📑 Daftar Isi

Ilustrasi mesin Enigma Perang Dunia II yang berhasil dipecahkan GPT-6 Astra

GPT-6 Astra Pecahkan Pesan Enigma Perang Dunia II dalam Dua Hari

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • GPT-6 Astra memecahkan pesan Enigma MVUEH berusia 85 tahun dalam dua hari
  • Pesan dikirim Angkatan Darat Jerman ke Divisi SS-Totenkopf pada 10 Juli 1941
  • Pesan 82 huruf ini dibagikan online sejak 2005 dan belum terpecahkan
  • Astra memilih target sendiri dan membangun simulator Enigma serta Enigma Bombe
  • Hasil dekripsi berisi permintaan rute perjalanan dan posisi di Rosenow
  • Peneliti Crypto Cellar masih menelaah log untuk memahami metodenya

Telset.id – Model AI GPT-6 Astra berhasil memecahkan pesan Enigma Angkatan Darat Jerman berusia 85 tahun yang selama ini belum terpecahkan, hanya dalam waktu dua hari. Pesan berkode MVUEH itu dikirim Angkatan Darat Jerman kepada Divisi SS-Totenkopf (Death’s Head) pada 10 Juli 1941, di puncak kekuatan militer Nazi pada Perang Dunia II. Keberhasilan ini menandai kemampuan OpenAI GPT-6 Astra dalam menuntaskan pekerjaan yang oleh para peneliti Crypto Cellar diperkirakan membutuhkan waktu berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan bagi seorang peneliti manusia.

Pesan Enigma yang belum terpecahkan itu dibagikan kepada para penggemar secara online pada 2005, namun rahasianya tetap tersembunyi hingga kini. Menurut laporan Crypto Cella, Astra diminta untuk menilai apakah ia mampu memecahkan salah satu pesan mesin Enigma yang belum terpecahkan yang dipublikasikan di halaman web Crypto Cellar Research. Astra kemudian memilih Nr. 172, MVUEH, sebagai target yang menjanjikan dan menduga pesan itu mungkin berkaitan dengan plaintext dari Nr. 173, SIPVX.

Yang menarik, Astra mengerjakan seluruh proses itu sepenuhnya sendiri. Para peneliti yang terkesan kini masih menelusuri log untuk menentukan bagaimana Astra mencapai prestasi tersebut dan mengapa bisa begitu cepat. Kemampuan Astra ini melengkapi rekam jejaknya dalam memecahkan kode, setelah sebelumnya LLM tersebut memecahkan kode Jerman Perang Dunia I berusia 108 tahun yang belum terpecahkan dan dienkripsi menggunakan metode ADFGVX.

Bagaimana Astra Memecahkan Pesan MVUEH

Dengan target yang sudah ditentukan, Astra memperkirakan adanya nama tempat yang berulang, “ROSENOW ROSENOW”, sebagai petunjuk plaintext yang mungkin. Berbekal dugaan itu, Astra mengembangkan perangkat lunak Python dan C++ untuk simulator Enigma serta Enigma Bombe. Dugaannya tersebut tampaknya tepat.

Sebagai gambaran, cipher MVUEH yang terenkripsi terdiri dari 82 huruf dan tampak seperti berikut:

ICRVSORMCCWQTATYEVFXDBZGGSNXWLPSYWZYTCBSWULRTBZCVGODVJUSLSOOMJQJZSXSEBZPEYMDNXJYTC

Setelah didekripsi, dengan penambahan spasi sebagaimana mestinya, hasilnya menjadi:

BTTE UM ANGABE DES MARSQWEGES X BEFINDE MIQ IN X ROSENOW ROSENOW X SOFORT FUNKANTWORT X WASCHBBSCH

Terjemahan bahasa Inggris perkiraannya adalah: “Please specify the route of march. I am in Rosenow, Rosenow. Immediate reply by radio.” Perlu dicatat, terdapat kesalahan ejaan di bagian awal pesan asli, yang justru tidak membantu upaya penguraian kode.

A WWII Enigma machine

Demo pesan radio yang didekripsi itu dapat dilihat secara online di situs MVUEHA Cryptanalysis Case Study. Keberhasilan ini juga menambah daftar panjang kemampuan AI dalam bidang kriptografi, seiring dengan berbagai pengembangan fitur ChatGPT yang terus dilakukan OpenAI di berbagai lini produk.

Mengapa Mesin Enigma Begitu Sulit Dipecahkan

Mesin Enigma memiliki keyboard 26 tombol dengan 26 huruf bercahaya pada “lampboard” yang diposisikan di atasnya. Di belakang lampboard, tiga rotor dipasang dari satu set berisi lima rotor. Sinyal dari penekanan tombol keyboard melewati input wheel, lalu tiga rotor yang dapat diputar secara manual dengan masing-masing 26 pin, kemudian sebuah reflektor untuk mengembalikan sinyal, yang menyalakan lampboard.

Yang membuatnya semakin sulit dipecahkan, rotor akan bergerak maju setiap kali tombol ditekan. Jadi, jika pengguna terus menekan huruf yang sama, huruf berbeda pada lampboard akan ditampilkan setiap kali. Lapisan obfuskasi lainnya ditambahkan melalui plugboard di bagian depan mesin, tempat pengguna menukar lebih banyak huruf. Operator menggunakan hingga 10 kabel pengalihan plugboard.

Sebelum menggunakan mesin Enigma, operator harus menyetel empat pengaturan: urutan rotor, pengaturan ring, posisi awal rotor, dan koneksi plugboard. Pengaturan-pengaturan ini didistribusikan secara terpisah dan berubah mengikuti kalender. Bahkan jika musuh memiliki mesin Enigma, mereka juga perlu mengetahui pengaturan pada hari itu untuk mendekode pesan. Kompleksitas inilah yang membuat pencapaian Astra dalam dua hari menjadi luar biasa di mata para peneliti.

Upaya memecahkan cipher masa perang dari mesin Enigma, serta dari mesin Lorenz, sebelumnya diketahui mengarah pada beberapa desain komputer digital serbaguna pertama. Konteks historis ini menempatkan kemampuan Astra bukan sekadar sebagai pencapaian teknis, melainkan juga sebagai kelanjutan dari tradisi panjang pemecahan kode yang mendorong inovasi komputasi.

Keberhasilan Astra memecahkan pesan MVUEH terjadi tidak lama setelah laporan mengenai kemampuannya mendekripsi kode Jerman Perang Dunia I berusia 108 tahun yang belum terpecahkan. Kedua pencapaian ini menunjukkan konsistensi model tersebut dalam menangani persoalan kriptografi historis yang selama ini menyisakan tanda tanya besar bagi para peneliti manusia.

Saat ini, para peneliti Crypto Cellar masih menelaah log untuk memahami secara rinci bagaimana Astra menyelesaikan tugas tersebut dalam waktu sesingkat itu. Yang jelas, Astra tidak sekadar menjawab permintaan untuk menilai kemampuan memecahkan pesan, tetapi langsung memilih target, menyusun dugaan berbasis petunjuk plaintext, membangun perangkat lunaknya sendiri, dan menghasilkan dekripsi yang selama 85 tahun tertutup bagi manusia.

Bagi para penggemar sejarah kriptografi dan perkembangan kecerdasan buatan, kasus MVUEH menjadi contoh konkret bagaimana model AI generasi terbaru dapat menangani persoalan yang sebelumnya membutuhkan keahlian, waktu, dan sumber daya besar. Pesan sederhana tentang rute perjalanan yang dikirim di tengah Perang Dunia II akhirnya terbaca, berkat kombinasi kemampuan analisis AI dan warisan mesin Enigma yang selama ini dianggap nyaris mustahil ditembus tanpa kunci pengaturannya.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.