Ilustrasi integrasi ChatGPT dengan Siri dan Apple Intelligence yang minim pengguna

OpenAI: Integrasi ChatGPT di Siri dan Apple Intelligence Minim Pengguna

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • OpenAI ungkap integrasi ChatGPT di Siri dan Apple Intelligence minim pengguna
  • Dokumen pengadilan terkait sengketa OpenAI dengan xAI milik Elon Musk
  • Integrasi ChatGPT ke Siri hadir Desember 2024 dengan proses opt-in multi-tahap
  • OpenAI sebut dampak integrasi terhadap pesaing "indisputably de minimis"
  • Pakar OpenAI hitung pangsa konsumen GenAI via Apple Intelligence minimal
  • Siri AI hadir sebagai upaya Apple memperbaiki Apple Intelligence

Telset.id – OpenAI mengungkap dalam dokumen pengadilan bahwa integrasi ChatGPT dengan Siri dan Apple Intelligence mengalami kinerja yang buruk, bahkan disebut “dramatically underperforming”. Pengungkapan ini menjadi sorotan karena menunjukkan bahwa kemitraan besar antara OpenAI dan Apple tidak berjalan sesuai harapan, dengan jumlah pengguna yang mengakses ChatGPT melalui Apple Intelligence sangat minim.

Dokumen pengadilan tersebut diajukan dalam rangka sengketa yang sedang berlangsung antara OpenAI dan xAI, perusahaan milik Elon Musk yang kini dikenal sebagai SpaceXAI. Dalam berkas itu, OpenAI menyatakan bahwa pada saat xAI mengajukan keluhan terhadap OpenAI, “sudah jelas bahwa integrasi ChatGPT oleh Apple mengalami penurunan kinerja yang dramatis.” OpenAI juga menegaskan bahwa kondisi tersebut bukan kegagalan sesaat, melainkan “terus-menerus berkinerja di bawah standar.”

Apple sendiri menambahkan integrasi ChatGPT ke Siri pada Desember 2024. Namun, proses aktivasi fitur ini memerlukan langkah opt-in multi-tahap yang berpotensi menjadi hambatan bagi pengguna. Friksi dalam proses tersebut diduga menjadi salah satu penyebab buruknya performa integrasi ChatGPT di perangkat Apple. Meski demikian, sebagian besar bagian dari dokumen pengadilan tersebut disunting atau redacted, sehingga detail persisnya mengenai hubungan antara Apple dan OpenAI masih sulit diketahui.

Apple and OpenAI

Ketika Apple Intelligence pertama kali diluncurkan, Apple memberi pengguna opsi untuk mengakses ChatGPT jika membutuhkan kemampuan yang lebih kuat. Opsi ini tersedia misalnya pada fitur Visual Intelligence, yang menyediakan konteks tambahan serta bantuan terhadap gambar yang diambil menggunakan kamera iPhone. Namun, berkas hukum OpenAI menegaskan bahwa hampir tidak ada pengguna yang memanfaatkan keterkaitan ChatGPT dengan Apple Intelligence.

OpenAI menggambarkan dampak integrasi tersebut terhadap pesaing seperti xAI sebagai “indisputably de minimis” atau tidak berarti. OpenAI juga menyebut bahwa pakar mereka, Dr. Catherine Tucker, menghitung “pangsa konsumen GenAI yang mengakses ChatGPT melalui Apple Intelligence” dan hasilnya “konsisten dengan pandangan internal OpenAI bahwa Apple Intelligence mencatat penggunaan yang minimal.”

Temuan ini memunculkan indikasi bahwa masalahnya tidak hanya terbatas pada integrasi ChatGPT dengan perangkat Apple, tetapi juga pada Apple Intelligence secara keseluruhan. Sistem AI Apple dinilai belum matang saat pertama kali hadir dan tertinggal dari para pesaingnya. Kesan pertama sangat penting, dan jika sebagian besar pengguna tidak yakin dengan Apple Intelligence, ChatGPT berpotensi terkena dampak lanjutan di kalangan pelanggan Apple.

Sejumlah pertanyaan pun muncul terkait penyebab buruknya performa integrasi ini. Apakah ChatGPT kalah karena pengguna Apple harus masuk ke aplikasi Settings di perangkat mereka, menemukan bagian yang relevan, dan melalui beberapa langkah rumit untuk mengaktifkan ChatGPT? Apakah keterbatasan Siri turut menyeret ChatGPT? Atau apakah pengguna lebih memilih membuka aplikasi mandiri ChatGPT? Hingga saat ini, jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut belum diketahui secara pasti.

Sam Altman and Tim Cook

Meski demikian, dengan Siri yang kini mendapatkan pembaruan besar di bawah nama Siri AI, tampak jelas bahwa Apple menginginkan awal yang baru untuk upaya AI-nya. Siri AI disebut telah memperbaiki banyak kekurangan dari peluncuran Apple Intelligence yang dinilai kurang mulus. Kondisi ini memunculkan kemungkinan bahwa hasilnya akan berbeda bagi OpenAI jika saja mereka berintegrasi dengan Siri AI yang lebih kuat, bukan dengan Apple Intelligence yang belum matang.

Seiring Siri AI memperbaiki berbagai kesalahan dari peluncuran Apple Intelligence, OpenAI berpotensi menyesali apa yang mungkin bisa terjadi. Sementara itu, dinamika persaingan di industri AI terus berlangsung, termasuk langkah-langkah yang diambil OpenAI di berbagai lini. Beberapa di antaranya seperti Agen OpenAI yang menuai kontroversi, hingga upaya promosi ChatGPT melalui berbagai kalangan.

Pengungkapan dalam dokumen pengadilan ini memberikan gambaran bahwa kemitraan strategis antara dua perusahaan teknologi besar tidak selalu berjalan mulus. Bagi OpenAI, integrasi dengan Apple Intelligence yang minim penggunaan menjadi catatan tersendiri di tengah persaingan industri AI yang semakin ketat. Sementara bagi Apple, peluncuran Siri AI menjadi upaya untuk memulai kembali babak baru dalam pengembangan AI mereka, dengan harapan dapat memperbaiki persepsi pengguna yang sempat menurun terhadap Apple Intelligence.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.