Telset.id – Google menghadapi kemarahan otoritas lingkungan Finlandia setelah kontraktor perusahaan itu menebang sekitar 330 hektare hutan yang dilindungi pemerintah untuk proyek data center senilai US$15 miliar. Otoritas Pengawas Finlandia (LVV) menuding penebangan tersebut dilakukan tanpa izin dan meminta perusahaan afiliasi Google, Tuike Finland Oy, segera menghentikan seluruh langkah persiapan yang berpotensi mengubah lingkungan secara signifikan.
Permintaan penghentian itu terkait dua proyek pengembangan data center yang direncanakan di kota Muhos dan Kajaani, wilayah utara Finlandia. Menurut laporan Agence France-Presse, LVV menuduh kontraktor Google melakukan penebangan habis (clear-cutting) sekitar 330 hektare di Muhos tanpa menyelesaikan analisis dampak lingkungan yang wajib. Dokumen tersebut merupakan syarat untuk memperoleh persetujuan proyek.
Selain di Muhos, perusahaan juga membuka lahan seluas 200 hektare untuk data center di Kajaani. Belum jelas apakah penebangan di Kajaani tersebut telah mendapat persetujuan dari otoritas setempat. Google memiliki waktu sekitar satu minggu lebih untuk menjelaskan tindakannya kepada pejabat Finlandia.
Kepala departemen lingkungan LVV, Tommi Muilu, menyatakan Google tidak hanya menebang ratusan hektare pohon. Perusahaan juga mengupas lapisan tanah atas, membangun jalan dan area penyimpanan, serta mengubah saluran air di kawasan tersebut. Ketua Asosiasi Konservasi Alam Finlandia menilai Google telah meratakan “situs alam yang seharusnya dilestarikan”.

Meski tinjauan pemerintah baru dimulai, raksasa teknologi itu sudah menyampaikan penyesalan. Juru bicara Google, Sondre Ronander, mengakui perusahaan melakukan kesalahan. “Kami memahami kekhawatiran ini dan dalam kasus ini kami belum memenuhi standar tinggi kami sendiri,” kata Ronander kepada AFP. Ia menambahkan Google akan mempelajari temuan LVV dan mengikuti panduan mereka.
Kasus ini menambah tekanan terhadap ekspansi infrastruktur data center Google di Finlandia, yang sebelumnya diwarnai sejumlah isu lingkungan dan energi. Dalam laporan terpisah, Google disebut tengah menggelontorkan investasi besar di negara Nordik tersebut, termasuk untuk kebutuhan pasokan listrik yang lebih bersih. Langkah itu menuai sorotan karena skala proyeknya yang masif.
Baca Juga:
Isu lingkungan bukan satu-satunya persoalan yang membayangi ambisi Google di Finlandia. Perusahaan juga berkomitmen menyalurkan dana besar untuk infrastruktur digital di kawasan tersebut. Nilai investasi yang mencapai ratusan triliun rupiah menjadikan Finlandia salah satu basis penting bagi ekspansi pusat data Google di Eropa. Rincian lebih jauh soal investasi di Finlandia menunjukkan besarnya taruhan perusahaan pada wilayah ini.
Pemerintah Finlandia sendiri masih menunggu penjelasan resmi dari Google. Otoritas lingkungan menegaskan bahwa setiap proyek yang mengubah bentang alam secara signifikan harus melalui kajian dampak lingkungan yang lengkap. Penebangan di Muhos dinilai melanggar prosedur tersebut karena analisis dampak lingkungan belum tuntas saat lahan dibuka.
Insiden ini juga menyoroti pengawasan proyek data center di kawasan Nordik yang terus bertambah. Selain Google, sejumlah perusahaan teknologi lain tengah memperluas infrastruktur serupa. Tekanan publik dan regulator terhadap dampak lingkungan proyek semacam ini diprediksi meningkat seiring bertambahnya kapasitas komputasi yang dibutuhkan industri kecerdasan buatan. Perkembangan sektor data center di Finlandia juga sempat diwarnai persoalan lain, termasuk insiden yang melibatkan kabel laut Finlandia.
Bagi Google, respons cepat menjadi penting agar proyek data center di Muhos dan Kajaani tidak tertunda lebih lama. Perusahaan menyatakan akan mengikuti arahan LVV, namun konsekuensi hukum dan operasional masih menunggu hasil tinjauan. Sementara itu, komunitas lingkungan menuntut pertanggungjawaban atas lahan yang telah berubah fungsi.
Kasus ini menegaskan bahwa ekspansi infrastruktur digital berskala besar tidak bisa dilepaskan dari tanggung jawab lingkungan. Bagi pembaca yang mengikuti perkembangan industri teknologi, pengawasan terhadap proyek data center Google di Finlandia akan menjadi indikator penting bagaimana perusahaan besar menyeimbangkan ambisi komputasi dengan kelestarian alam.





Komentar
Belum ada komentar.