebesar USD 700 juta dengan 30 juta pengguna yang tersebar di 200 negara. Angka ini menjadi indikator kuat adopsi platform mereka di berbagai industri dan wilayah.

Baca Juga:

Segmen Enterprise Jadi Motor Pertumbuhan

Salah satu pasar yang berkembang pesat bagi Higgsfield adalah segmen enterprise. Perusahaan mengungkapkan bahwa mereka kini bekerja sama dengan 390 perusahaan dari daftar Fortune 500. Angka ini menegaskan posisi Higgsfield sebagai pemain serius di pasar korporasi, bukan sekadar platform untuk konsumen individu.

Alex Mashrabov menyampaikan pandangannya mengenai masa depan adopsi AI di lingkungan korporasi. “Enterprise adoption of video AI to become much more deeply embedded in everyday marketing and creative workflows,” ujarnya kepada TechCrunch. Ia meyakini bahwa penggunaan video AI oleh perusahaan akan semakin tertanam dalam alur kerja pemasaran dan kreatif sehari-hari.

Pernyataan ini menunjukkan arah strategis Higgsfield yang tidak hanya fokus pada pasar konsumen, tetapi juga membangun fondasi kuat di sektor B2B. Kolaborasi dengan ratusan perusahaan Fortune 500 menjadi bukti nyata bahwa kebutuhan akan solusi video AI di lingkungan korporasi terus meningkat.

Dana segar yang diperoleh dari putaran pendanaan Seri B ini akan digunakan untuk berbagai kebutuhan bisnis, termasuk perekrutan talenta baru dan pengembangan produk. Namun yang menarik, sebagian dana juga dialokasikan untuk membiayai kebutuhan komputasi.

Biaya Komputasi Jadi Prioritas Utama

Alex Mashrabov menjelaskan alasan mengapa investasi di bidang komputasi menjadi sangat penting bagi Higgsfield. “Video is one of the most compute-intensive domains in AI,” jelasnya. Ia mencontohkan bahwa satu menit video setara dengan memproses 60.000 kata.

Perbandingan ini menggambarkan betapa besarnya sumber daya komputasi yang dibutuhkan untuk menghasilkan video berkualitas menggunakan AI. Mengamankan kapasitas komputasi yang andal menjadi pengeluaran yang tidak bisa dihindari jika perusahaan ingin tetap kompetitif di industri ini.

Persaingan di sektor video AI memang semakin ketat. Higgsfield harus bersaing dengan pemain lain seperti Synthesia dan Runway yang juga mengembangkan teknologi serupa. Kemampuan untuk mengakses infrastruktur komputasi yang memadai menjadi faktor pembeda yang krusial dalam perlombaan ini.

Putaran pendanaan Seri B ini dipimpin oleh DST Global, sebuah firma investasi global yang dikenal aktif di sektor teknologi. Selain DST Global, sejumlah investor lain turut berpartisipasi, termasuk Goldman Sachs Alternatives, Valor Capital, dan Tribe Capital.

Kehadiran investor-investor besar ini memberikan sinyal kepercayaan yang kuat terhadap prospek bisnis Higgsfield. Dukungan finansial yang besar juga memberi perusahaan ruang untuk berekspansi dan memperkuat posisinya di pasar.

Pertumbuhan Higgsfield yang pesat dalam waktu singkat menjadi contoh bagaimana industri AI video berkembang dengan sangat cepat. Dari valuasi USD 1,3 miliar menjadi USD 5,4 miliar dalam delapan bulan, perusahaan ini menunjukkan bahwa permintaan pasar terhadap solusi video AI sangat besar.

Dengan pendanaan baru ini, Higgsfield berada dalam posisi yang kuat untuk terus mengembangkan produk dan memperluas jangkauan pasarnya. Fokus pada segmen enterprise yang sudah terbukti berhasil, ditambah kapasitas komputasi yang lebih baik, menjadi modal utama perusahaan dalam menghadapi persaingan ke depan.

Keputusan Higgsfield untuk berinvestasi besar di infrastruktur komputasi juga menjadi pelajaran penting bagi industri. Di tengah meningkatnya kebutuhan akan AI generatif, ketersediaan sumber daya komputasi menjadi faktor penentu daya saing perusahaan.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.