Telset.id – Google menunjukkan komitmennya untuk memproses kecerdasan buatan (AI) langsung di perangkat dengan memperlihatkan fitur AI on-device baru untuk seri Pixel 10. Demonstrasi ini berlangsung dalam ajang Google I/O India, menandai langkah maju yang signifikan dalam menghadirkan privasi, kecepatan, dan keandalan tanpa perlu koneksi internet.
Pemrosesan AI yang biasanya bergantung pada komputasi awan (cloud) kini mulai digeser ke dalam perangkat itu sendiri. Konsep yang dikenal sebagai “Edge AI” ini menawarkan sejumlah keuntungan krusial bagi pengguna. Dengan memproses data di dalam perangkat, risiko kebocoran data pribadi ke server pihak ketiga dapat diminimalisir secara drastis. Google menekankan bahwa data pengguna tidak perlu lagi dikirim ke server untuk diproses, sehingga lebih aman dan responsif.
Untuk mewujudkan kemampuan AI on-device yang canggih ini, Google mengandalkan System-on-Chip (SoC) kustom dan Tensor Processing Unit (TPU) buatan mereka sendiri. TPU adalah sirkuit terintegrasi khusus (ASIC) yang dirancang untuk menangani komputasi matematis kompleks di balik jaringan saraf tiruan (neural network). Komponen inilah yang menjadi motor penggerak utama fitur AI generasi terbaru di lini Pixel 10.
Salah satu inovasi yang diperkenalkan adalah Gemma 4 E2B, sebuah model AI yang dioptimalkan khusus untuk berjalan di TPU milik Google. Menurut Google, Gemma 4 E2B adalah “model canggih, kuat, namun sangat ringan yang dirancang untuk berjalan secara native di Pixel TPU.” Model ini memastikan data pribadi pengguna tidak meninggalkan perangkat, sehingga privasi tetap terjaga bahkan saat digunakan secara offline.
Dalam demonstrasi di Google I/O India, Google memperlihatkan kemampuan agen AI offline yang dapat membantu pengguna Pixel 10 dalam berbagai aktivitas, seperti merencanakan perjalanan, memilih resep masakan, hingga mengendalikan perangkat rumah pintar (smart home). Dengan fitur FunctionGemma dan Mobile Actions, pengguna dapat memberikan perintah suara untuk mengaktifkan atau menonaktifkan koneksi Wi-Fi, meluncurkan Google Maps, atau mengetik permintaan serupa tanpa harus tersambung ke internet.
Kemampuan AI multimodal yang kaya secara offline, atau yang disebut “Rich Offline Multimodal Interactions,” juga didemonstrasikan. AI pada Pixel 10 dapat memproses berbagai jenis input seperti teks, gambar, dan audio. Contohnya, pengguna dapat melakukan obrolan AI (AI Chat) bahkan saat berada di ketinggian 30.000 kaki di dalam pesawat. AI juga mampu mengidentifikasi gambar objek dan tanaman tanpa koneksi internet, serta mentranskripsikan kuliah atau ceramah secara pribadi dan aman di dalam perangkat.
Baca Juga:
Google juga memberikan contoh penerapan nyata Edge AI di industri. Di sektor ritel, pengguna dapat membuat peta belanja di dalam toko dari ide resep, membantu mereka mengumpulkan bahan-bahan yang diperlukan meskipun dalam kondisi offline sepenuhnya. Sementara itu, di industri otomotif, mekanik dapat melakukan diagnosa visual langsung dari foto komponen yang rusak tanpa harus terhubung ke internet.
Dengan fokus pada pemrosesan di perangkat, Google menegaskan bahwa mereka akan terus unggul dalam hal integrasi AI yang bermanfaat bagi pengguna. Sebagai contoh, fitur seperti Hold for Me yang diperkenalkan pada Pixel 5 di tahun 2020, di mana AI dapat menunggui panggilan telepon yang sedang di-hold, membebaskan pengguna untuk melakukan aktivitas lain. Apple baru menambahkan fitur serupa, Hold Assist, pada tahun 2025. Hal ini menunjukkan bahwa Google tidak akan berhenti berinovasi dalam menghadirkan AI yang praktis dan aman di perangkat Pixel masa depan.
Untuk informasi lebih lanjut tentang perkembangan AI dari Google, Anda dapat membaca artikel tentang Gemini Omni dan Avatar Personal atau perkembangan terbaru NotebookLM menjadi Gemini Notebook.





Komentar
Belum ada komentar.