Telset.id – Elon Musk kini memuji Anthropic sebagai pemimpin AI setelah sebelumnya meremehkan rivalnya itu. Kini Anthropic justru menjadi salah satu pelanggan terbesar SpaceX dengan kontrak senilai sekitar $40 miliar.
Hubungan antara Elon Musk dan Anthropic berubah drastis dalam waktu singkat. Pada September 2025, Musk menulis di X bahwa “Winning was never in the set of possible outcomes for Anthropic.” Namun pada Juli 2026, ia justru memuji perusahaan AI tersebut dan menyebutnya sebagai pemimpin industri.
Perubahan sikap ini terjadi setelah Anthropic menandatangani kesepakatan besar dengan SpaceX. Pada Mei 2026, Anthropic setuju untuk membeli 300 megawatt komputasi, yang merupakan seluruh kapasitas pusat data Colossus 1 milik xAI di dekat Memphis, Tennessee. Perlu dicatat bahwa xAI telah bergabung dengan SpaceX pada Februari 2026.
Nilai kontrak ini sangat fantastis. Anthropic membayar $1,25 miliar per bulan hingga Mei 2029, atau total sekitar $40 miliar pendapatan untuk unit xAI milik SpaceX. Google juga ikut menandatangani kesepakatan serupa dengan harga $920 juta per bulan hingga Juni 2029.
Baca Juga:
Musk menegaskan bahwa keputusan Anthropic untuk bergantung pada infrastruktur SpaceX bukanlah keputusan berbahaya. “Mereka jelas saat ini adalah pemimpin di AI. Tidak ada perusahaan yang merilis model sebaik Mythos/Fable dan mereka pasti akan segera menyiapkan Mythos 2. Dan saya tidak akan pernah memutus mereka dengan cara yang menyakiti mereka, bahkan sebagai pesaing. Itu bukan gaya saya,” tulisnya di X pada Kamis.
Sebagai bukti bahwa ia tidak akan menekan pesaing, Musk merujuk pada keputusan Tesla pada 2014 untuk tidak menggugat paten terhadap siapa pun yang ingin menggunakan teknologinya dengan itikad baik. Ia juga menyebut bahwa Tesla membuka jaringan Supercharger dan desain port pengisian daya untuk pesaing. “SpaceX meluncurkan sistem satelit yang bersaing tanpa kenaikan harga atau penggunaan persyaratan yang tidak adil. Bahkan musuh terburuk saya pun dapat menyerang saya di platform ini,” tambahnya.
Namun, Musk bukanlah sosok yang sepenuhnya bersih dari taktik terhadap pesaing. Ia pernah menggugat OpenAI. Meskipun demikian, Anthropic tidak perlu hanya mengandalkan janji Musk untuk tetap pada “gaya”-nya. Kontrak yang telah ditandatangani pasti memiliki konsekuensi hukum jika Musk tiba-tiba mematikan infrastruktur Anthropic.
Selain pendapatan besar, ada keuntungan lain bagi SpaceX dari kesepakatan ini. Para insinyur SpaceX dapat belajar cara membangun dan mendukung AI Anthropic yang berkembang pesat, mirip dengan yang dilakukan insinyur Amazon. Kedekatan ini juga membuka potensi manfaat lain.
Dalam persidangannya melawan OpenAI, Musk mengakui bahwa “distilasi” AI adalah nyata — sebuah proses di mana pembuat model membuat banyak akun palsu untuk mengirim prompt ke pesaing guna mempelajari cara kerjanya. Ketika pengacara bertanya apakah xAI pernah melakukan distilasi teknologi dari OpenAI, Musk menjawab: “Umumnya perusahaan AI melakukan distilasi terhadap perusahaan AI lain.”
Anthropic pada Februari lalu menuduh tiga pembuat model asal China melakukan hal ini terhadap Claude. Anthropic dan Google kemungkinan memiliki perlindungan untuk mencegah SpaceX melakukan hal serupa saat menggunakan infrastrukturnya. Namun, menjadi tuan rumah komputasi Anthropic tetap memberikan SpaceX visibilitas lebih besar ke dalam operasional perusahaan dibandingkan pesaing lain.
Saat ini, kemitraan ini tampaknya hanya memberikan keuntungan bagi perusahaan Musk. Namun, kontrak tiga tahun ini masih panjang dan masa depannya belum bisa diprediksi.
[CONTENT_END]





Komentar
Belum ada komentar.