Telset.id – Meta menerapkan kebijakan baru yang membuat pengguna Ray-Ban Meta kecewa. Fitur Conversation Focus, yang awalnya gratis, kini dibatasi dan memerlukan langganan berbayar untuk pemakaian lebih lama.
Kebijakan ini diumumkan melalui email kepada para pemilik Ray-Ban Meta. Dalam pengumuman tersebut, Meta memperkenalkan serangkaian fitur baru sekaligus memberlakukan batasan pada fitur Conversation Focus. Fitur ini kini hanya bisa digunakan gratis selama tiga jam per bulan.
Conversation Focus adalah fitur aksesibilitas pada kacamata pintar Ray-Ban Meta. Fitur ini memanfaatkan mikrofon dan pengeras suara di dalam kacamata untuk memperkuat suara orang yang berada tepat di depan pengguna. Dengan kata lain, fitur ini membantu pengguna mendengar percakapan dengan lebih jelas di lingkungan yang bising.
Sejak diperkenalkan pada tahun 2025, fitur Conversation Focus telah digulirkan secara bertahap ke berbagai pasar dan negara. Kini, dengan hadirnya pembaruan perangkat lunak Version 26 untuk Ray-Ban Meta, fitur ini menjadi subjek pembatasan dan biaya tambahan.
Untuk tetap menggunakan Conversation Focus tanpa batasan berarti, pengguna harus berlangganan Meta One Premium. Layanan ini dibanderol seharga $20 per bulan. Dengan berlangganan, pengguna mendapatkan jatah pemakaian hingga 15 jam per bulan, atau sekitar 30 menit per hari.
Yang menjadi sorotan adalah Conversation Focus merupakan fitur aksesibilitas, bukan fitur kecerdasan buatan (AI). Meskipun Meta One Premium digambarkan sebagai paket yang menggunakan “fitur AI premium” perusahaan, tampaknya fitur aksesibilitas ini bukanlah salah satunya. Namun, Meta tetap memutuskan untuk membatasi penggunaannya dan mengenakan biaya tambahan.
Meskipun ada kabar kurang menyenangkan ini, pembaruan Version 26 juga membawa sejumlah fitur baru yang menarik. Salah satunya adalah kehadiran model AI generasi terbaru Meta, yaitu Muse Spark. Selain itu, ada juga fitur Dynamic Photo yang memungkinkan kacamata mengambil serangkaian foto dan memilih yang terbaik dari kumpulan tersebut, mirip dengan fitur serupa di perangkat lain.
Pembaruan ini juga menambahkan dukungan untuk Instagram Instants dan panggilan suara WhatsApp langsung dari kacamata Ray-Ban Meta. Tak ketinggalan, ada mode hemat baterai baru yang bisa diaktifkan pengguna.
Dari segi bahasa, kemampuan terjemahan kacamata ini bertambah dengan dukungan 14 bahasa baru, termasuk Yunani, Belanda, Thai, Rusia, Turki, dan Mandarin. Kacamata Ray-Ban Meta juga kini mendukung bahasa Jepang dan Korea.
Kebijakan langganan dan batasan baru ini dinilai cukup aneh. Meta memilih untuk membatasi dan memungut biaya untuk fitur aksesibilitas yang tidak menggunakan AI, sementara model AI seperti Muse Spark tidak terkena paywall yang sama.
Dalam pernyataannya, Meta menegaskan bahwa “Tidak perlu berlangganan untuk menggunakan kacamata AI.” Namun, perusahaan tampaknya mulai beralih ke model bisnis dengan pembatasan penggunaan, mirip dengan yang diterapkan oleh model bahasa besar (LLM) dan agen AI lainnya.
Bagi pengguna yang membutuhkan fitur serupa tanpa biaya berlangganan, Apple AirPods Pro 3 bisa menjadi alternatif. Syaratnya, pengguna harus memiliki iPhone, dan tidak perlu berlangganan bulanan.
Baca Juga:
Langkah Meta ini tentu menjadi perhatian bagi para pengguna setia Ray-Ban Meta. Keputusan untuk membatasi fitur aksesibilitas yang sangat membantu ini dianggap sebagai langkah yang kontroversial. Ke depannya, akan menarik untuk melihat bagaimana respons pasar dan apakah Meta akan mengubah kebijakan ini.
Bagi yang penasaran dengan perbandingan fitur atau alternatif lain, Anda bisa menyimak ulasan tentang fitur serupa di perangkat lain, seperti Gmail Conversation View atau tren terbaru di industri gadget seperti ponsel anti-smartphone.





Komentar
Belum ada komentar.