Ilustrasi fitur kontrol suara Gemini yang memungkinkan pengaturan energi, formalitas, kehangatan, dan kecepatan

Google Gemini Kini Bisa Atur Energi hingga Kecepatan Suara

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Google bersiap luncurkan fitur kustomisasi suara Gemini dengan empat parameter: Energi, Formalitas, Kehangatan, dan Kecepatan
  • Fitur ditemukan di aplikasi Google versi beta 17.41.12 melalui APK Insights Android Authority
  • Setiap parameter memiliki tiga level: Rendah, Sedang, dan Tinggi (kecuali Kecepatan: Lambat, Normal, Cepat)
  • Suara yang disesuaikan akan terbawa ke Gemini Live dan obrolan standar
  • Google telah merilis dua suara baru: Flare dan Glow, menggantikan Nova dan Lyra
  • Apple juga bergerak serupa dengan kontrol Pace dan Expressivity di iOS 27 untuk Siri
  • Perubahan ini menandai pergeseran persaingan AI dari kemampuan ke kualitas suara asisten

Telset.id – Google bersiap memberikan kendali lebih besar kepada pengguna atas bagaimana suara asisten AI Gemini berbicara. Penemuan kode terbaru mengindikasikan bahwa pengguna nantinya bisa menyesuaikan suara Gemini melalui empat parameter berbeda: Energi, Formalitas, Kehangatan, dan Kecepatan.

Penyesuaian suara Gemini ini ditemukan oleh Android Authority melalui fitur APK Insights pada aplikasi Google versi beta 17.41.12. Alih-alih memilih dari daftar kepribadian yang sudah ditentukan, pengguna nantinya dapat mengubah karakteristik ini untuk menciptakan suara yang lebih sesuai dengan preferensi pribadi. Fitur ini memang belum diumumkan secara resmi, namun penemuan ini menandai langkah selanjutnya Google dalam membuat asisten AI terasa lebih personal.

Kontrol baru yang ditemukan dalam kode tersebut merujuk pada bagian “Customize” di pengaturan suara Gemini. Menurut kode yang ditemukan, pengguna akan dapat menyesuaikan empat karakteristik dengan masing-masing tiga level: Energi (Rendah, Sedang, Tinggi), Formalitas (Rendah, Sedang, Tinggi), Kehangatan (Rendah, Sedang, Tinggi), dan Kecepatan (Lambat, Normal, Cepat).

Pengaturan ini tidak dirancang untuk menggantikan suara Gemini yang sudah ada, melainkan untuk melengkapinya. Setelah dikonfigurasi, suara yang disesuaikan diharapkan dapat terbawa ke Gemini Live dan pengalaman obrolan standar, sehingga memastikan konsistensi kepribadian di seluruh aplikasi.

Pendekatan ini menandai perubahan signifikan. Selama ini, memilih suara Gemini berarti memilih dari kepribadian yang telah ditentukan oleh Google. Kontrol baru ini mengindikasikan bahwa Google ingin pengguna membentuk nada asisten, bukan sekadar memilih yang terasa paling mendekati.

Penemuan ini muncul tidak lama setelah Google meluncurkan pengalaman pemilihan suara yang disegarkan pasca Google I/O. Pemilih yang didesain ulang menggantikan antarmuka carousel sebelumnya dengan tampilan daftar yang lebih bersih dan memperkenalkan dua suara baru: Flare dan Glow, yang menggantikan opsi Nova dan Lyra yang lebih lama.

Lineup suara Gemini saat ini meliputi: Ursa, Vega, Pegasus, Dipper, Eclipse, Capella, Orbit, Orion, Flare, dan Glow. Menariknya, Google juga telah menghapus label deskriptif yang sebelumnya menjelaskan kepribadian setiap suara, seperti “Calm” atau “Bright.” Pengguna sekarang harus menilai suara dengan mendengarkannya daripada mengandalkan deskripsi tertulis.

google-gemini

Pembaruan juga menyegarkan antarmuka Gemini dengan ikon yang lebih tipis dan modern untuk fitur seperti mikrofon, kamera, galeri, unggahan file, video, berbagi layar, dan Gemini Live. Perubahan visual ini diluncurkan melalui pembaruan server-side bersamaan dengan Gemini versi 1.0.913571982.

Waktu peluncuran juga menarik. Selama Google I/O, perusahaan mengonfirmasi bahwa dialek regional ada dalam peta jalan untuk Gemini. Kustomisasi suara akan cocok dengan upaya yang lebih luas untuk membuat percakapan AI terasa tidak terlalu robotik dan lebih disesuaikan dengan masing-masing pengguna.

Google tidak sendirian dalam bergerak ke arah ini. Apple dengan iOS 27 memperkenalkan kontrol serupa untuk Siri AI, memungkinkan pengguna menyesuaikan Pace dan Expressivity, dengan preferensi tersebut berlaku di seluruh pengalaman yang didukung Siri seperti Maps dan Safari.

Memberi pengguna kendali atas nada, kehangatan, dan gaya berbicara mungkin tampak seperti perubahan kecil, tetapi ini mencerminkan pergeseran yang lebih besar dalam persaingan AI. Perusahaan tidak lagi bersaing hanya pada apa yang bisa dilakukan asisten mereka. Semakin hari, mereka bersaing pada bagaimana asisten tersebut terdengar saat melakukannya.

Langkah Google ini juga relevan dengan perkembangan Gemini 2.5 Pro yang memiliki kemampuan observasi. Kustomisasi suara yang lebih personal dapat meningkatkan interaksi pengguna dengan model AI yang lebih canggih tersebut.

Selain itu, berita tentang Hacker Rusia Kendalikan Botnet via Gemini CLI menunjukkan bahwa semakin populer suatu platform AI, semakin besar pula tantangan keamanannya. Dengan kontrol suara yang lebih personal, Google perlu memastikan keamanan tetap terjaga.

Di sisi lain, Google juga menghadapi gugatan class action terkait pelatihan AI Gemini. Kustomisasi suara ini bisa menjadi strategi untuk meningkatkan adopsi pengguna di tengah berbagai tantangan hukum yang dihadapi perusahaan.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.