📑 Daftar Isi

Ilustrasi pembangunan data center Google di Finlandia di tengah kawasan hutan

Google Dituduh Tebang 300 Hektare Hutan Finlandia untuk Data Center

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Google diselidiki setelah operator lokalnya, Tuike Finland, diduga menebang lebih dari 300 hektare hutan untuk data center di Finlandia
  • Penebangan setara 420 lapangan sepak bola dilakukan tanpa environmental impact assessment yang wajib
  • Lokasi proyek berada di dekat Muhos, kota kecil berpopulasi kurang dari 9.000 jiwa
  • Google membantah, menyebut penebangan sesuai Forestry Act requirements dan zona alam bernilai tinggi terlindungi
  • Finnish Association for Nature Conservation meminta operasi dihentikan sampai kepatuhan hukum jelas
  • Bagian dari investasi 13 miliar euro (15 miliar dolar AS) di Finlandia selama dua tahun ke depan

Telset.id – Proyek pembangunan data center terbaru Google di Finlandia tengah diselidiki setelah operator lokalnya, Tuike Finland, diduga menebang lebih dari 300 hektare hutan. Masalahnya, penebangan yang setara dengan 420 lapangan sepak bola itu dilakukan tanpa lebih dulu mengantongi environmental impact assessment atau penilaian dampak lingkungan yang bersifat wajib.

Informasi ini dilaporkan kantor berita AFP. Lokasi proyek berada di dekat Muhos, sebuah kota kecil dengan populasi kurang dari 9.000 jiwa. Penebangan dan aktivitas ekskavator yang meratakan lahan disebut berlangsung sebelum ada persetujuan dari instansi pemerintah terkait.

Google sendiri membantah telah merusak hutan secara prematur. Perusahaan menyatakan kepada AFP bahwa penebangan pohon telah dilakukan “in compliance with Forestry Act requirements” atau sesuai persyaratan Undang-Undang Kehutanan. Manajer komunikasi Google di Finlandia juga menyebut perusahaannya memastikan “high-value nature zones within the sites have been protected during forestry works” atau zona alam bernilai tinggi di dalam area proyek tetap terlindungi selama pekerjaan kehutanan berlangsung.

Pernyataan Google itu bertolak belakang dengan klaim Hanna Halmeenpaa, ketua dewan Finnish Association for Nature Conservation. Ia menyatakan bahwa dalam pandangan mereka, operasi di lokasi konstruksi seharusnya dihentikan sampai jelas apakah proyek mematuhi hukum. Halmeenpaa menyampaikan hal itu kepada AFP di tepi area yang baru saja gundul di dekat Muhos. Ia bahkan memperkirakan sejumlah kawasan pelestarian alam turut ditebang. Halmeenpaa juga bertanggung jawab mengajukan permintaan penangguhan kepada lembaga konservasi.

Daya Tarik Finlandia dan Skala Investasi Google

Finlandia menjadi negara tuan rumah data center yang menarik bagi Google karena sejumlah faktor yang menguntungkan. Negara ini memiliki iklim dingin serta pasokan energi yang stabil dan murah, yang sebagian besar berasal dari nuklir, angin, dan hidro. Selain itu, Finlandia memandang data center sebagai solusi untuk mengatasi persoalan seperti pertumbuhan ekonomi yang lambat dan tingkat pengangguran yang mencapai rekor tertinggi.

Proyek di Muhos bukan yang pertama bagi Google di Finlandia. Perusahaan telah memiliki fasilitas yang beroperasi di Hamina, di wilayah selatan. Google berharap dapat memperluas kehadirannya di Muhos, Kajaani, dan Vaala, di wilayah utara. Secara keseluruhan, ini merupakan proyek ekspansi besar-besaran dan bagian dari investasi 13 miliar euro atau sekitar 15 miliar dolar AS di Finlandia selama dua tahun ke depan.

Daya tarik Finlandia sebagai lokasi data center juga membuat negara ini menjadi pilihan Microsoft dan TikTok. Ketertarikan industri terhadap Finlandia sejalan dengan dinamika pengembangan kapasitas komputasi global, termasuk langkah Google di lini perangkat dan layanan lain seperti yang terlihat pada aplikasi Android berat di perangkat Googlebook Intel.

Di tengah ekspansi infrastruktur berskala besar, Google juga tengah menyesuaikan akses layanan kecerdasan buatannya. Perusahaan baru-baru ini membatasi model Gemini bagi sebagian pengguna. Langkah tersebut menunjukkan bagaimana perusahaan mengelola kapasitas layanan di tengah kebutuhan komputasi yang terus tumbuh.

Respons Warga dan Kekhawatiran yang Muncul

Walikota setempat menyambut positif investasi besar-besaran ini, pertumbuhan bisnis, dan ledakan ekonomi yang diharapkan bagi kawasan. Namun, warga mulai menyadari pengalaman di wilayah lain tempat data center dibangun. Kekhawatiran soal dampak terhadap lingkungan, stabilitas pasokan energi, dan harga energi mulai mengemuka.

Google tampaknya telah menabrak sebagian kekhawatiran tersebut. Laporan menyebut pohon telah ditebang dan ekskavator meratakan tanah sebelum adanya persetujuan dari instansi pemerintah. Sejauh ini belum ada laporan lain yang menunjukkan bahwa persiapan dan pekerjaan konstruksi di lokasi data center baru dekat Muhos telah dihentikan.

Sepertinya Google akan terus melanjutkan proyek ini, dengan harapan atau pengetahuan bahwa kehendak politik dan/atau bisnis cukup kuat untuk memastikan perusahaan tidak perlu membatalkan tindakan yang sudah dilakukan. Kasus ini menjadi sorotan baru dalam gelombang pembangunan data center global, sejalan dengan perhatian publik yang juga muncul pada perangkat dan layanan Google lainnya seperti yang dibahas dalam Gboard Conveyor Belt.

Google's data center plans in Finland

Penyelidikan atas proyek data center Google di Finlandia menyoroti ketegangan antara percepatan pembangunan infrastruktur digital dan kepatuhan terhadap aturan lingkungan. Pihak berwenang masih harus memastikan apakah proyek di Muhos memenuhi ketentuan hukum, sementara permintaan penangguhan dari Finnish Association for Nature Conservation telah diajukan kepada lembaga konservasi.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.