Ilustrasi jaringan listrik tegangan tinggi dengan kabel transmisi di latar belakang

GridCARE Temukan 300 GW Kapasitas Listrik Tersembunyi di AS

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • GridCARE mengembangkan platform software yang mengklaim mampu membuka 300 GW kapasitas transmisi listrik tersembunyi di AS dalam 3-5 tahun.
  • Teknologi ini menggunakan pemodelan jaringan real-time tanpa perlu membangun infrastruktur baru.
  • Jaringan listrik AS selama ini direncanakan dengan asumsi konservatif, menyebabkan kapasitas tidak termanfaatkan optimal.
  • Bank of America memproyeksikan kekurangan 100 GW listrik dalam 4 tahun, sementara permintaan baru mencapai 230 GW antara 2026-2030.
  • GridCARE menjalankan quadrillions simulasi untuk mengidentifikasi kapasitas tersembunyi dari metode perencanaan tradisional.
  • Belum ada verifikasi independen, namun skala kekurangan pasokan mendorong operator beralih ke solusi berbasis software.

Telset.id – Sebuah platform perangkat lunak baru mengklaim mampu membuka sekitar 300 gigawatt kapasitas transmisi listrik tersembunyi di jaringan listrik Amerika Serikat dalam waktu tiga hingga lima tahun ke depan. Teknologi ini, yang dikembangkan oleh GridCARE dan dipimpin oleh pendiri sekaligus CEO Amit Narayan, mengandalkan pemodelan jaringan canggih tanpa perlu membangun infrastruktur baru yang mahal.

Alih-alih membangun jalur transmisi atau gardu induk tambahan, platform ini menganalisis bagaimana jaringan listrik sebenarnya beroperasi secara real-time. Pendekatan ini menjadi sorotan di tengah meningkatnya tekanan pada operator jaringan untuk memenuhi permintaan listrik yang terus bertumbuh, terutama dari infrastruktur kecerdasan buatan (AI) dan tren elektrifikasi di seluruh negeri.

Jaringan listrik AS selama ini direncanakan berdasarkan asumsi konservatif yang memperhitungkan beberapa kegagalan peralatan secara simultan. Pendekatan ini menyebabkan sebagian besar jaringan transmisi tidak dimanfaatkan secara optimal sepanjang tahun, sementara permintaan listrik kembali meningkat tajam. Data Bank of America menunjukkan negara tersebut bisa menghadapi kekurangan pasokan sebesar 100 GW dalam empat tahun ke depan.

Para analis memproyeksikan setidaknya 230 GW permintaan listrik baru akan muncul antara tahun 2026 dan 2030 saja. Pada periode yang sama, perusahaan utilitas diperkirakan hanya akan menambah 93 GW kapasitas pasokan baru. Kesenjangan antara proyeksi permintaan dan pasokan yang tersedia ini telah meningkatkan tekanan pada operator untuk mencari solusi yang lebih cepat.

GridCARE mengklaim platformnya dapat memangkas waktu tunggu interkoneksi energi bersih di berbagai wilayah. Teknologi ini baru-baru ini dibahas dalam podcast “Energy Empire” yang dipandu oleh Jigar Shah, seorang pengusaha AS dan mantan direktur Kantor Program Pinjaman Departemen Energi.

Platform ini dilaporkan menjalankan quadrillions simulasi untuk mengidentifikasi di mana kapasitas transmisi yang tidak terpakai masih tersembunyi dari alat perencanaan konvensional. Dengan memodelkan perilaku jaringan yang sebenarnya, bukan skenario terburuk, perusahaan utilitas mendapatkan gambaran yang lebih akurat tentang kapasitas yang tersedia.

Metode ini memungkinkan operator untuk memanfaatkan infrastruktur yang sudah ada di seluruh jaringan dengan lebih baik. Menurut Narayan, angka 300 GW tersebut mewakili kapasitas yang selama bertahun-tahun diabaikan oleh metode perencanaan tradisional. Ia mengklaim bahwa memulihkan sebagian kecil dari kapasitas itu dapat secara signifikan mengurangi kendala yang dihadapi pengembang pusat data dan proyek energi bersih yang menunggu koneksi jaringan.

Klaim ini muncul di tengah meningkatnya tekanan pada operator jaringan untuk mengakomodasi permintaan yang meningkat dari infrastruktur AI. Namun, belum ada pengujian atau verifikasi independen yang mengonfirmasi klaim perangkat lunak tersebut mengenai sejauh mana kemampuannya. Perusahaan utilitas secara historis berhati-hati untuk meninggalkan standar perencanaan konservatif yang mengutamakan keandalan selama kegagalan peralatan.

Meskipun demikian, skala kekurangan pasokan yang diproyeksikan — ditambah dengan lambatnya pembangunan jalur transmisi — dapat mendorong operator untuk beralih ke alternatif berbasis perangkat lunak yang lebih cepat dari perkiraan. Teknologi GridCARE menawarkan pendekatan inovatif untuk mengatasi masalah kelistrikan yang semakin mendesak di AS, terutama dengan pertumbuhan pendanaan AI yang pesat.

Dengan kemampuannya menjalankan simulasi dalam jumlah besar, platform ini berpotensi mengubah cara operator jaringan merencanakan dan mengelola kapasitas transmisi. Jika klaim ini terbukti akurat, GridCARE dapat menjadi solusi penting untuk menjembatani kesenjangan antara permintaan dan pasokan listrik di AS tanpa perlu investasi besar-besaran dalam infrastruktur baru.

Teknologi serupa juga mulai dilirik oleh berbagai pihak, termasuk pengembang speaker AI yang membutuhkan pasokan listrik stabil. Hal ini menunjukkan bahwa solusi berbasis perangkat lunak semakin menjadi pilihan utama dalam mengatasi tantangan infrastruktur energi modern.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.