Telset.id â OpenAI GPT-6 Astra berhasil memecahkan cipher berusia 217 tahun yang belum pernah terbaca sejak era Perang Napoleon. AI engineer dari perusahaan keamanan siber SentinelOne, Carter Church, menggunakan GPT-6 Astra untuk mengungkap isi pesan rahasia tersebut hanya dalam waktu sekitar enam jam.
Pencapaian ini menjadi sorotan karena GPT-6 Astra menyelesaikan seluruh alur kerja multimodal hanya dari satu gambar dan satu prompt. Sandi yang dipecahkan merupakan pesan yang telah lama masuk dalam daftar Unsolved Historical Ciphers milik Cryptiana dan tidak terbaca sejak 1809.
Menurut Church, yang membuat pencapaian ini mengesankan bukan semata kemampuan memecahkan kode, melainkan fakta bahwa Astra menyelesaikan seluruh proses dalam waktu sekitar enam jam dari satu gambar dan satu tujuan. Ia membagikan hasil ini melalui utas di platform X pada 30 September 2026.
Isi Pesan dan Kaitan dengan Memoar Napoleon
Pesan yang berhasil dipecahkan ternyata bukan berasal langsung dari Napoleon. Pesan itu dikirim dari markas Eugène de Beauharnais, Viceroy of Italy yang juga merupakan anak tiri Napoleon, namun tidak ditandatangani oleh individu tertentu. Isinya dapat diringkas sebagai briefing pasukan yang dikirim kepada French General Auguste de Marmont untuk menyampaikan perintah Napoleon.
Marmont semestinya mendekripsi pesan tersebut menggunakan buku kode militer resmi pada masanya. Namun sejak tanggal pengiriman pada 1809, kecil kemungkinan pesan itu pernah dibaca kembali oleh siapa pun.
Church mengamati bahwa teks yang baru didekripsi ini melengkapi konteks yang hilang dari memoar Napoleon tahun 1865. Memoar tersebut memuat sebagian perintah Napoleon terkait persiapan invasi Austria, tetapi terputus di tengah kalimat dengan menyebut Marmont tidak boleh tertahan oleh âa handful of âŚâ. Halaman dari Unsolved Historical Ciphers milik Cryptiana melengkapi kalimat itu menjadi âa gathering of rabbleâ.

Cara Astra Memecahkan Cipher
Berdasarkan komentar Church atas surat terenkripsi kepada Marshal Marmont, halaman tersebut dimulai dengan baris pengantar berbahasa Prancis. Setelah itu terdapat 24 baris berisi angka, huruf, dan simbol buatan. Astra menyelesaikan rahasia militer abad ke-19 ini dalam waktu sekitar enam jam hingga semuanya terungkap.
Salah satu petunjuk yang digunakan Astra untuk memecahkan cipher adalah partial key yang sebelumnya tidak pernah dikaitkan dengan surat tersebut. Pada akhirnya, pemrosesan multimodal Astra âcracked the rest with its own simulated-annealing solver,â ujar Church.
Untuk memastikan validitas kerja Astra, surat yang baru didekripsi dari Unsolved Historical Ciphers milik Cryptiana kini telah ditandai sebagai solved oleh Satoshi Tomokiyo, yang mengelola basis data online tersebut. Carter juga menjelaskan bahwa solusinya âmechanically testable against the ciphertextâ, dan hal itu dapat diverifikasi menggunakan solution package yang dipublikasikan melalui tautan di intro blognya.
Pengguna dapat mengunduh âfull solution package, with a script that regenerates the readingâ langsung dari blog Carter Church, dengan tautan unduhan tersedia di paragraf pertama blog tersebut.
Baca Juga:
Kemampuan GPT-6 Astra dalam memproses cipher bersejarah ini menambah daftar panjang pencapaian model tersebut. Sebelumnya, ChatGPT-6 Astra juga tercatat memecahkan pesan berkode Enigma dari tahun 1941 berusia 85 tahun dalam dua hari, serta memecahkan kode Jerman Perang Dunia I berusia 108 tahun yang belum terpecahkan untuk pertama kalinya.
Selain itu, model yang sama pernah menyelesaikan Portal secara otonom dalam 24 jam. Serangkaian pencapaian ini menunjukkan kemampuan AI dalam menangani tugas-tugas kompleks yang melibatkan analisis multimodal, pemecahan masalah berlapis, dan penalaran historis.
Bagi pengguna yang mengikuti perkembangan AI, kemampuan seperti ini juga menimbulkan pertanyaan soal keandalan dan keamanan. Sejumlah laporan sebelumnya menyoroti bagaimana Meta Muse AI menyalip ChatGPT dalam beberapa aspek, meski publik masih ragu menyerahkan data mereka.
Di sisi lain, kepercayaan berlebih terhadap output AI juga menjadi perhatian. Ada kasus di mana pelanggan percaya ChatGPT hingga membuat pekerja layanan terjebak halusinasi AI. Karena itu, verifikasi mekanis seperti yang dilakukan Church terhadap solusi cipher menjadi penting.
Pencapaian GPT-6 Astra dalam memecahkan cipher Napoleon ini menegaskan bahwa model bahasa besar kini mampu menangani tugas-tugas yang sebelumnya membutuhkan keahlian kriptografi khusus. Bukti verifikasi dari pengelola basis data dan sifat solusi yang dapat diuji secara mekanis membuat hasil ini dapat dipertanggungjawabkan secara faktual.





Komentar
Belum ada komentar.